Sanitasi Kolam Renang


BAB I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Menurut Mclntosh pariwisata adalah keseluruhan kegiatan yang berhubungan dengan masuk, tinggal, dan pergerakan penduduk asing di dalam atau di luar suatu Negara, kota atau wilayah tertentu. Pariwisata sebagai suatu kegiatan perpindahan tempat tinggal seseorang dari luar tempat tinggalnya sehari-hari dengan alas an apapun kecuali bukan tujuan melakukan kegiatan yang bisa menghasilkan upah atau gaji.
Dalam mempertahankan jaminan dan mutu akan tempat-tempat yang menjadi objek wisata, sanitasi merupakan hal yang penting untuk diperhatikan. Menurut WHO sanitasi adalah upaya pengawasan terhadap factor-faktor lingkungan fisik yang dapat menimbulkan atau mungkin menimbulkan pengaruh yang merugikan perkembangan jasmani, kesehatan dan ketahanan hidup.
Ada begitu banyak tempat objek wisata di Indonesia khususnya di Sulawesi Utara yang menjadi pusat perhatian dunia saat ini. Sesuai dengan visi kota Manado “Manado Kota Pariwisata Dunia 2010”. Sehubungan dengan hal itu, sanitasi pariwisata diperlukan guna mempromosikan serta menjaga kualitas tempat-tempat pariwisata khususnya dalam menunjang kegiatan sesuai visi kota Manado. Sanitasi pariwisata merupakan upaya terhadap factor-faktor yang ada dalam lingkungan fisik di suatu negara, kota, atau wilayah tertentu yang dapat mempengaruh atau dperkirakan dapat mempengaruhi perkembangan fisik, kesehatan atau kelangsungan hidup manusia selama melakukan perjalanan. Kegiatan pariwisata yang pada hakekatnya adalah berupa perjalanan yang dilakukan oleh wisatawan secara bebas, sukarela dan memiliki kaitan yang sangat erat dengan kehidupan dan eksistensi manusia itu sendiri. Hak yang sangat mendasar adlah kebebasan untuk bergerak dan untuk memperoleh istirahat, mengisi waktu senggang dengan berlibur.
Salah satu tempat wisata yang menunjang pelayanan pariwisata Kota Manado adalah kolam renang. Kolam renang adalah tempat pemandian yang diperuntukan bagi kepentingan perorangan ataupun bagi umum dan mempunyai kedalaman minimal 2 feet atau lebih. Pemanfaatan tempat wisata kolam renang diharapkan mampu memberikan pelayanan pariwisata yang berkualitas.
Beranjak dari hal tersebut, maka dirasa perlu untuk dibahas engenai sanitasi kolam renang.

1.2 Tujuan
Pemnulisan makalah ini dibuat untuk menilai teori dengan kenyataan lapangan yang ada.

1.3 Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Kegiatan kunjungan lapangan untuk sanitasi Kolam renang dilaksanakan pada pada hari Kamis, tanggal 03 Desember 2009 Pukul 11.00, bertempat di Kolam Renang Hotel Sahid Kawanua.

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pembagian Kolam Renang
Kolam renang merupakan penunjang pelayanan pariwisata. Biasanya terdapat di hotel dan tempat objek wisata khusus kolam renang.
a. Menurut pembuatannya :
a. Pemandian alam (natural bathing place)
Pemandian pantai laut, telaga, sungai dsb. Pengawasan sanitasi tipe ini sulit sekali di lakukan, yang perlu dperhatikan adalah lingkungan sekitar pemandian tersebut harus dijaga kebersihannya terutama saluran pembuangan air limbah, pembuangan tinja, buangan bahan-bahan kimia dan radio aktif.
b. Pemandian buatan (Artificial swimming Pool)
Pemandian umum didalam kotamadya/kabupaten, di hotel, dsb.

b. Berdasarkan cara pengisian air kolam :
a. Fill and draw pool, kolam diisi penuh dengan air, setelah itu digunakan dan apabila airnya kotor dibuang/dikuras.
Biasanya masa penggunaannya tidak lama, tergantung dari jumlah perenang yang menggunakan dan tingkat pengotoran air kolam.
b. Flow trough pool, air didalam kolam akan terus-menerus bergantian dengan yang baru. Tipe ini dia anggap yang terbaik, hanya saja membutuhkan banyak air berasal dari satu mata air di alam.
c. Rucyculatory pool
Dari pandangan masyarakat, merupakan kolam renang yang paling tepat. Hal ini dikarenakan kolam renang tersebut mempunyai peralatan untuk penyaringan sehingga air kolam dapat dipertahankan kualitasnya (ada pemantauan secara terus-menerus).

c. Berdasarkan pemakaiannya :
– Kolam pemandian perorangan (Privato Swimming Pool) yaitu kolam renang yang terletak di rumah perseorangan dan diawasi oeh pemiliknya sendiri. Penggunaannya hanya terbatas yaitu anggota keluarga atau tamu yang di undang.
– Kolam renang untuk umum (Public Swimming Pool) adalah kolam renang yang digunakan untuk renang atau mandi secara kolektif oleh sejumlah orang da dioprasikan oleh seorang pemilik atau peusahaan dengan dikenakan biaya setiap kali menggunakannya.

d. Menurut letaknya maka kolam renang dapat dibedakan sbb :
– Kolam renang yang teretak di tempat terbuka (out door swimming pool)
Misalnya :
• kolam renang umum/perorangan yang terletak di tempat terbuka
• kolam renang alam/ pemandian alam
– Kolam renang yang terletak di tempat tertutup (indoor swimming pool)
Misalnya :
– Public Swimming Pool yang terletak dalam bangunan tertutup, dsb

2.2 Prinsip-Prinsip Kolam Renang
1. Pengendalian terhadap kotoran atau bahan infektif yang termasuk kedalam kolam dengan jalan :
a. Kebersihan dengan hygiene perorengandari perenang perlu diperhatikan
b. Desain konstruksi dari kolam renang yang tepat dapat menghalangi pencemaran air kolam dari air kotor, debu, sampah dan daun-daunan yang ada disekitar kolam renang.
2. Menghilangkan secepatnya setaiap kotoran dan bahan infektif yang masuk kedalam, dengan jalan :
a. Desinfeksi terus menerus untuk membantu dan memelihara kondisi air kolam renang yang memenuhi syarat
b. Resirkulasi dan penyaringan yag tepat akan menjaga kondisi air kolam yang memenuhi syarat
3. Konstruksi dan cara pengoprasian kolam renang yang benar dapat dilakukan bila :
a. Peralatan dan perlengkapan kolam renang terjamin
b. Perenang setiap saat selalu diawasi
c. Jumlah perenang dibatasi (terkontrol)

2.3 Syarat Pembangunan Kolam Renang
1. Letak kolam renang
– Terletak di tempat yang strategis, yaitu mudah dicapai dengan jalan kaki, ataupun kendaraan umum/pribadi
– Bangunan kolam harus dapat melindungi kolam air kolam dari tipan angin kencang yang membawa debu atau daun-daunan
– Wilayah dari kolam renang harus dipagari setinggi minimal 1,80 meterr dan tidak mudah di panjati
– Kolam renang harus bebas dari dun-daunan yang menggelantung di atasnya.

2. Ukuran Kolam Renang
Ukuran kolam renang erat hubungannya dengan perkiraan daya tampung kolam renang terhadap pengunjung.
a. Untuk pemandian umum yang besar, data untuk experted loading mungkin dapat diperoleh dari kolam renang lain pada area yang sama, atau melakukan survey khusus. Diperkirakan untuk kota berpenduduk dibawah 30.000 orang jumlah pengunjung maksimal setiap harinya di kolam renang antara 5-10 % dari populasi.
b. Batas jumlah perenang menurut APHA
– Diving area (daerah penyelaman)
Batas maksimum 2 perenang untuk radius 10 ft dari masing-masing papan loncat
– Swimming area (daerah perenang)
Mempunyai kedalaman lebih dari 5 ft dan terletak di luar dari daerah penyelaman
– Non swimming area (bukan daerah untuk berenang)
Untuk kolam renang yang besar 60-80 , dari luas kolam digunakan untuk non swimming area

3. Penyediaan air kolam renang
– Kualitas air kolam harus memenuh syarat fisika, kimia, dan mikrobiologis sesuai dengan peraturan menteri Kesehatan Nomor : 416/Menkes/Per/IX/-1990 tanggal 3 September 1990.
– Jumlah air didalam mencukupi
– System penyediaan air dalam kolam dilakukan secara saniter yang terlindung dari bahaya kontaminasi pada
– Air penambah (Make up Water) harus dialirkan lewat “Vacuun Breaker” untuk mencegah Backsiphonage”

4. Konstruksi kolam
a. Kolam harus dibuat dari bahan yang kuat, rapat air, keras dan licin, baik untuk lantai ataupun dinding.
b. Dinding dan lantai harus berwarna terang ntuk menjaga keselamatan dan agar lebh seniter
c. Setiap pertemuan dua dinding atau sudut membentuk bulatan agar mudah dibersihkan.

5. Bentuk kolam dan dasar kolam
a. Lubang pengurasan harus terletak di tempat erdalam
b. Kemringan dari lantai kolam tidak boleh lebih dari 1 inc per ft. jika kedalaman air kurang 51/2 ft dan tidak boleh ada perubahan kemiringan lantai yang tiba-tiba. Pada kolam renang dengan panjang kurang dari 50 ft, rata-rata kemiringan akan menurun menjadi 11/2 inch per ft.
c. Dinding kolam harus benar-benar vertical dan melengkung dengan pertemuan dengan lantai dasar

6. Tempat berjalan Perenang
a. Sekeliling kolam tersebut harus ada tempat berjalan (pool duck area) yang lebarnya minimum 1,5 meter
b. Tempat berjalan tersebut harus punya kemiringan sebesar ¼ inch per foot dan dilengkapi dengan lubang pengering lantai satu buah untuk setiap 100 ft2 luas permukaan

7. Pemasukan Air (Return Water Inlets)
a. Air masuk harus diatur disesuaikan dengan luas kolam sehingga dapat didistribusikan secara merata
b. Jumlah dan letak lubang inlets
– Semua lubang inlet terletak pada kedalaman 10-15 inch dibawah saluran kelebihan untuk mencegah hlangnya desinfektan
– Rata-rata aliran air yang melewati berbegai ukuran inlets tidak boleh lebih dari ukuran yang dibawah ini :
Ukuran pipa inlet (inch) 1” 1 ¼ 11/2 dan 2”
Rata – rata aliran (gpm)
8. Pipa pengeluaran air (Water Outlets)
a. Pipa pembuangan umumnya dihubungkan dengan pompa, penyedot agar air cepat keluar
b. Diusahakan air kolam dalam waktu 6 jam telah berkuras habis
c. Apabila lebar kolam lebih dari 7 meter perlu penambahan saluran pipa pengeluaran air
d. Diusahakan agar jangan terjadi vortex (pusaran) pada saat pembuangan air keluar, dengan jalan pada ujung pipa pembuangan ditutup dengan terali besi untuk menghindari kecelakaan
e. Dilarang pipa pembuangan saluran ini langsung dihubungkan air kotor kotamadya
f. Letak outlet minimal 25 cm dari dinding kolam renang
g. Jarak antara satu outlet dengan yang lainnya tidak boleh lebih dari 50 cm
9. Penerangan
Untuk kolam renang digunakan cahaya dari alam (natural lighting) dan cahaya buatan (artificial lighting) dengan syarat sbb :
– Pencahayaan alam, untuk indoor pool tidak boleh ada jendela tapi cukup lubang angin /ventilasi dengan ketinggian 7 ft diatas lantai ruangan agar dapat mengurangi cahaya yang dipantulkan oleh permukaan air kolam. Pencahayaan yang baik dengan menggunakan sinar difus berasal ari ata karena sedikit sekali menimbulkan pantulan pada permukaan air kolam.
– Pencahayaan buatan, kuat penerangannya tergantng dari penggunaannya.

10. Saluran pembuangan keliling kolam scum gutters)
a. Saluran ini berguna untuk menbersihkan permukaan air dan sirkulasi
b. Saluran buangan harus dibangun mengelilingi kolam renang dengan ketinggian yang sama
c. Kedalaman dari saluran ini sekitar 2-3 inch agar dapat dimanfaatkan untuk pegangan perenang
d. Lubang pematusan saluran kelilng (gutter drain) di anjurkan berbentuk tegak lurus untuk mencegah penyumbatan
11. Pipa penyambung untuk penyiraman
a. Sambungan pipa penyiraman dengan ukuran sambungan ¾ inch pada tempat berjalan perenang (pool deck area) digunakanuntuk penyiraman dan pembersihan
b. Tekanan air untuk pipa penyiraman minimal 20 lb/psi.
c. Pipa penyiraman sebaiknya dihubungkan dengan vacuum breaker untuk mencegah terjadinya air tercemar kedalam air bersih).

12. Tangga kolam
a. Tangga kolam di pasang tegak lurus dengan jarak dari dinding kolam antara 3-6 inch dan dilengkapi dengan pegangan tangan (hand rail)
b. Penempatan tangga pada divig area dekat papan loncat dan di ujung kolam dari swimming.

13. Papan peloncat
a. Tinggi papan loncat haruslah disesuaikan dengan dalamnya kolam, dengan ketentuan sbb :
Tingginya papan peloncat diatas permukaan air Dalamnya kolam renang
1 – 4 ft 10 ft
4 – 10 ft 12 ft
Diatas 10 ft 15 – 18 ft
Dasar kolam haruslah miring dan bukan datar karena untuk keperluan….
b. Jarak papan peloncat satu dengan yang lain diantaranya minimal 12 ft (3,5 m)
c. Ukuran papan peloncat adalah panjang 16 ft (+- 5 m) dan lebar (+- 50 cm)

14. Panjang kolam
Untuk satu lifeguard dapat memelihara kawasan seluas +_ 2000 ft2 luas permukaan kolam. Jika kolam renang mempunyai lebih dari satu lifeguard, lmaka tempat mereka bertugas saling berlawanan.

15. Peralatan disinfeksi
a. Bahan disinfeksi :
– Gas cholr dengan konsentrasi 100 %
– Calcium hypochlorite dengan konsentrasi 70 % beberntuk tepung (powder)
– Kalium hypochlorite dengan konsentrasi 4-12 % berbetuk cairan
b. Peralatan disinfeksi :
– Chlorinator
– Ruangan untuk meletakkan chlorine terpisah dengan jendela yang cukup untuk memudahkan observasi dari luar oleh petugas tanpa harus masuk kedalamnya.

c. Cara disinfeksi
Bila menggunakan gas chlorine (bebrbentuk cair dalam tabung) mempunyai kekuatan 100 % chlor bebas, untuk sebuah chlorinator dengan kemampuan 1 lb gas chlor setiap hari digunakan pada indoor pool dengan volume air 10.000 gallon. Sedangkan untuk outdoor pool 5000 gallon air kolam
d. Harus ada operator khusus untuk desinfeksi ini.

16. Bathhouse
Pemandian (bathhouse) adalah tempat pemandian yang didalamnya terdapat sarana yang dapat memberikan kenyamanan dan kesenangan serta administrasi kolam. Didalam bathhouse ini terdapat : ruangan untuk berpakaian, tempat showers, pusat pengendali kolam, ruangan gawat darurat dan ruang untuk penjaga (guard room) dsb.
Persyaratan umum :
o Bathhouse melindungi kolam dari tiupan angin yang kencang.
o Harus terletak sedemikian rupa sehingga pintu masuk ke kolam dekat dengan bagian terdangkan dari kolam.
Persyaratan khusus :
1. Ruang berpakaian
Ukuran umum untuk ruangan ini adalah 1/5 dari luas kawasan kolam renang
a. Lantai ruangan harus tidak licin, kedap air dengan sudut antara dinding dan lantai melengkung, lantai kemiringan ¼ inc per ft.
b. Desain ruangan sederhana, dengan konstrusi kedap air dan bahan yang halus dan ada sanbungan pipa untuk pencucian, dinding pemisah ruangan terletak diatas 6 inc diatas lantai ruangan.
c. Vebtilasi alam atau buatan memenuhi syarat minimal 10 % dari lantai agar dapat meningkatkan kondisi ruangan pakaian
d. Penerangan minimum 10 fc pada titik 3 meter dari lantai ruangan dan tetap menyala siang dan malam hari.

2. Tempat penyimpanan pakaian
a. Bisa digunakan penyimpanan dengan menggunakan tas yang digunakan pada rak
b. Untuk pakian anak-anak disrankan menggunakan keranjang untuk seriap anak.
3. Shower (mandi dengan penyiraman)
a. Satu shower untuk 40 perenang
b. Bila dalam ruangan maka dinding ruangan shower harus kedap air dan mudah dibersihkan pada harus ketinggian 1,5 – 2 meter.
c. Lantai shower dibuat dari bahan kedap air. Tiadak licin dengan kemiringan 3/8 inch per ft.
4. Toilet
a. 1 jamban dan 1 uranoir untuk 60 pria
b. 1 jamban untuk 40 wanita dan 1 urinaor untuk 60 wanita
c. Dalam ruang lavatories tersedia Sabun, tempat cuci tangan dan tissue
d. Konstruki toilet sama dengan konstruksi shower dengan tambahan konstruksi permanen untuk ruang jamban.
5. Ruangan pertolongan pertama/ PPPK
a. Harus ada peralatan PPPK seperti obat-obatan, tempat tidur, tempat cuci tangn juga locker untuk menyimpan pakaian/beda-benda pribadi baik penderita atau petugas jaga
b. Ada petugas khusus yang terampil PPPK.
6. Hygiene perorangan
a. Semua orang yang akan berenang membersihkan badannya di shower, disamping untuk penyesuaian suhu tubuh
b. Mereka yang berpenyakit kulit, pilok, mata atau penyakit enular lainnya tidak boleh berenang
c. Dilarang untuk meludah, berkumur dan kencing sewaktu berada didalam kolam renang.
d. Dilarang membawa makanan didalam area kolam renang

7. Sarana pelayanan makanan/ kantin
a. Persyaratan pada restoran brlaku disini
b. Makanan yang di jual hendaknya “ready for eat” (siap untuk dimakan) sehingga tidak banyak mengotori pemandian.
c. Fasilitas sanitasi bagi kantin harus tersedia dalam jumlah laupun kualitas yang memenuhi syarat.
Meliputi :
Jamban, urinoir, tempat cuci tangan dan tempat sampah
8. Cara menghitung maksimal kapsitas kolam (Maximum bathing load)

2.4 Pengaruh Kesehatan
Secara epidemiologis menunjukan bahwa walaupun konstruksi dan pengoperasian kolam renang/pemandian umum telah dilakukan dengan baik bukan merupakan jaminan untuk tidak menimbulkan masalah kesehatan masyarakat. Keadaan ini mendorong kita perlu melakukan pengawasan sanitasi kolam renang/ pemandian agar jangan sampai timbul masalah kesehatan masyarakat.
Beberapa penyakit yang erat hubungnnya dengan kolam renang adalah sebagai berikut :
1. Kelompok penyakit perut (intestinal diseases) :
Typhus, parathypus, dysentri amuba, leptospira, dysentri basilair
Hal ini bisa ditimbulkan melalui air kolam renang yang tercemar oleh limbah rumah tangga atau kotoran binatang.
2. Kelompok penyakit pernafasan (respiratory diseases), seperti : pilek, sinusitis, radang tenggorokan.
3. Kelompok penyakit infeksi pada mata, telinga, hidung, kerongkongan dengan kulit.
4. Kecelakaan-kecelakaan
Kecelakaan dan kematian merupakan masalah besar di kolam renang, penyebab utama adalah dari kurangnya pengawasan pada konstruksi, cara penggunaan dan pemeliharaan peralatan di kolam renang.
Masalah kecelakaan yang sering terjadi di kolam renang adalah disebabkan antara lain :
– Patahnya papan loncat
– Penempatan peluncur air yang salah
– Salahnya pemasangan atau pemeliharaan perawatan listrik
– Kurang tepatnya pemasangan atau pemeliharaan perawatan listrik
– Adanya pecahan gelas ataupun kacamata didalam kolam
Dari semua penyakit / kecelakaan tersebut yang paling umum terjadi pada perenang adalah :
• iritasi mata akibat dosis khlor yang tinggi
• Ph yang terlalu asam
• penyakit rangen (swimming itch)
Dari kenyataan yang ada, banyak membuktikan bahwa teori jelas berbeda dari kenyataan yang terjadi. maka, akan lebih bijak ketika lewat pembahasan menganai kolam renang ini diharapkan ketika kunjungan lapangan dapat memberikan pelajaran lebih lagi mengenai sanitasi kolam renang.

BAB III. HASIL KEGIATAN

3.1 Analisis Situasi
Kolam Renang Hotel Sahid Kawanua ini merupakan Kolam yang berada di lokasi kawasan Hotel Sahid Kawanua. Kolam renang ini merupakan salah satu fasilitas penunjang yang bisa digunakan oleh para tamu hotel /wisatawan yang menginap di Hotel Sahit Kawanua. Selain itu juga kolam renang ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat umum untuk berenang tapi harus membayar karcis masuk sebesar Rp. 20.000,-. untuk hari bisas, dan untuk Sabtu dan Minggu Rp.25.000,-.
Kolam renang ini berukuran Dan dilengkapi dengan tenda / tempat peristirahatan sementara yang berada di dekat kolam, serta tempat bilas juga kamar mandi yang berjumlah 2 kamar, terpisah untuk laki-laki dan perempuan.

3.2 Hasil Observasi
3.2.1 Persyaratan kesehatan Lingkungan dan Bangunan
A. Umum
1. Lokasi

\No. Bobot Komponen Penilaian Nilai Skor
1. 1 – Terhindar dari pencemaran kimia 4 4
2. – Terhindar dari pencemaran fisika 3 3
3. – Terhindar dari pencemaran bakteri 2 2
4. – Tidak terletak di daerah banjir 1 1
Jumlah 10 10
Sumber : Data Primer Sanitasi Kolam Renang, Tahun 2009.

2. Lingkungan
No. Bobot Komponen Penilaian Nilai Skor
1. 2 – Bersih 4 8
2. – Tidak memungkinkan sebagai tempat berkembang biak / bersarang tikus dan serangga. 3 6
3. – Dapat mencegah masuk dan berkembang biak binatang pengganggu lain 1 2
4. – Berpagar kuat 1 2
Jumlah 9 18
Sumber : Data Primer Sanitasi Kolam Renang, Tahun 2009.
3. Bagunan
No. Bobot Komponen Penilaian Nilai Skor
1. 1 – Kokoh kuat 5 5
2. – Tidak memungkinkan sebagai tempat berkembang biak / bersarang tikus dan serangga 4 4
Jumlah 9 9
Sumber : Data Primer Sanitasi Kolam Renang, Tahun 2009

B. Penggunaan Ruang
4. Pembagian Ruang
No. Bobot Komponen Penilaian Nilai Skor
1. 1 – Dipergunakan sesuai fungsinya 10 10
2.
Jumlah 10 10
Sumber : Data Primer Sanitasi Kolam Renang, Tahun 2009.
C. Konstruksi
5. Lantai
No. Bobot Komponen Penilaian Nilai Skor
1. 2 – Bersih 4 8
2. – Bahan kuat, kedap air, permukaan rata 2 4
3. – Tidak licin 1 2
4. – Yang selalu kontak dengan air tidak memungkinkan terjadinya genangan air 1 2
Jumlah 8 16
Sumber : Data Primer Sanitasi Kolam Renang, Tahun 2009.
6. Dinding
No. Bobot Komponen Penilaian Nilai Skor
1. 1 – Bersih 4 4
2. – Permukaan yang selalu kontak dengan air, kedap air 3 3
3. – Berwarna terang 3 3
Jumlah 10 10
Sumber : Data Primer Sanitasi Kolam Renang, Tahun 2009.

7. Atap
No. Bobot Komponen Penilaian Nilai Skor
1. 1 – Tidak bocor/ kuat 5 5
2. – Tidak memungkinkan terjadinya genangan air 5 5
Jumlah 10 10
Sumber : Data Primer Sanitasi Kolam Renang, Tahun 2009.

8. Langit-langit
No. Bobot Komponen Penilaian Nilai Skor
1. 1 – Tinggi dari lantai minimal 2,5 meter 6 6
2. – Bersih 4 4
Jumlah 10 10

9. Pintu
No. Bobot Komponen Penilaian Nilai Skor
1. 1 – Dapat di buka,di tutup atau dikunci dengan baik 5 5
2. – Dapat mencegah masuknya binatang penggangu 3 3
Jumlah 8 8
Sumber : Data Primer Sanitasi Kolam Renang, Tahun 2009.

10. Pencahayaan
No. Bobot Komponen Penilaian Nilai Skor
1. 1 – Cukup terang pada setiap setiap ruangan 5 5
2. – Tidak menimbulkan silau 3 3
Jumlah 8 8
Sumber : Data Primer Sanitasi Kolam Renang, Tahun 2009.
3.2.2 Persyaratan kesehatan kamar / ruang
A. Umum
8. Kamar / ruang
No. Bobot Komponen Penilaian Nilai Skor
1. 1 – Tidak pengab 4 4
2. – Bebas kuman alpha streptobocus haemiloticusdan kuman phatogen 3 3
3. – Tidak bernau (H2S dan amoniak) 3 3

Jumlah 10 10
Sumber : Data Primer Sanitasi Kolam Renang, Tahun 2009.

B. Khusus
9. Ruang istirahat karyawan
No. Bobot Komponen Penilaian Nilai Skor
1. 1 – Bersih 4 4
2. – Tersedia jamban kamar mandi dan peturasan yang terpisah untuk pria dan wanita 3 3
3. – Ruang istirahat pria dan wanita terpisah 2 2
4. – Tersedia lemari / loker 1 1
Jumlah 10 10
Sumber : Data Primer Sanitasi Kolam Renang, Tahun 2009.
10. Kamar mandi jamban dan peturasan
No. Bobot Komponen Penilaian Nilai Skor
1. 4 – Bersih 4 16
2. – Aliran air limbah lancar 3 12
3. – Sarana pembuangan air limbah kedap air dan tertutup 2 8
4. Perbandingan jumlah karyawan dan kamar mandi, jamban dan peturasan 1 4
Jumlah 10 40
Sumber : Data Primer Sanitasi Kolam Renang, Tahun 2009.
3.2.3 Persyaratan kesehatan
A. Fasilitas sanitasi
11. Penyediaan Air
No. Bobot Komponen Penilaian Nilai Skor
1. 5 – Memenuhi syarat kualitas air bersih 3 15
2. – Tersedia dalam jumlah yang cukup 3 15
3. – Air tersedia pada setiap kegiatan yang berkesinambungan 1 5
4.
5. – Distribusi air menggunakan sistem perpipaan
– Terhindar dari cemaran silang 1
1 5
5
Jumlah 10 50
Sumber : Data Primer Sanitasi Kolam Renang, Tahun 2009.
12. Pancuran Bilas
No. Bobot Komponen Penilaian Nilai Skor
1. 2 – Bersih dan tidak berbau 3 6
2. – Air mengalir dengan lancar dan kontinyu 2 4
3. – Lantai kedap air dan tidak licin
– Untuk setiap 40 orang minimal tersedia 1 pancuran bilas 2
1 4
2

Jumlah 8 16
Sumber : Data Primer Sanitasi Kolam Renang, Tahun 2009.
13. Toilet untuk umum
No. Bobot Komponen Penilaian Nilai Skor
1. 3 – Bersihdan tidak berbau 3 9
2. – Letaknya tidak berhubungan langsung dengan dapur dan ruang tamu 3 9
3. – Lantai kedap air dan Tidak licin lantai miring ke arah saluran pembuanagan 2 6
4. – Tilet untuk pria dan wanita terpisah 1 3
Jumlah 9 18
Sumber : Data Primer Sanitasi Kolam Renang, Tahun 2009.
B. Pengelolaan Sampah
14. Tempat sampah
No. Bobot Komponen Penilaian Nilai Skor
1. 2 – Terbuat dari bahan yang kuat, ringan, tahan karat, dan kedap air 2 4
2. – Permukaan bagian dalam halus dan rata 2 4
3.
– Mempunyai tutup yang mudah dibuka dan di tutup tanpa mengotori tangan 1 2

5.
6. Jumlah dan volume tempat sampah sesuai dengan produksi sampah perhari
– Mudah diisi dan di kosongkan
– Sampah dari setiap ruang diangkut/dikosongkan setiap hari 1

2
2
2

4
4

Jumlah 10 20
Sumber : Data Primer Sanitasi Kolam Renang, Tahun 2009.

15. Tempat pengumpul sampah sementara
No. Bobot Komponen Penilaian Nilai Skor
1. 2 – Tidak permanen 3 6
2. – Tidak terjadi tempat perindukan serangga dan binatang 1 2
3. – Mudah di jangkau oleh kendaraan pengangkut sampah 3 6
4. – Frekuensi pengosongan / pengangkutan sampah minimal 3 x 24 jam 0 0
Jumlah 7 14
Sumber : Data Primer Sanitasi Kolam Renang, Tahun 2009.
16 Peralatan pencegahan masuknya serangga dan tikus
No. Bobot Komponen Penilaian Nilai Skor
1. 1 – Dilengkapi dengan alat yang dapat mencegah masuknya serangga dan tikus 5 5
2. – Sarana penyimpanan air harus tertutup dan bebas jentik nyamuk 4 4
Jumlah 9 9
Sumber : Data Primer Sanitasi Kolam Renang, Tahun 2009.
17 Area Kolam renang
No. Bobot Komponen Penilaian Nilai Skor
1. 3 – Ada pemisah yang jelas antara area kolam renang dan area yang lain sehingga orang yang tidak berkepentingan di larang masuk 7 21
2. – Ada pemisah yang jelas antara area kolam renang dan area yang lain akan tetapi orang yang tidak berkepentingan dapat masuk 3 9
3. – Intensitas cahaya 10 fc, terutama pada tangga 0 0
Jumlah 10 30
Sumber : Data Primer Sanitasi Kolam Renang, Tahun 2009.
18. Volume air kolam renang
No. Bobot Komponen Penilaian Nilai Skor
1. 3 – Kolam renag selalu terisi penuh dengan air 5 15
2. – Jumlah perenang maksimum sebanding denganatas permukaan kolam renang di bagi 3 5 15
Jumlah 10 30
Sumber : Data Primer Sanitasi Kolam Renang, Tahun 2009.
19 Konstruksi
No. Bobot Komponen Penilaian Nilai Skor
1. 4 -
– Lantai dan dinding kolam kuat, kedap air, permukaan rata. 1 4
2. -
Lantai berwarna putih atau terang 1 4
3.
– Sudut-sudut dinding dan dasar kolam melengkung 1 4
– Tidak terjadi hubungan langsung antara air bersih dan air kotor
– Lubang pengurasan di lengkapi denga jeriji besi
– Pada kedalaman kolam ,1,5 m kemiringan tidak lebih dari 30 %
– Tangga dan pegangan kolam berbentik bulat, tahankarat dan tidak menonjol
– Lantai di tepi kolam renang kedap air, lebih tinggi min 1m dan tidak licin
– Ada tanda-tanda yang jelas tentang kedalaman kolam 1

1

1

1

1

1 4

4

4

4

4

4

Jumlah 9 36
Sumber : Data Primer Sanitasi Kolam Renang, Tahun 2009.

3.2.4 Karyawan
20. Surat keterangan sehat dari dokter yang masih berlaku
No. Bobot Komponen Penilaian Nilai Skor
1. 2 – 80 – 100 % jumlah karyawan memiliki 10 20
Jumlah 10 20
Sumber : Data Primer Sanitasi Kolam Renang, Tahun 2009.
3.2.5 Kualitas Air Kolam Renang
A. Fisika
21. Bau
No. Bobot Komponen Penilaian Nilai Skor
1. 4 – Tidak Berbau 10 40
Jumlah 10 40
Sumber : Data Primer Sanitasi Kolam Renang, Tahun 2009.
22. Benda Terapung
No. Bobot Komponen Penilaian Nilai Skor
1. 2 – Bebas dari benda terapung 10 20
Jumlah 10 20
Sumber : Data Primer Sanitasi Kolam Renang, Tahun 2009.
23. Kejernihan
No. Bobot Komponen Penilaian Nilai Skor
1. 4 – Jernih atau diukur dengan piringan seei 10 40
Jumlah 10 40
Sumber : Data Primer Sanitasi Kolam Renang, Tahun 2009.

B. Kimiawi
24. pH atau derajat Keasaman
No. Bobot Komponen Penilaian Nilai Skor
1. 1 – 6,8 – 8,5 10 10
Jumlah 10 10
Sumber : Data Primer Sanitasi Kolam Renang, Tahun 2009.
2.3 Hasil Pengukuran dan Pengamatan
Berdasarkan formulir penilaian pemeriksaan sanitasi di Kolam Renang Hotel Sahid Kawanua Manado, didapatkan hasil sebagai berikut (berdasarkan pemeriksaan 4 orang):
560 + 571 + 559 + 562 = 563 ( skor akhir )
4
Untuk pengukuran lainnya seperti pengukuran kadar aluminuim dan bakteri E-Coli tidak dilakukan oleh petugas Kolam Renang. Padahal, variabel tersebut sangat penting mengingat indikator pengukuran untuk tingginya angka Diare berhubungan dengan kadar E-Coli yang melewati standar Baku Mutu yang telah ditentukan untuk kulaitas air bersih.
Pengukuran sisa chlor untuk Kolam Renang Hotel Sahid Kawanua melebihi angka yang seharusnya berada diantara 0,2 – 0,5 namun kenyataan lapangan menunjukkan kolam renang Sahid Kawanua memiliki kadar sisa Chlor sampai pada 1,0 – 1,5 . Hal ini jelas penting untuk mendapat perhatian mengingat kadar sisa Chlor yang berlebihan akan berpengaruh buruk terhadap kesehatan. Lantai kolam renang Hotel Sahid Kawanua perlu mendapat perhatian yang penting. Berdasarkan kunjungan lapangan, didapati lantai tergenang air. Hal ini dapat berakibat terjadinya kecelakaan / terpeleset.

BAB III. PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Salah satu tempat wisata yang menunjang pelayanan pariwisata Kota Manado adalah kolam renang. Kolam renang adalah tempat pemandian yang diperuntukan bagi kepentingan perorangan ataupun bagi umum dan mempunyai kedalaman minimal 2 feet atau lebih. Pemanfaatan tempat wisata kolam renang diharakan mampu memberikan pelayanan pariwisata yang berkualitas.
Dalam membangun sebuah tempat pariwisata berupa kolam renang terdapat syarat-syarat dan prinsip yang harus diperhatikan. Dampak kesehatan masyarakat bagi jaminan tempat wista kolam renang cukup besar. Oleh karena itu, dibutuhkan keseriusan pada pengelolah tempat wisata kolam renang. Dari kenyataan yang ada, banyak membuktikan bahwa teori jelas berbeda dari kenyataan yang terjadi. maka, akan lebih bijak ketika lewat pembahasan mengania kolam renang ini diharapkan ketika kunjungan lapangan dapat memberikan pelajaran lebih lagi mengenai sanitasi kolam renang.
Kolam Renang Hotel Sahid Kawanua ini merupakan Kolam yang berada di lokasi kawasan Hotel Sahid Kawanua. Kolam renang ini merupakan salah satu fasilitas penunjang yang bisa digunakan oleh para tamu hotel /wisatawan yang menginap di Hotel Sahit Kawanua.

3.2 Saran
Untuk meningkatkan mutu pelayanan Hotel Sahid Kawanua yang baik, seharusnya dilakukan pengawasan akan penyediaan fasilitas Hoel seperti Kolam Renang. Hal ini akan berdampak pada pariwisata khususnya Manado dalam rangka menunjang Manado sebagai Kota Pariwisata Dunia 2010

DAFTAR PUSTAKA

Anonymous. 2009 .Persyaratan Kesehatan Lingkungan Kolam Renang dan Pemandian Umum.
(http://www.ziddu.com/download/3612951/checklist%20inspeksi%20sanitasi%20kolam%20renang.pdf.html) online diakses 02/11/2009
Muljadi A, Nurhayati Sitti. 2002. Pengertian Pariwisata ( Kursus Tertulis Pariwisata Tingkat Dasar Modul I). Jakarta : Badan Pengembangan Kebudayaan dan Pariwisata Pusat Pendidikan dan Pelatihan.

About these ads

About kristonimala

studing in Public Health Faculty of Unsrat...
This entry was posted in Sanitarian. Bookmark the permalink.

2 Responses to Sanitasi Kolam Renang

  1. okta kesling 08 says:

    ka klo sanitasi di hotel dang ada ckkckkkck

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s