<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Kristonimala&#039;s Blog</title>
	<atom:link href="http://kristonimala.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kristonimala.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Wed, 19 Oct 2011 03:25:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='kristonimala.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/77b643c65faf80f9901587e3bad43397?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Kristonimala&#039;s Blog</title>
		<link>http://kristonimala.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://kristonimala.wordpress.com/osd.xml" title="Kristonimala&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://kristonimala.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Heroin Dicampur ke Dodol</title>
		<link>http://kristonimala.wordpress.com/2010/10/15/heroin-dicampur-ke-dodol/</link>
		<comments>http://kristonimala.wordpress.com/2010/10/15/heroin-dicampur-ke-dodol/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Oct 2010 10:09:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kristonimala</dc:creator>
				<category><![CDATA[Police Line]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kristonimala.wordpress.com/?p=190</guid>
		<description><![CDATA[JAKARTA &#8211; Modus peredaran narkoba di Indonesia kian beragam. Baru-baru ini Sat I Narkotika Polda Metro Jaya mengungkap peredaran heroin dan sabu dengan menggunakan kaleng makanan berisi dodol.&#160; “Heroin itu ditaruh bersama dodol. Tempat kue (kaleng) itu di atasnya dodol, &#8230; <a href="http://kristonimala.wordpress.com/2010/10/15/heroin-dicampur-ke-dodol/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kristonimala.wordpress.com&amp;blog=10858811&amp;post=190&amp;subd=kristonimala&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h5><strong>JAKARTA</strong> &#8211; Modus peredaran narkoba di Indonesia kian beragam. Baru-baru ini Sat I Narkotika Polda Metro Jaya mengungkap peredaran heroin dan sabu dengan menggunakan kaleng makanan berisi dodol.&nbsp;</p>
<p>“Heroin itu ditaruh bersama dodol. Tempat kue (kaleng) itu di atasnya dodol, ditaruh bersama barang itu (heroin). Satu kaleng itu bisa dua kilogram heroin yang disita. Kalau tidak cermat, itu bisa lolos,” ujar Direktur Narkoba Kombes Anjan Pramuka Putra di Mapolda Metro, Jumat (15/10/2010).</p>
<p>Selain itu, lanjut Anjan, pelaku juga menaruhnya bersama bungkusan kopi sachet dan makanan kecil, seperti wafer cokelat.</p>
<p>“Sudah sempat terjual, tapi kami belum tahu jumlahnya karena masih sedang didalami oleh penyidik,” ungkap Anjan.</p>
<p>Sebagaimana diketahui, Satuan I Narkotika Direktorat Narkoba Polda Metro berhasil mengungkap peredaran gelap narkotika jenis heroin dan sabu di tiga lokasi berbeda. Empat tersangka pengedar diamankan masing-masing berinisial YA alias YL, DR alias AC, EM dan TSA.</p>
<p>Polisi berhasil menciduk tersangka berinisial YA alias YL dan DR alias AC di Pusat Grosir Cililitan (PGC) pada Selasa 28 September 2010 lalu. Sedangkan tersangka EM ditangkap di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan pada Jumat 8 Oktober 2010 sore. Sementara tersangka TSA diciduk di rumah kontrakannya di Pejaten Timur, Pasar Minggu di hari yang sama.</p>
<p>Dari hasil pengembangan, para tersangka diketahui mendapatkan barang haram tersebut dari seseorang bernama Samuel alias Kris, seorang narapidana WN Nigeria yang mendekam di LP Nusakambangan. Penyidik juga memperoleh keterangan bahwa Samuel ada kaitannya dengan napi lain bernama Kapten.</p>
<p>Total barang bukti yang berhasil disita dari sindikat yang dikendalikan narapidana Nusakambangan atas nama Kapten adalah 3.455 gram heroin dan 254 gram sabu. Semuanya diperkirakan bernilai Rp4,5 miliar.</p>
<p>Para tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 112 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU Nomor 35 dengan ancaman pidana paling lama 20 tahun atau seumur hidup dan hukuman mati.<br />
<strong>(ton)</strong></h5>
<p><strong>* makin pinter aja para pengedar heroin yeee&#8230;.* </strong></p>
<p><strong>* pak polisi harus kerja ekstra nie, nyari t42 dodol untuk di periksa,, smngad pak polisi&#8230;<br />
</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kristonimala.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kristonimala.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kristonimala.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kristonimala.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kristonimala.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kristonimala.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kristonimala.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kristonimala.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kristonimala.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kristonimala.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kristonimala.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kristonimala.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kristonimala.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kristonimala.wordpress.com/190/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kristonimala.wordpress.com&amp;blog=10858811&amp;post=190&amp;subd=kristonimala&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kristonimala.wordpress.com/2010/10/15/heroin-dicampur-ke-dodol/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/481a147c527323a1bb6eca604d36735f?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kristonimala</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tersangka Suap Rp 500 Juta Minta Bebas</title>
		<link>http://kristonimala.wordpress.com/2010/10/14/tersangka-suap-rp-500-juta-minta-bebas/</link>
		<comments>http://kristonimala.wordpress.com/2010/10/14/tersangka-suap-rp-500-juta-minta-bebas/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Oct 2010 11:03:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kristonimala</dc:creator>
				<category><![CDATA[Police Line]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kristonimala.wordpress.com/?p=182</guid>
		<description><![CDATA[Pengacara Daniel Tanjung, Badrani Rashid, meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak menahan kliennya yang menjadi tersangka dalam kasus penyuapan cek perjalanan terkait pemilihan Deputi Gubernur Senior BI, Miranda Goeltom... Dalihnya, Daniel dinilai sudah renta dan tidak menikmati cek perjalanan tersebut. &#8230; <a href="http://kristonimala.wordpress.com/2010/10/14/tersangka-suap-rp-500-juta-minta-bebas/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kristonimala.wordpress.com&amp;blog=10858811&amp;post=182&amp;subd=kristonimala&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><a href="http://kristonimala.files.wordpress.com/2010/10/tipikor4.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-183" title="tipikor4" src="http://kristonimala.files.wordpress.com/2010/10/tipikor4.jpg?w=103&#038;h=114" alt="" width="103" height="114" /></a>Pengacara Daniel Tanjung, Badrani Rashid, meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak menahan kliennya yang menjadi tersangka dalam kasus penyuapan cek perjalanan terkait pemilihan Deputi Gubernur Senior BI, Miranda Goeltom.</span>..<br />
<span style="color:#000000;"> Dalihnya, Daniel dinilai sudah renta dan tidak menikmati cek perjalanan tersebut. &#8220;Kami meminta KPK untuk tidak menahan Daniel karena beliau sudah cukup tua dan tidak pernah menikmati uang itu,&#8221; ujarnya seusai menemani Daniel menjalani pemeriksaan, Jumat (1/10/2010) di Gedung KPK, Jakarta.</span><br />
<span style="color:#000000;"> Daniel, kini 75 tahun, semula anggota Komisi IX DPR periode 1999-2004 dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP).</span><br />
<span style="color:#000000;"> Ia disebut menerima cek perjalanan senilai Rp 500 juta dari politisi PPP lainnya, Endin Soefihara. &#8220;Tapi dia tidak pakai uang itu, hanya terima, lalu dititipkan,&#8221; ujar Badrani.</span><br />
<span style="color:#000000;"> Siang tadi, Daniel dan Sofyan Usman diperiksa pihak penyidik KPK dalam kaitannya sebagai tersangka kasus suap yang melibatkan 26 politisi DPR dari berbagai partai dan anggota TNI/Polri.</span><br />
<span style="color:#000000;"> Pada pemeriksaan tersebut, baik Daniel maupun Sofyan hanya ditanyai perihal struktur kinerja kerja komisi, fraksi, dan poksi.</span><br />
<span style="color:#000000;"> &#8220;Baru data pribadi, belum sampai substansi terkait struktur organisasi, tugas Komisi IX. Pertanyannya tidak sampai 20,&#8221; ungkap Badrani.</span><br />
<span style="color:#000000;"> Sementara itu, seusai menjalani pemeriksaan sekitar 5,5 jam, Daniel Tanjung yang menggunakan kemeja lengan panjang dan peci tampak berusaha menghindar dari wartawan.</span><br />
<span style="color:#000000;"> Semua pertanyaan yang ditujukan kepadanya pun ia limpahkan kepada kuasa hukumnya dan langsung menuju mobil pribadi.</span></p>
<p style="text-align:justify;">Kata orang, gila kali nie orang yac, habis korupsi minta dibebasin aja,,</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kristonimala.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kristonimala.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kristonimala.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kristonimala.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kristonimala.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kristonimala.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kristonimala.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kristonimala.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kristonimala.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kristonimala.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kristonimala.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kristonimala.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kristonimala.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kristonimala.wordpress.com/182/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kristonimala.wordpress.com&amp;blog=10858811&amp;post=182&amp;subd=kristonimala&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kristonimala.wordpress.com/2010/10/14/tersangka-suap-rp-500-juta-minta-bebas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/481a147c527323a1bb6eca604d36735f?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kristonimala</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kristonimala.files.wordpress.com/2010/10/tipikor4.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">tipikor4</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Produk Indomie berbahayaKah untuk Kesehatan ???</title>
		<link>http://kristonimala.wordpress.com/2010/10/14/produk-indomie-berbahayakah-untuk-kesehatan/</link>
		<comments>http://kristonimala.wordpress.com/2010/10/14/produk-indomie-berbahayakah-untuk-kesehatan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Oct 2010 10:53:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kristonimala</dc:creator>
				<category><![CDATA[Masalah kesehatan Terkini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kristonimala.wordpress.com/?p=176</guid>
		<description><![CDATA[Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) belum akan mengambil kebijakan untuk menarik produk Indomie dari peredaran, meski di Taiwan sedang dipermasalahkan. Produk mi instan andalan PT Indofood Sukses Makmur itu dinilai masih aman dikonsumsi. Badan POM juga belum mengkaji lebih &#8230; <a href="http://kristonimala.wordpress.com/2010/10/14/produk-indomie-berbahayakah-untuk-kesehatan/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kristonimala.wordpress.com&amp;blog=10858811&amp;post=176&amp;subd=kristonimala&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a rel="attachment wp-att-177" href="http://kristonimala.wordpress.com/2010/10/14/produk-indomie-berbahayakah-untuk-kesehatan/gambar-makanan-indomie/"><img class="alignleft size-medium wp-image-177" title="Gambar makanan indomie" src="http://kristonimala.files.wordpress.com/2010/10/gambar-makanan-indomie.jpg?w=269&#038;h=154" alt="" width="269" height="154" /></a>Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) belum akan mengambil kebijakan untuk menarik produk Indomie dari peredaran, meski di Taiwan sedang dipermasalahkan. Produk mi instan andalan PT Indofood Sukses Makmur itu dinilai masih aman dikonsumsi.</p>
<div style="text-align:justify;">Badan POM juga belum mengkaji lebih jauh tentang kemungkinan menjatuhkan sanksi kepada PT Indofood Sukses Makmur. &#8220;Untuk memberi sanksi kan harus ada ketentuan yang dilanggar. Selama kandungan nipagin tidak dilanggar, ya kami tidak bisa melarang produksi,&#8221; kata Kepala Badan POM Kustantinah di sela rapat dengar pendapat dengan Komisi Kesehatan DPR, Kamis (14/10).</div>
<div style="text-align:justify;">Berdasarkan hasil pengujian Badan POM dalam kurun 5 tahun terakhir terhadap mi instan Indomie, menunjukkan bahwa mi, bumbu, dan minyak tidak mengandung pengawet nipagin (methyl p-hydroxybenzoate).</div>
<div style="text-align:justify;">Sedangkan kecap yang disertakan dalam kemasan mi instan, kata Kustantinah, memang mengandung nipagin, namun tidak melebihi batas maksimum yakni 250 mg/kg. &#8220;Produk mi instan yang terdaftar di Indonesia memenuhi standar dan persyaratan yang ditetapkan aman untuk dikonsumsi,&#8221; ujarnya.</div>
<div style="text-align:justify;">Vice President PT Indofood Sukses Makmur, Fransiscus Welirang mengatakan, Taiwan sebenarnya juga memperkenankan penggunaan pengawet dalam makanan, tetapi jenisnya berbeda. &#8220;Di sini boleh nipagin (methyl), tapi di sana tidak boleh. Harus pakai etil atau butil,&#8221; kata dia dalam kesempatan yang sama.</div>
<div style="text-align:justify;">Fransiscus mengkhawatirkan terjadinya salah persepsi tentang penggunaan bahan pengawet ini, antara PT Indofood dan Taiwan. &#8220;Standarnya memang berbeda, tapi sebenarnya (jenis pengawetnya) masih satu turunan,&#8221; imbuhnya.</div>
<div style="text-align:justify;">Soal kerugian yang diderita perseroan yang dipimpinnya akibat penarikan Indomie di Taiwan, Fransiscus tampak tidak terlalu kecewa. &#8220;Kecil lah,&#8221; katanya singkat sambil tertawa.</div>
<div style="text-align:justify;">Ekspor mi instan Indomie yang dilakukan PT Indofood ke Taiwan, kata Fransiscus, hanya sekitar 2-5 juta kardus per tahun. Jumlah itu jauh di bawah produksi total yang mencapai 11 miliar kardus Indomie per tahun, serta diekspor ke 80 negara. &#8220;Yang diekspor pedagang yang bercampur dengan produk-produk lain itu yang tidak bisa dihitung,&#8221; ucapnya.</div>
<div style="text-align:justify;">kita patulah serba hati-hati terhadap segala sesuatu yang kita konsumsi bukan hanya pada produk indomie ini, tapi segala yang kita konsumsi baik makanan maupun minuman yang kita konsumsi.</div>
<div style="text-align:justify;"><span style="text-decoration:underline;">*salam untuk kemanusiaan*</span></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kristonimala.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kristonimala.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kristonimala.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kristonimala.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kristonimala.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kristonimala.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kristonimala.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kristonimala.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kristonimala.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kristonimala.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kristonimala.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kristonimala.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kristonimala.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kristonimala.wordpress.com/176/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kristonimala.wordpress.com&amp;blog=10858811&amp;post=176&amp;subd=kristonimala&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kristonimala.wordpress.com/2010/10/14/produk-indomie-berbahayakah-untuk-kesehatan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/481a147c527323a1bb6eca604d36735f?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kristonimala</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kristonimala.files.wordpress.com/2010/10/gambar-makanan-indomie.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Gambar makanan indomie</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lembar Pendaftaran KSR PMI Unsrat</title>
		<link>http://kristonimala.wordpress.com/2010/09/02/lembar-pendaftaran-ksr-pmi-unsrat/</link>
		<comments>http://kristonimala.wordpress.com/2010/09/02/lembar-pendaftaran-ksr-pmi-unsrat/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Sep 2010 05:21:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kristonimala</dc:creator>
				<category><![CDATA[KSR PMI Unsrat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kristonimala.wordpress.com/?p=170</guid>
		<description><![CDATA[KORPS SUKARELA PALANG MERAH INDONESIA Unversitas Sam Ratulangi Manado Saat ini KSR PMI Unsrat menerima anggota baru tahun 2010, bagi yang berjiwa sosial dan mau bergabung dengan kami di KSR PMI Unsrat dapat mengambil formulir pendaftaran di Markas KSR PMI &#8230; <a href="http://kristonimala.wordpress.com/2010/09/02/lembar-pendaftaran-ksr-pmi-unsrat/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kristonimala.wordpress.com&amp;blog=10858811&amp;post=170&amp;subd=kristonimala&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2 style="text-align:center;"><strong><strong><span style="color:#993300;"> </span></strong></strong></h2>
<h2 style="text-align:center;"><strong><span style="color:#993300;">KORPS SUKARELA PALANG MERAH INDONESIA</span></strong></h2>
<h2 style="text-align:center;"><strong><strong><span style="color:#993300;"> </span></strong></strong></h2>
<h2 style="text-align:center;"><strong><span style="color:#993300;"> Unversitas Sam Ratulangi Manado</span></strong></h2>
<h2 style="text-align:center;"><strong><strong><span style="color:#993300;"><a href="http://kristonimala.files.wordpress.com/2010/09/34362732344s.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-171" title="34362732344s" src="http://kristonimala.files.wordpress.com/2010/09/34362732344s.jpg?w=640" alt=""   /></a></span></strong></strong></h2>
<ul>
<li><strong><span style="color:#993300;"> </span>Saat ini KSR PMI Unsrat menerima anggota baru tahun 2010, bagi yang berjiwa sosial dan mau bergabung dengan kami di KSR PMI Unsrat dapat mengambil formulir pendaftaran di Markas KSR PMI Unsrat dengan alamat : </strong></li>
<li><strong>- Gedung PKM Unsrat Lt.II<br />
Atau dapat menghubungi Ketua KSR PMI Unsrat :<br />
</strong></li>
</ul>
<ul>
<li><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0     false false false  EN-US X-NONE X-NONE                           &lt;![endif]--><strong><span style="font-size:15pt;font-family:&amp;" lang="EN-GB">Juliastika       <em>Hp. </em>085657327463</span></strong></li>
</ul>
<p><strong><span style="font-size:15pt;font-family:&amp;" lang="EN-GB">Formulir pendaftaran dapat juga di download di alamat berikut <a title="Lembar Pendaftaran KSR PMI Unsrat" href="http://www.4shared.com/document/MuVPFSuc/Lembar_Pendaftaran_PCAB.html">http://www.4shared.com/document/MuVPFSuc/Lembar_Pendaftaran_PCAB.html<br />
</a></span></strong></p>
<h1 style="text-align:center;"><strong><span style="font-size:15pt;font-family:&amp;" lang="EN-GB"><span style="color:#000000;">*VIVA IJO MANYALA*</span><br />
</span></strong></h1>
<p><strong><span style="font-size:15pt;font-family:&amp;" lang="EN-GB"><br />
</span></strong></p>
<div id="_mcePaste" style="overflow:hidden;position:absolute;left:-10000px;top:0;width:1px;height:1px;"><!--[if !mso]&gt; &lt;!  v\:* {behavior:url(#default#VML);} o\:* {behavior:url(#default#VML);} w\:* {behavior:url(#default#VML);} .shape {behavior:url(#default#VML);} --> <!--[endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0     false false false  EN-US X-NONE X-NONE               MicrosoftInternetExplorer4              &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;                                                                                                                                            &lt;![endif]--><!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoPapDefault 	{mso-style-type:export-only; 	margin-bottom:10.0pt; 	line-height:115%;} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --><!--[if gte mso 10]&gt; &lt;!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:&quot;&quot;; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0in; 	mso-para-margin-right:0in; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:&quot;Calibri&quot;,&quot;sans-serif&quot;; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;} --> <!--[endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--><!--[if gte vml 1]&gt;                           &lt;![endif]--><!--[if !vml]--></p>
<table cellspacing="0" cellpadding="0" align="left">
<tbody>
<tr>
<td width="395" height="6"></td>
</tr>
<tr>
<td></td>
<td><img src="/DOCUME%7E1/dark/LOCALS%7E1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image001.gif" alt="KORPS SUKARELA" width="379" height="54" /></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><!--[endif]--></p>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kristonimala.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kristonimala.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kristonimala.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kristonimala.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kristonimala.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kristonimala.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kristonimala.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kristonimala.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kristonimala.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kristonimala.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kristonimala.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kristonimala.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kristonimala.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kristonimala.wordpress.com/170/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kristonimala.wordpress.com&amp;blog=10858811&amp;post=170&amp;subd=kristonimala&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kristonimala.wordpress.com/2010/09/02/lembar-pendaftaran-ksr-pmi-unsrat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/481a147c527323a1bb6eca604d36735f?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kristonimala</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kristonimala.files.wordpress.com/2010/09/34362732344s.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">34362732344s</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PROGRAM PEMBANGUNAN NASIONAL (PEMBANGUNAN SOSIAL DAN BUDAYA)</title>
		<link>http://kristonimala.wordpress.com/2010/08/26/program-pembangunan-nasional-pembangunan-sosial-dan-budaya/</link>
		<comments>http://kristonimala.wordpress.com/2010/08/26/program-pembangunan-nasional-pembangunan-sosial-dan-budaya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Aug 2010 18:43:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kristonimala</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perencanaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kristonimala.wordpress.com/?p=162</guid>
		<description><![CDATA[A. UMUM Berbagai kebijakan dan program yang diuraikan dalam bab ini adalah dalam rangka mendukung pelaksanaan prioritas pembangunan nasional yang keempat, yaitu membangun kesejahteraan rakyat, meningkatkan kualitas kehidupan beragama dan ketahanan budaya. Permasalahan pembangunan sosial dan budaya yang menjadi perhatian &#8230; <a href="http://kristonimala.wordpress.com/2010/08/26/program-pembangunan-nasional-pembangunan-sosial-dan-budaya/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kristonimala.wordpress.com&amp;blog=10858811&amp;post=162&amp;subd=kristonimala&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><strong>A. UMUM</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Berbagai kebijakan dan program yang diuraikan dalam bab ini adalah dalam rangka mendukung pelaksanaan prioritas pembangunan nasional yang keempat, yaitu membangun kesejahteraan rakyat, meningkatkan kualitas kehidupan beragama dan ketahanan budaya.</p>
<p style="text-align:justify;">Permasalahan pembangunan sosial dan budaya yang menjadi perhatian utama antara lain adalah masih rendahnya derajat kesehatan dan status gizi serta kesejahteraan sosial masyarakat; masih rentannya ketahanan budaya dan masih belum diberdayakannya kesenian dan pariwisata secara optimal; masih rendahnya kedudukan dan peranan perempuan di berbagai bidang kehidupan dan pembangunan; masih rendahnya partisipasi aktif pemuda dalam pembangunan nasional, belum membudayanya olahraga dan masih rendahnya prestasi olahraga. Berbagai permasalahan tersebut akan diatasi melalui pelaksanaan berbagai program pembangunan yang mengacu pada arah kebijakan sosial dan budaya yang telah diamanatkan dalam GBHN 1999-2004. Strategi yang digunakan dalam melaksanakan pembangunan bidang sosial dan budaya adalah desentralisasi; peningkatan peran masyarakat termasuk dunia usaha; pemberdayaan masyarakat termasuk pemberdayaan perempuan dan keluarga; penguatan kelembagaan termasuk peningkatan koordinasi antarsektor dan antar lembaga.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>B. ARAH KEBIJAKAN</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Sesuai dengan GBHN 1999-2004 arah kebijakan pembangunan sosial dan budaya adalah sebagai berikut.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>1. Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial.</strong></p>
<ul>
<li style="text-align:justify;">Meningkatkan mutu sumber daya manusia dan lingkungan yang saling mendukung dengan pendekatan paradigma sehat, yang memberikan prioritas pada upaya peningkatan kesehatan pencegahan, penyembuhan, pemulihan dan rehabilitasi sejak pembuahan dalam kandungan sampai lanjut usia.</li>
<li style="text-align:justify;">Meningkatkan dan memelihara mutu lembaga dan pelayanan kesehatan melalui pemberdayaan sumber daya manusia secara berkelanjutan dan sarana prasarana dalam bidang medis, termasuk ketersediaan obat yang dapat dijangkau oleh masyarakat.</li>
<li style="text-align:justify;">Mengembangkan sistem jaminan sosial tenaga kerja bagi seluruh tenaga kerja bagi seluruh tenaga kerja untuk mendapatkan perlindungan, keamanan, dan keselamatan kerja yang memadai, yang pengelolaannya melibatkan pemerintah, perusahaan dan pekerja.</li>
<li style="text-align:justify;">Membangun ketahanan sosial yang mampu memberi bantuan penyelamatan dan pemberdayaann terhadap penyandang masalah kesejahteraan sosial dan korban bencana serta mencegah timbulnya gizi buruk dan turunnya kualitas generasi muda.</li>
<li style="text-align:justify;">Membangun apresiasi terhadap penduduk lanjut usia dan veteran untuk menjaga harkat martabatnya serta memanfaatkan pengalamannya.</li>
<li style="text-align:justify;">Meningkatkan kepedulian terhadap penyandang cacat, fakir miskin dan anak-anak terlantar, serta kelompok rentan sosial melalui penyediaan lapangan kerja yang seluas-luasnya dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat.</li>
<li style="text-align:justify;">Meningkatkan kualitas penduduk melalui pengendalian kelahiran, memperkecil angka kematian, peningkatan kualitas program keluarga berencana.</li>
<li style="text-align:justify;">Memberantas secara sistematis perdagangan dan penyalahgunaan narkotik dan obat-obatan terlarang dengan memberikan sanksi yang seberat-beratnya kepada produsen, pengedar dan pemakai.</li>
<li style="text-align:justify;">Memberikan aksesibiliti fisik dan non fisik guna menciptakan perspektif penyandang cacat dalam segala pengambilan keputusan.</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><strong>2. Kebudayaan, Kesenian dan Pariwisata.</strong></p>
<ul>
<li style="text-align:justify;">Mengembangkan dan membina kebudayaan nasional bangsa Indonesia yang bersumber dari warisan budaya leluhur bangsa, budaya nasional yang mengandung nilai-nilai universal termasuk kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dalam rangka mendukung terpeliharanya kerukunan hidup bermasyarakat dan membangun peradaban bangsa.</li>
<li style="text-align:justify;">Merumuskan nilai-nilai kebudayaan Indonesia, sehingga mampu memberikan rujukan sistem nilai terhadap totalitas perilaku kehidupan ekonomi, politik, hukum dan kegiatan kebudayaan dalam rangka pengembangan kebudayaan nasional dan peningkatan kualitas berbudaya masyarakat.</li>
<li style="text-align:justify;">Mengembangkan sikap kritis terhadap nilai-nilai budaya dalam rangka memilah-milah nilai budaya yang kondusif  dan serasi untuk menghadapi tantangan pembangunan bangsa dimasa depan.</li>
<li style="text-align:justify;">Mengembangkan kebebasan berkreasi dan berkesenian untuk mencapai sasaran sebagai inspirasi bagi kepekaan rasa terhadap totalitas kehidupan dengan mengacu pada etika, moral, estetika dan agama, serta memberikan perlindungan dan penghargaan terhadap hak cipta dan royalti bagi pelaku seni dan budaya.</li>
<li style="text-align:justify;">Mengembangkan dunia perfilman Indonesia secara sehat sebagai media massa kretaif yang memuat keberagaman jenis keseniaan untuk meningkatkan. moralitas agama serta kecerdasan bangsa. pembentukan opini publik yang posistif dan peningkatan nilai tambah secara ekonomi.</li>
<li style="text-align:justify;">Melestarikan apresiasi nilai keseniaan dan kebudayaan tradisional serta menggalakkan dan memberdayakan sentra-sentra keseniaan untuk merangsang berkembangnya keseniaan nasional yang lebih kreatif dan inovativ, sehingga menumbuhkan rasa kebanggaan nasional.</li>
<li style="text-align:justify;">Menjadikan keseniaan dan kebudayaan tradisional Indonesia sebagai wahana bagi pengembangan pariwisata nasional dan mempromosikannya keluar negeri secara konsisten sehingga dapat menjadi wahana persahabatan antarbangsa.</li>
<li style="text-align:justify;">Mengembangkan pariwisata melalui pendekatan sistem yang utuh dan terpadu bersifat interdisipliner dan partisipatoris dengan menggunakan kriteria ekonomis, tekhnis, ergonomis, sosial budaya, hemat energi, melestarikan alam dan tidak merusak lingkungan.</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>3. Kedudukan</strong> <strong>dan Peranan Perempuan.</strong></p>
<ul>
<li style="text-align:justify;">Meningkatkan kedudukan dan peranan perempuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara melalui kebijakan nasional yang diemban oleh lembaga yang mampu memperjuangkan terwujudnya kesetaraan dan keadilan gender.</li>
<li style="text-align:justify;">Meningkatkan kualitas peran dan kemandirian organisasi perempuan dengan tetap mempertahankan nilai persatuan dan kesatuan serta nilai historis perjuangan kaum perempuan, dalam rangka melanjutkan usaha pemberdayaan perempuan serta kesejahteraan keluarga dan masyarakat.</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><strong>4. Pemuda dan Olahraga</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<ul>
<li style="text-align:justify;">Menumbuhkan budaya olahraga guba meningkatkan kualitas manusia Indonesia sehingga memeiliki tingkat kesehatan dan kebugaran yang cukup, yang harus dimulai sejak usia dini melalui pendidikan olahraga disekolah dan masyarakat.</li>
<li style="text-align:justify;">Meningkatkan usaha pembibitan dan pembinaan olahraga prestasi, harus dilakukan secara sistematis dan komprehensif melalui lembaga-lembaga pendidikan sebagai pusat pembianaan dibawah koordinasi masing-masing organisasi olahraga termasuk organisasi olahraga penyandang cacat bersama-sama dengan masyarakat demi tercapainya sasaran prestasi yang membanggakan ditingkat Internasional.</li>
<li style="text-align:justify;">Mengembangkan iklim yang kondusif bagi generasi muda dalam mengaktualisasikan segenap potensi, bakat, dan minat dengan memberikan kesempatan dan kebebasan mengorganisasikan dirinya secara bebabs dan merdeka sebagai wahana pendewasaan untuk menjadi pemimpin bangsa yang beriman dan bertakwa, berakhlak mulia, patriotis, demokratis, mandiri, dan tanggap terhadap aspirasi rakyat.</li>
<li style="text-align:justify;">Mengembangkan minat dan semangat kewirausahaan dikalangan generasi muda yang berdaya saing, unggul dan mandiri.</li>
<li style="text-align:justify;">Melindungi segenap generasi muda dari bahaya destruktif terutama bahaya penyalahgunaan narkotika, obat-obat terlarang dan zat aditif lainnya (narkoba) melalui gerakan pemberantasan dan peningkatan kesadaran masyarakat akan bahaya penyalahgunaan narkoba.</li>
</ul>
<h1 style="text-align:justify;">C.  PROGRAM-PROGRAM PEMBANGUNAN</h1>
<p style="text-align:justify;">Program pembangunan sosial dan budaya yang akan dilaksanakan dalam tahun 2000-2004 dikelompokkan dalam program kesehatan dan kesejahteraan sosial; kebudayaan, kesenian dan pariwisata; kedudukan dan peranan perempuan; serta pemuda dan olahraga, dengan uraian sebagai berikut :</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>1. </strong><strong>Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>1.1 </strong><strong>Program Lingkungan Sehat, Perilaku Sehat, dan Pemberdayaan Masyarakat</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>a.  Lingkungan Sehat</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Program ini bertujuan untuk mewujudkan mutu lingkungan hidup yang sehat yang mendukung tumbuh kembang anak dan remaja, memenuhi kebutuhan dasar untuk hidup sehat, dan memungkinkan untuk interaksi social, serta melindungi masyarakat dari ancaman bahaya yang berasal dari lingkungan sehingga tercapai derajat kesehatan individu, keluarga, dan masyarakat yang optimal.</p>
<p style="text-align:justify;">Lingkungan yang diharapkan adalah yang kondusif  bagi terwujudnya keadaan sehat fisik, mental, sosial, dan spiritual. Lingkungan tersebut mencakup unsur fisik, biologis, dan psikososial. Berbagai aspek lingkungan yang membutuhkan perhatian adalah tersedianya air bersih, sanitasi lingkungan yang memadai, perumahan dan pemukiman yang sehat, dan lingkungan yang memungkinkan kecukupan ruang gerak untuk interaksi psikososial yang positif antar anggota keluarga maupun anggota masyarakat. Lingkungan yang kondusif juga diperlukan untukmendorong kehidupan keluarga yang saling asih, asah, asuh untuk menciptaka ketahanan keluarga dari pengaruh negatif modernisasi. Beberapa masalah lingkungan biologis yang perlu diantisipasi adalah pembukaan lahan baru, pemukiman pengungsi, dan urbanisasi yang erat kaitannya dengan penyebaran penyakit melalui vektor, perubahan kualitas udara karena polusi, dan paparan terhadap bahan berbahaya lainnya. Peningkatan mutu lingkungan mensyaratkan kerjasama dan perencanaan lintas sektor bahkan lintas negara yang berwawasan kesehatan.</p>
<p style="text-align:justify;">Sasaran yang akan dicapai oleh program ini adalah :</p>
<ol>
<li style="text-align:justify;">Tersusunnya kebijakan dan konsep peningkatan kualitas lingkungan ditingkat lokal, regional dan nasional dengan kesepakatan lintas sektoral tentang tanggung jawab perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan.</li>
<li style="text-align:justify;">Terselenggaranya upaya peningkatan lingkungan fisik, social, dan budaya masyarakat dengan memaksimalkan potensi sumber daya secara mandiri.</li>
<li style="text-align:justify;">Meningkatnya kesadaran dan tanggung jawab masyarakat untuk memelihara lingkungan sehat.</li>
<li style="text-align:justify;">Meningkatnya cakupan keluarga yang mempnyai akses terhadap air bersih yang memenuhi kualitas bakteriologis dan sanitasi lingkungan di perkotaan dan pedesaan.</li>
<li style="text-align:justify;">Tercapainya pemukiman dan lingkunagn perumahan yang memenuhi syarat kesehatan di pedesaan dan perkotaan termasuk penanganan daerah kumuh.</li>
<li style="text-align:justify;">Terpenuhinya persyaratan kesehatan ditempat-tempat umum termasuk saran dan cara pengelolaannya.</li>
<li style="text-align:justify;">Terpenuhinya lingkungan sekolah dengan ruang yang memadai dan kondusif untuk menciptakan interaksi social dan mendukung perilaku hidup sehat.</li>
<li style="text-align:justify;">Terpenuhinya persyaratan kesehatan ditempat kerja, perkantoran, dan indusri ternasuk bebas radiasi</li>
<li style="text-align:justify;">Terpenuhinya persyaratan kesehatan di seluruh rumah sakit dan saran pelayanan kesehatan lain termasuk pengelolaan limbah.</li>
<li style="text-align:justify;">Terlaksananya pengolaha limbah industri dan polusi udara oleh industri maupun saran transportasi</li>
<li style="text-align:justify;">Menurunnya tingkat paparan pestisida dan insektisida dilingkungan kerja pertanian dan indusri dan pengawasan terhadap produk-produknya untuk keamanan konsumen.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Kegiatan pokok yang tercakup dalam program lingkungan sehat adalah :</p>
<ol>
<li>Meningkatkan promosi hygiene dan sanitasi ditingkat individu, keluarga, dan masyarakat.</li>
<li>Meningkatkan mutu lingkungan perumahan dan pemukiman termasuk pengungsian.</li>
<li>Meningkatkan hygiene dan sanitasi tempat-tempat umum dan pengelolaan makanan.</li>
<li>Meningkatka kesehatan keselamatan kerja.</li>
<li>Meningkatkan wilayah/kawasan sehat termasuk kawasan bebas rokok.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;"><strong>b.   Perilaku Sehat dan Pemberdayaan Masyarakat</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Tujuan umum program ini adalah memberdayakan individu, keluarga dan masyarakat dalam bidang kesehatan untuk memelihara, meningkatkan, dan melindungi kesehatannya sendiri dan lingkungannya menuju masyarakat yang sehat, mandiri, dan produktif. Hal ini ditempuh melalui peningkatan pengetahuan, sikap positif, perilaku dan peran aktif individu, keluarga, dan masyarakat sesuai dengan budaya setempat.</p>
<p style="text-align:justify;">Perilaku masyarakat yang diharapkan adalah yang bersifat proaktif untuk memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan, mencegah terjadinya resiko penyakit, melindungi diri dari ancaman penyakit, serta berpartisipasi aktif dalam gerakan peningkatan kesehatan masyarakat, sedangkan kemampuan masyarakat yang diharapkan pada masa depan adalah mampu menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu tanpa adanya hambatan, baik yang bersifat ekonomi maupun non ekonomi.</p>
<p style="text-align:justify;">Sasaran umum program ini adalah keberdayaan individu, keluarga, dan masyarakat dalam bidang kesehatan yang ditandai oleh peningkatan perilaku hidup sehat dan peran aktif dalam memelihara, meningkatkan, dan melindungi kesehatan diri dan lingkungan sesuai social budaya setempat, khususnya pada masa kehamilan, masa bayi dan kanak-kanak, remaja perempuan usia produktif, dan kelompok-kelompok lain dengan kebutuhan kesehatan yang khusus.</p>
<p style="text-align:justify;">Sasaran khusus program ini adalah :</p>
<ol>
<li>Meningkatnya perwujudan kepedulian perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan bermasyarakat.</li>
<li>Menurunnya prevalensi perokok, penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (napza), serta meningkatnya lingkungan sehat bebas asap rokok, dan bebas napza di sekolah, tempat kerja, dan tempat-tempat umum.</li>
<li>Menurunnya angka kematian dan kecacatan akibat kelahiran/persalinan, kecelakaan, dan rudapaksa.</li>
<li>Menurunnya prevalensi dab dampak gangguan jiwa masyarakat.</li>
<li>Meningkatnya keterlibatan dan tanggung jawab laki-laki dalam kesehatan keluarga.</li>
<li>Berkembangnya system jaringan dukungan masyarakat, sehingga pada akhirnya kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan masyarakat dapat meningkat.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Kegiatan pokok yang dilaksakan melalui program ini adalah :</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">1.      Meningkatkan kepedulian terhadap perilaku hidup bersih dan sehat.</p>
<p style="text-align:justify;">2.      Meningkatkan kepedulian terhadap proses perkembangan dini anak.</p>
<p style="text-align:justify;">3.      Meningkatkan upaya anti tembakau dan napza.</p>
<p style="text-align:justify;">4.      Meningkatkan pencegahan kecelakaan dan rudapaksa.</p>
<p style="text-align:justify;">5.      Meningkatkan upaya kesehatan jiwa masyarakat.</p>
<p style="text-align:justify;">6.      Memperkuat system jaringan dukungan masyarakat sesuai dengan potensi dan budaya setempat.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>1.2.  Program Upaya Kesehatan</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Tujuan program ini adalah meningkatka pemerataan dan mutu upaya kesehatan yang berhasil guna dan berdaya guna serta terjangkau oleh segenap anggota masyarakat. Sasaran umum program ini adalah tersedianya pelayanan kesehatan dasar (pelayanan kesehatan masyarakat yang dilaksnakan di puskesmas) dan rujukan (pelayana kesehatan lanjutan yang dilaksanakan di rumah sakit) baik pemerintah maupun swasta yang didukung oleh peran serta masyarakat dan sistem pembiayaan praupaya (dana jaminan kesehatan). Perhatian utama diberikan pada pengembangan upaya kesehatan yang mempunyai daya ungkit tinggi terhadap peningkatan derajat kesehatan sesuai masalah setempat.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Tujuan khusus program ini adalah :</p>
<p style="text-align:justify;">1.           Mencegah terjadinya dan tersebarnya penyakit menular sehingga tidak menjadi masalah kesehatan masyarakat.</p>
<p style="text-align:justify;">2.           Menurunkan angka kesakitan (mordibitas), kematian (mortalitas), dan kecacatan (disability) dari penyakit menular dan penyakit tidak menular termasuk kesehatan gigi.</p>
<p style="text-align:justify;">3.           Meningkatkan dan memperluas jangkauan dan pemerataan pelayanan kesehatan dasar.</p>
<p style="text-align:justify;">4.           Meningkatkan dan memantapkan mutu pelayanan kesehatan dasar, rujukan, dan penunjangnya agar efisisen dan efektif.</p>
<p style="text-align:justify;">5.           Meningkatkan penggunaan obat rasonal dan cara pengobatan tradisional yang aman dan bermanfaat baik secara tersendiri maupunterpadu dalam jaringan pelaanan kesehatan paripurna.</p>
<p style="text-align:justify;">6.           Meningkatkan status kesehatan reproduksi bagi wanita usia subur termasuk anak, remaja, ibu hamil, dan ibu menyusui.</p>
<p style="text-align:justify;">7.           Meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan manusia dalam menghadapi kondisi matra (lingkungan khas) yang berubah secara bermakna sehingga tetap dapat bertahan dalam kehidupan serta mampu mengatasi permasalahan secara mandiri.</p>
<p style="text-align:justify;">8.           Menghindarkan manusia dan lingkungannya dari dampak bencana yang terjadi baik akibat ulah manusia maupun alam, melalui upaya-upaya survailans epidemiologi, pencegahan, dan penanggulangan bencana yang dilakukan secara terpadu, dengan peran serta masyarakat secara terpadu, dengan peran masyarakat secara aktif.</p>
<p style="text-align:justify;">9.           Mengembangkan pelayanan rehabilitasi bagi kelompok yang memerlukan pelayanan khusus.</p>
<p style="text-align:justify;">10.       Meningkatkanpelayanan kesehatan bagi kelompok lanjut usia.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Sasaran yang ingin dicapai oleh program ini adalah :</p>
<p style="text-align:justify;">1.      Menurunnya angka kesakitan penyakit demam berdarah dengue (DBD) menjadi kurang dari 5 per 100.000 penduduk; angka kesakitan malaria menurun 75 persen dari kondisi tahun 2000; angka kesembuhan penyakit tuberculosis (TB) paru lebih dari 85 persen; prevalensi human immunodeficiency virus (HIV) kurang dari 1 persen; angka kematian pneumonia balitamenurun menjadi 3 per 1.000 balita; angka kematian diare pada balita menurun menjadi 1,25 per 1.000 balita; eliminasi penyakit kusta; pencapaian universal child immunization (UCI) 90 persen; dan eradikasi polio; serta mencegah masuknya penyakit-penyakit baru seperti Ebola, dan radang otak.</p>
<p style="text-align:justify;">2.      Menurunnya kejadian penyakit tidak menular seperti penyakit jantung, stroke, gangguan mental, dan kematian akibat kecelakaan.</p>
<p style="text-align:justify;">3.      Meningkatnya rasio tenaga dan fasilitas pelayanan kesehatan dibanding penduduk, terjangkaunya 90 persen masyarakat di daerah rawan kesehatan leh pelayanan kesehatan,dan meningkatnya pemanfaatan fasilitas pelayanan kesehatan.</p>
<p style="text-align:justify;">4.      Meningkatnya persentase fasilitas pelaanan kesehatan dasar dan rujukan yang memenuhi standar baku mutu (quality assurance), dan meningkatnya kepuasan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan.</p>
<p style="text-align:justify;">5.      Meningkatnya penggunaan obat secara rasional.</p>
<p style="text-align:justify;">6.      Meningkatnya cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan menjadi 75 persen; cakupan penanganan komplikasi kasus obstetric minimal 12 persen dari seluruh persalinan; cakupan pembinaan kesehatan balita dan anak usia prasekolah menjadi 80 persen; cakupan pelayanan antenatal, postnatal, dan neonatal menjadi 90 persen.</p>
<p style="text-align:justify;">7.      Menurunnya angka kematian akibat perubahan kondisi matra seperti angka kematian jemaah haji dan pengungsi.</p>
<p style="text-align:justify;">8.      Berkembangnya system kewaspadaan dini kejadian luar biasa (KLB), pencegahan dan penanggulangan bencana secara terpadu dan melibakan peran aktif masyarakat.</p>
<p style="text-align:justify;">9.      Berkembangnya pelayanan kesehatan rehabilitasi bagi kelompok penderita kecacatan dan pelayanan ksehatan bagi kelompok lanjut usia.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Kegiatan pokok yang tercakup dalam program upaya kesehatan adalah :</p>
<p style="text-align:justify;">1.      Meningkatkan pemberantasan penyakit menular dan imunisasi.</p>
<p style="text-align:justify;">2.      Meningkatkan upaya pemberantasan penyakit tidak menular</p>
<p style="text-align:justify;">3.      Meningkatkan upaya penyembuhan penyakit dan pemulihan yang terdiri atas pelayanan kesehatan dasar dan pelayanankesehatan rujukan.</p>
<p style="text-align:justify;">4.      Meningkatkan pelayanan kesehatan penunjang.</p>
<p style="text-align:justify;">5.      Membina dan mengembangkan pengobatan tradisional.</p>
<p style="text-align:justify;">6.      Meningkatkan pelayanan kesehatan reproduksi.</p>
<p style="text-align:justify;">7.      Meningkatkan pelayanan kesehatan matra.</p>
<p style="text-align:justify;">8.      Mengembangkan system surveilans epidemiologi.</p>
<p style="text-align:justify;">9.      Melaksanakan penanggulangan bencana dan bantuan kemanusiaan.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<h2 style="text-align:justify;">1.3.            Program Perbaikan Gizi Masyarakat</h2>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Tujuan umum program ini adalah meningkatkan intelektualitas dan produktifitas sumber daya manusia, sedangkan tujuan khusus adalah :</p>
<p style="text-align:justify;">1.      Meningkatkan kemandirian keluarga dalam upaya perbaikan status gizi</p>
<p style="text-align:justify;">2.      Meningkatkan pelayanan gizi untuk mencapai keadaan gizi yang baik untuk menurunkan prevalensi gizi kurang dan gizi lebih, dan</p>
<p style="text-align:justify;">3.      Meningkatkan penaganekaragaman konsumsi pangan bermutu untuk memantapkan ketahan pangan tingkat rumah tangga.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Sasaran<strong><em> </em></strong>yang ingin dicapai adalah :</p>
<p style="text-align:justify;">1.      Menurunkan prevalensi gizi kurang pada balita menjadi 20 %</p>
<p style="text-align:justify;">2.      Menurunnya prevalensi gangguan akibat kekurangan yodium (GAKY) berdasarkan total goitre rate (TGR) pada anak menjadi kurang dari 5 %.</p>
<p style="text-align:justify;">3.      Menurunnya anemia gizi besi pada ibu hamil menjadi 40 % dan kurang energi kronis (KEK)  ibu hamil menjadi 20 %</p>
<p style="text-align:justify;">4.      Tidak ditemukannnya kekurangan vitamin A (KVA) klinis pada balita dan ibu hamil</p>
<p style="text-align:justify;">5.      Mencegah meningkatnya prevalensi gizi lebih, menjadi kurang dari 10 %</p>
<p style="text-align:justify;">6.      Menurunnya prevalensi bayi berat lahir rendah (BBLR)</p>
<p style="text-align:justify;">7.      Meningkatnya jumlah rumah tangga yang mengkonsumsi garam beryodium menjadi 90%</p>
<p style="text-align:justify;">8.      Meningkatnya pemberian air susu ibu (ASI) eksklusif menjadi 80 %</p>
<p style="text-align:justify;">9.      Meningkatnya pemberian makanan pendamping (MP)-ASI yang baik mulai usia bayi 4 bulan</p>
<p style="text-align:justify;">10.  Tercapainya konsumsi gizi seimbang  dengan rata-rata konsumsi energi sebesar 2.200 kkal perkapita perhari dan protein 50 gram perkapita perhari</p>
<p style="text-align:justify;">11.  Sekurang-kurangnya 70 persen keluarga telah sadar gizi.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Kegiatan pokok yang tercakup dalam program ini adalah :</p>
<p style="text-align:justify;">1.      Meningkatkan penyuluhan gizi masyarakat</p>
<p style="text-align:justify;">2.      Menanggulangi gizi kurang dan menekan kejadian gizi buruk pada balita serta menanggulangi KEK pada wanita usia subur termasuk ibu hamil dan ibu nifas</p>
<p style="text-align:justify;">3.      Menanggulangi GAKY</p>
<p style="text-align:justify;">4.      Menanggulangi anemia gizi besi (AGB)</p>
<p style="text-align:justify;">5.      Menanggulangi KVA</p>
<p style="text-align:justify;">6.      Meningkatkan penanggualngan kekurangan gizi mikro lainnya (misalnya calsium, zinc, dan lain-lain)</p>
<p style="text-align:justify;">7.      Meningkatkan penanggulangan gizi lebih</p>
<p style="text-align:justify;">8.      Melaksanakan fortifikasi dan keamanan pangan dan gizi</p>
<p style="text-align:justify;">9.      Memantapkan pelaksanaan sistem kewaspadaan pangan dan gizi (SKPG)</p>
<p style="text-align:justify;">10.  Mengembangkan dan membina tenaga gizi</p>
<p style="text-align:justify;">11.  Melaksanakan penelitian dan pengembangan gizi</p>
<p style="text-align:justify;">12.  Melaksanakan perbaikan gizi institusi (misalnya sekolah, RS, perusahaan, dan lain-lain)</p>
<p style="text-align:justify;">13.  Melaksanakan perbaikan gizi akibat dampak sosial, pengungsian, dan bencana alam.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>1.4. </strong><strong> Program Sumber Daya Kesehatan</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Program ini bertujuan untuk</p>
<p style="text-align:justify;">1.      Meningkatkan jumlah, mutu, dan penyebaran tenaga kesehatan.</p>
<p style="text-align:justify;">2.      Meningkatkan jumlah, efektivitas, dan efisiensi penggunaan biaya kesehatan.</p>
<p style="text-align:justify;">3.      Meningkatkan ketersediaan sarana, prasarana, dan dukungan logistik pada sarana pelayanan kesehatan yang semaikn merata, terjangkau, dan dimanfaatkan oleh masyarakat.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Sasaran umum program ini adalah :</p>
<p style="text-align:justify;">1.        Terdapatnya kebijakan dan rancana pengembangan tenaga kesehatan dari masyarakat dan pemerintah disemua tingkat.</p>
<p style="text-align:justify;">2.        Meningkatnya pendayagunaan tenaga kesehatan yang ada dan pengembangan pembinaan karier seluruh tenaga kesehatan.</p>
<p style="text-align:justify;">3.        Meningkatnya fungsi lembaga pendidikan dan pelatahan tenaga kesehatan yang mengutamakan pengembangan peserta didik dalam rangka meningkatkan profesionalisme.</p>
<p style="text-align:justify;">4.        Meningkatnya persentase penduduk yang menjadi peserta system pemeliharaan kesehatan dengan pembiayaan praupaya.</p>
<p style="text-align:justify;">5.        Meningkatnya jumla bada usaha yang menyelenggarakan upaya system pembiayaan praupaya.</p>
<p style="text-align:justify;">6.        Tersedianya jaringan pemberi pelayanan kesehatan paripurna yang bermutu, baik pemerintah maupun swasta, sesuai dengan kebutuhan system pembaiayaan praupaya.</p>
<p style="text-align:justify;">7.        Meningkatnya jumlah unit jaringan pelayanan dokter keluarga sebagai penyelenggara pelayanan kesehatan system pembiayaan praupaya yang menyelenggarakan pelayanan paripurna dan bermutu.</p>
<p style="text-align:justify;">8.        Tersedianya peralatan kesehatan baik medis maupun nonmedis yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan.</p>
<p style="text-align:justify;">9.        Tersedianya perbekalan kesehatan yang memadai baik jenis maupun jumlahnya, yang sesuai dengan permasalahan setempat dan kebutuha masyarakat terhadap pelayanan kesehatan.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Kegiatan yang tercakup dalam program sumber daya kesehatan adalah :</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">1.      Meningkatkan perencanaan dan pendayagunaan tenaga kesehatan.</p>
<p style="text-align:justify;">2.      Meningkatkan pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan.</p>
<p style="text-align:justify;">3.      Mengembangkan system pembiayaan praupaya.</p>
<p style="text-align:justify;">4.      Mengembangkan sarana, prasarana, dan dukungan logistik pelayanan kesehatan.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>1.5. </strong><strong> Program Obat, Makanan, dan Bahan Berbahaya</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Program ini bertujuan untuk :</p>
<p style="text-align:justify;">1.      Melindungi masyarakat dari bahaya penyalahgunaan dan kesalahgunaan obat, narkotika, psikotropika, zat adiktif (NAPZA), dan bahan berbahaya lainnya.</p>
<p style="text-align:justify;">2.      Melindungi masyarakat dari penggunaan sediaan farmasi, makanan dan alat kesehatan (farmakes) yang tidak memenuhi persyaratan mutu dan keamanan</p>
<p style="text-align:justify;">3.      Menjamin ketersediaan, keterjangkauan, dan Pemerataan obat yang bermutu yang dibutuhkan masyarakat ; dan</p>
<p style="text-align:justify;">4.      Meningkatkan potensi daya saing industri farmasi terutama yang berbasis sumber daya alam dalam negeri.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Sasaran yang akan dicapai oleh program ini adalah</p>
<p style="text-align:justify;">1.      Terkendalinya penyaluran obat dan NAPZA</p>
<p style="text-align:justify;">2.      Terhindarnya masyarakat dari penyalahgunaan dan kesalahgunaan obat dan NAPZA</p>
<p style="text-align:justify;">3.      Dicegahnya risiko atau akibat samping penggunaan bahan kimia berbahaya sebagai pengelolaan yang tidak memenuhi syarat</p>
<p style="text-align:justify;">4.      Terjaminnya mutu produk farmasi dan alat kesehatan yang beredar</p>
<p style="text-align:justify;">5.      Terhindarnya masyarakat dari informasi penggunaan farmakes yang tidak objektif dan menyesatkan</p>
<p style="text-align:justify;">6.      Tercapainya tujuan medis penggunaan obat secara efektif dan aman sekaligus efisiensi pembiayaan obat</p>
<p style="text-align:justify;">7.      Diterapkannya petunjuk pengaturan produk farmakes (good regulatory practice)</p>
<p style="text-align:justify;">8.      Diterapkannya petunjuk pengelolaan produk farmakes (good management practice) melalui peningkatan pelayanan perizinan/registrasi yang professional dan tepat waktu ;</p>
<p style="text-align:justify;">9.      Terakuinya kemampuan pengujian Pusat Pemeriksaan Obat dan Makanan (PPOM)/Balai Pemeriksaan Obat dan Makanan (BPOM) dalam system akreditasi internasional</p>
<p style="text-align:justify;">10.  Meningkatnya potensi daya saing industri farmasi nasional menghadapi globalisasi ;</p>
<p style="text-align:justify;">11.  Terjaminnya mutu sarana cara produksi obat yang baik (CPOB), pengadaan dan penyaluran produk farmakes yang beredar</p>
<p style="text-align:justify;">12.  Terjaminnya kecukupan obat esensial generic bagi pelayanan kesehatan dasar di sector publik ; dan</p>
<p style="text-align:justify;">13.  Terjaminnya mutu pengelolaan obat di kabupaten/kota dalam rangka desentralisasi.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Kegiatan pokok yang tercakup dalam program ini adalah</p>
<p style="text-align:justify;">1.      Meningkatkan pengamanan bahaya penyalahgunaan dan kesalahan obat, narkotika, psikotropika, zat adiktif, dan bahan berbahaya yang lain</p>
<p style="text-align:justify;">2.      Meningkatkan pengamanan dan pengawasan makanan dan bahan tambahan makanan (BTM)</p>
<p style="text-align:justify;">3.      Meningkatkan pengawasan obat, obat tradisional, kosmetika dan alat kesehatan termasuk pengawasan terhadap promosi/iklan</p>
<p style="text-align:justify;">4.      Meningkatkan penggunaan obat rasional</p>
<p style="text-align:justify;">5.      Menerapkan obat esensial</p>
<p style="text-align:justify;">6.      Mengembangkan obat asli indonesia</p>
<p style="text-align:justify;">7.      Membina dan mengembangkan industri farmasi</p>
<p style="text-align:justify;">8.      Meningkatkan mutu pengujian laboratorium pengawasan obat dan makanan (pom);</p>
<p style="text-align:justify;">9.      Mengembangkan standar mutu obat dan makanan</p>
<p style="text-align:justify;">10.  Mengembangkan system dan layanan informasi pom.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>1.6. Program Kebijakan dan Manajemen Pembangunan Kesehatan</strong></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Untuk penyelenggaraan upaya kesehatan sesuai dengan tujuan, kebijakan, dan strategi yang telah ditetapkan dibutuhkan kebijakan dan manajemen sumber daya yang efektif dan efisien didukung dengan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan sehigga dapat tercapai pelayanan kesehatan yang merata dan berkualitas. Sumber daya tersebut terdiri atas sumber daya tenaga, pembiayaan, fasilitas, ilmu pengetahuan, teknologi serta informasi. Sumber daya yang mendukung tercapainya tujuan, kebijakan, dan strategi tersebut berasal dari pemerintah dan masyarakat termasuk swasta.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Sasaran yang akan dicapai oleh program ini adalah</p>
<p style="text-align:justify;">1.      Terciptanya kebijakan kesehatan yang menjamin tercapainya system kesehatan yang efisien, efektif, berkualitas, dan berkesinambungan</p>
<p style="text-align:justify;">2.      Terciptanya kebijakan kesehatan yang mendukung reformasi  bidang kesehatan</p>
<p style="text-align:justify;">3.      Tersedianya sumber daya manusia di bidang kesehatan yang mampu melakukan berbagai kajian kebijakan kesehatan</p>
<p style="text-align:justify;">4.      Berjalannya system perencanaan kesehatan melalui pendekatan wilayah dan sektoral dalam mendukung desentralisasi</p>
<p style="text-align:justify;">5.      Terciptanya organisasi dan tata laksana di berbagai tingkat administrasi sesuai dengan asas desentralisasi dan penyelenggaraan pemerintahan yang baik</p>
<p style="text-align:justify;">6.      Tertatanya administrasi keuangan dan perlengkapan yang efisien dan fleksibel di seluruh jajaran kesehatan</p>
<p style="text-align:justify;">7.      Terciptanya mekanisme pengawasan pengendalian diseluruh jajaran kesehatan</p>
<p style="text-align:justify;">8.      Tersusunnya berbagai perangkat hokum di bidang kesehatan secara menyeluruh</p>
<p style="text-align:justify;">9.      Terlaksananya inventarisasi, kajian dan analisis secara akademis seluruh perangkat hokum yang berkaitan dengan penyelenggaraan upaya kesehatan</p>
<p style="text-align:justify;">10.  Tersedianya perangkat hokum guna dilaksanakannya proses legislasi dan mitigasi dalam penyelesaian konflik hokum bidang kesehatan</p>
<p style="text-align:justify;">11.  Tersedianya informasi kesehatan yang akurat, tepat waktu, dan lengkap sebagai bahan dalam proses pengambilan keputusan dalam pengelolaan pembangunan kesehatan, serta menyediakan informasi untuk perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, evaluasi program kesehatan dan meningkatkan kewaspadaan di semua tingkat administrasi; dan</p>
<p style="text-align:justify;">12.  Tersusunnya kebijakan dan konsep pengelolaan program kesehatan untuk mendukung desentralisasi.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Kegiatan pokok yang tercakup dalam program kebijakan dan manajemen kesehatan adalah</p>
<p style="text-align:justify;">1.      Mengembangkan kebijakan program kesehatan</p>
<p style="text-align:justify;">2.      Mengembangkan manajemen pembangunan kesehatan</p>
<p style="text-align:justify;">3.      Mengembangkan hukum kesehatan, termasuk penyempurnaan ruu tentang jaminan pemeliharaan kesehatan masyarakat serta ruu tentang praktek kedokteran</p>
<p style="text-align:justify;">4.      Mengembangkan system informasi kesehatan</p>
<p style="text-align:justify;">5.      Mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>1.7.  Program Pengembangan Potensi Kesejahteraan Sosial</strong></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Potensi kesejahteraan sosial mencakup perorangan, keluarga, kelompok masyarakat, dan lembaga /organisasi pelayanan sosial yang memiliki dan memanfaatkan kemampuannya dalam mengembangkan taraf kesejahteraan sosial bagi diri, keluarga, dan lingkungannya, serta bagi mereka yang masih mengalami permasalahan dalam memelihara, memperbaiki, dan meningkatkan taraf kesejahteraan sosialnya. Selain itu, potensi kesejahteraan sosial juga mencakup nilai-nilai yang konstruktif, ilmu pengetahuan, dan teknologi.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Tujuan program ini adalah untuk mengembangkan kesadaran, kemampuan, tanggung jawab, dan peran aktif masyarakat dalam menangani permasalahan sosial di lingkungannya, serta memperbaiki kualitas hidup, dan kesejahteraan penyandang masalah kesejahteraan sosial.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Sasaran kinerja program  ini adalah</p>
<p style="text-align:justify;">1.      Terpenuhinya hak-hak anak untuk tumbuh kembang</p>
<p style="text-align:justify;">2.      Terlindunginya anak, lanjut usia, dan perempuan dari tindak kekerasan, eksploitasi, dan perlakuan salah.</p>
<p style="text-align:justify;">3.      Tersedianya pelayanan sosial dan kemudahan untuk mengakses fasilitas umum bagi penduduk lanjut usia, veteran, dan penyandang cacat</p>
<p style="text-align:justify;">4.      Meningkatnya kemampuan penyandang cacat agar dapat melakukan fungsi sosialnya secara layak dan menjadi sumber daya manusia yang produktif</p>
<p style="text-align:justify;">5.      Terlindunginya hak-hak penyandang cacat ganda untuk hidup secara wajar</p>
<p style="text-align:justify;">6.      Terpeliharanya nilai-nilai kearifan penduduk lanjut usia dan veteran secara berkesinambungan pada generasi muda dan masyrakat umum</p>
<p style="text-align:justify;">7.      Pulih, terbebas, dan berdayanya anak nakal dan korban narkotika dari kenakalan dan penyalahgunaan narkoba</p>
<p style="text-align:justify;">8.      Pulihnya kemauan dan kemampuan tuna susila untuk melaksanakan fungsi sosialnya secara wajar</p>
<p style="text-align:justify;">9.      Mandirinya fakir miskin dan kelompok rentan sebagai sumber daya produktif</p>
<p style="text-align:justify;">10.  Meningkatnya kemampuan masyarakat termasuk dunia usaha untuk memenuhi kebutuhan dasar dalam penyelamatan penyandang masalah sosial, korban akibat bencana, termasuk korban kerusuhan sosial, dan warga masyarakat yang bermukim  di daerah rawan bencana</p>
<p style="text-align:justify;">11.  Meningkatnya pendayagunaan potensi dan sumber sumber sosial masyarakat, yang meliputi tenaga kesejahteraan sosial masyarakat (TKSM), relawan sosial, organisasi sosial, lembaga swadaya masyarakat (LSM), karang taruna, lembaga perlindungan sosial kemasyarakatan lainnya, sumbangan sosial masyarakat, dan dunia usaha dalam mencegah dan menangani permasalahan sosial serta memperpaiki kualitas hidup dan kesejahteraan penyandang masalah social</p>
<p style="text-align:justify;">12.  Meningkatnya kesadaran dan kepedulian masyarakat dalam pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan narkoba</p>
<p style="text-align:justify;">13.  Dikembangkannya program jaminan, perlindungan, dan asuransi sosial.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Kegiatan pokok yang akan dilaksanakan dalam program ini adalah:</p>
<p style="text-align:justify;">1.      Memberdayakan anak terlantar termasuk anak jalanan</p>
<p style="text-align:justify;">2.      Menyebarkan informasi tentang hak-hak anak serta perlindungan sosial bagi anak perempuan dan lanjut usia yang diperlakukan salah</p>
<p style="text-align:justify;">3.      Menetapkan peraturam perundang-undangan dan menyediakan kemudahan akses pelayanan sosial dan fasilitas umum bagi lanjut usia, veteran dan penyandang cacat</p>
<p style="text-align:justify;">4.      Memberikan santunan bagi lanjut usia dan veteran</p>
<p style="text-align:justify;">5.      Melakukan rehabilitasi dan perlindungan sosial bagi penyandang cacat</p>
<p style="text-align:justify;">6.      Melakukan rehabilitasi sosial bagi anak nakal dan korban penyalahgunaan narkotika</p>
<p style="text-align:justify;">7.      Melakukan rehabilitasi sosial bagi tuna social</p>
<p style="text-align:justify;">8.      Memberdayakan perempuan rawan sosial ekonomi, keluarga miskin, dan komunitas adat terpencil</p>
<p style="text-align:justify;">9.      Memberikan bantuan bagi korban bencana baik bencana alam maupun akibat ulah manusia</p>
<p style="text-align:justify;">10.  Meningkatkan jumlah dan kemampuan TKSM, relawan sosial, organisasi sosial kemasyarakatan, LSM, karang taruna, organisasi kepemudaan, lembaga-lembaga perlindungan sosial, lembaga-lembaga sosial kemasyarakatan, dan kelompok-kelompok tingkat local</p>
<p style="text-align:justify;">11.  Melakukan penyuluhan sosial bagi masyarakat dan dunia usaha</p>
<p style="text-align:justify;">12.  Memberikan penghargaan bagi pihak-pihak yang aktif menyelenggarakan pelayanan social</p>
<p style="text-align:justify;">13.  Meningkatkan sumbangan sosial masyarakat</p>
<p style="text-align:justify;">14.  Mengembangakan program jaminan, perlindungan, dan asuransi kesejahteraan sosial. Pelaksanaan kegiatan-kegiatan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan daerah.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">1.8. Program Peningkatan Kualitas Manajemen dan Profesionalisme Pelayanan Sosial</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Program ini bertujuan untuk meningkatkan mutu dan profesionalisme pelayanan sosial melalui pengembangan alternatif-alternatif intervensi di bidang kesejahteraan sosial, peningkatan kemampuan dan kompetensi pekerja sosial dan tenaga kesejahteraan sosial masyarakat, serta penetapan standardisasi dan legislasi pelayanan sosial.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Sasaran kinerja program ini adalah</p>
<p style="text-align:justify;">1.      Terumuskannya alternatif intervensi pelayanan social</p>
<p style="text-align:justify;">2.      Meningkatnya kemampuan dan kompetensi pekerja sosial dan tenaga kesejahteraan sosial masyarakat</p>
<p style="text-align:justify;">3.      Meningkatnya pendayagunaan tenaga-tenagaterdidik dan terlatih dalam menyelenggarakan pelayanan social</p>
<p style="text-align:justify;">4.      Tersedianya data dan informasi kesejahteraan sosial; dan</p>
<p style="text-align:justify;">5.      Terumuskannya standardisasi legislasi pelayanan sosial.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Kegiatan pokok yang akan dilakukan adalah</p>
<p style="text-align:justify;">1.      Melakukan penelitian dan pengembangan kesejahteraan social</p>
<p style="text-align:justify;">2.      Melakukan perencanaan, pendayagunaan, pelatihan, dan pendidikan tenaga kesejahteraan social</p>
<p style="text-align:justify;">3.      Menyusun standardisasi pelayanan social</p>
<p style="text-align:justify;">4.      Meningkatkan kualitas tenaga dan lembaga pelayanan social</p>
<p style="text-align:justify;">5.      Mengembangkan sistem informasi kesejahteraan social</p>
<p style="text-align:justify;">6.      Mengembangkan sistem legislasi kesejahteraan sosial.</p>
<p style="text-align:justify;">Pelaksanaan kegiatan-kegiatan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan daerah.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>1.9. </strong><strong>Program Pengembangan Keserasian Kebijakan Publik dalam Penanganan Masalah-masalah Sosial</strong></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Program ini bertujuan untuk mewujudkan keserasian kebijakan publik dalam penanganan masalah-masalah sosial ke arah terwujudnya ketahanan sosial masyarakat dan terlindunginya masyarakat dari dampak penyelenggaraan pembangunan dan perubahan sosial yang cepat melalui wadah jaringan kerja. Sasaran kinerja program adalah terumuskannya dan terlaksananya kebijakan penanganan masalah-masalah sosial dalam keselarasan antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat melalui wadah jaringan kerja.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Kegiatan pokok yang akan dilaksanakan adalah:</p>
<p style="text-align:justify;">1.      Melakukan identifikasi dan inventarisasi data dan informasi mengenai masalah-masalah social</p>
<p style="text-align:justify;">2.      Melakukan pengkajian dan analisis data dan informasi mengenai masalah-masalah social</p>
<p style="text-align:justify;">3.      Merumuskan besaran masalah dalam penanganan masalah-masalah social</p>
<p style="text-align:justify;">4.      Melakukan pengkajian kebijakan publik dalam penanganan masalah-masalah social</p>
<p style="text-align:justify;">5.      Menyampaikan rekomendasi kebijakan publik pada instansi yang terkait</p>
<p style="text-align:justify;">6.      Merumuskan kebijakan publik dalam penanganan masalah-masalah social</p>
<p style="text-align:justify;">7.      Melaksanakan kebijakan publik dan melakukan sosialisasi kebijakan publik dalam penanganan masalah-masalah social</p>
<p style="text-align:justify;">8.      Melakukan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan publik dalam penanganan masalah-masalah sosial.</p>
<p style="text-align:justify;">.<strong>1.10</strong><strong> Program Pengembangan Sistem Informasi Masalah-masalah Sosial</strong></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Program ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis data dan informasi yang diperlukan untuk bahan penentuan kebijakan masalah-masalah sosial, membangun sistem informasi yang diperlukan sebagai alat peringatan dini, dan meningkatkan fungsi dan koordinasi jaringan informasi kelembagaan dalam upaya pembentukan keterpaduan pengendalian masalah-masalah sosial. Tujuan lain program ini adalah untuk menyediakan data dan informasi yang benar dan bertanggung jawab kepada masyarakat dan dunia usaha tentang:</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">1.      Perkembangan masalah menyangkut aspek sosial, politik, ekonomi, dan budaya</p>
<p style="text-align:justify;">2.      Modal sosial yang dimiliki masyarakat dan dunia usaha serta sumber daya ekonomi; dan</p>
<p style="text-align:justify;">3.      Perkembangan masalah-masalah sosial itu sendiri. Data dan informasi tersebut dapat didayagunakan untuk pemberdayaan masyarakat dalam rangka penanganan masalah-masalah sosial.</p>
<p style="text-align:justify;">Sasaran kinerja program adalah</p>
<p style="text-align:justify;">1.      Tersusunnya sistem pengelolaan data dan informasi masalah-masalah social</p>
<p style="text-align:justify;">2.      Terwujudnya mekanisme penyelenggaraan sistem informasi masalah-masalah sosial;</p>
<p style="text-align:justify;">3.      Terwujudnya mekanisme penyelenggaraan sistem informasi masalah-masalah sosial; dan</p>
<p style="text-align:justify;">4.      Teridentifikasinya berbagai indikator strategis masalah-masalah sosial.</p>
<p style="text-align:justify;">Kegiatan pokok yang akan dilaksanakan adalah</p>
<p style="text-align:justify;">1.      Mengembangkan sistem informasi masalah social</p>
<p style="text-align:justify;">2.      Membangun pusat informasi dan layanan masyarakat</p>
<p style="text-align:justify;">3.      Melakukan pengkajian masalah laten bangsa.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>1.11. </strong><strong>Program Pengembangan dan Keserasian Kebijakan Kependudukan</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Program ini bertujuan untuk mewujudkan keserasian kebijakan kependudukan diberbagai bidang pembangunan. Sasaran kinerja program ini adalah:</p>
<p style="text-align:justify;">1.      Terumuskannya dan terlaksananya kebijakan kependudukan bagi peningkatan kualitas, pengendalian pertumbuhan dan kuantitas, pengarahan mobilitas dan persebaran penduduk yang serasi dengan daya dukung alam dan daya tampung lingkungan, serta pengembangan informasi dan administrasi kependudukan; dan</p>
<p style="text-align:justify;">2.      Terumuskannya dan terlaksananya kebijakan kependudukan yang serasi antara kebijakan kependudukan nasional dengan kebijakan kependudukan daerah dan wilayah.</p>
<h3 style="text-align:justify;">Kebijakan pokok yang akan dilaksanakan melalui program ini adalah</h3>
<p style="text-align:justify;">1.        Melakukan pengkajian, pengembangan, dan penyediaan data dan informasi kependudukan yang akurat setiap saat dan lengkap serta menggambarkan karakteristik penduduk baik pada tingkat makro maupun mikro</p>
<p style="text-align:justify;">2.        Melakukan pengkajian kebijakan pembangunan kependudukan dalam aspek kuantitas, kualitas, dan mobilitas</p>
<p style="text-align:justify;">3.        Melakukan pengkajian dan penyempurnaan peraturan perundang-undangan yang mengatur perkembangan dan dinamika kependudukan yaitu kuantitas, kualitas, dan mobilitas penduduk di semua tingkat wilayah administrasi</p>
<p style="text-align:justify;">4.        Melakukan pengkajian dan pengembangan kebijakan dan pranata hukum tentang informasi dan administrasi kependudukan, termasuk registrasi penduduk</p>
<p style="text-align:justify;">5.        Melakukan advokasi dan sosialisasi kebijakan kependudukan</p>
<p style="text-align:justify;">6.        Melakukan promosi cara-cara untuk menjadi penduduk yang berkualitas sejak usia dini sampai lanjut usia</p>
<p style="text-align:justify;">7.        Meningkatkan jumlah tenaga peneliti kependudukan yang berkualitas.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>1.12.  Program Pemberdayaan Keluarga</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan ketahanan keluarga sebagai unit sosial terkecil dalam masyarakat. Meningkatnya kesejahteraan keluarga antara lain ditandai oleh meningkatnya kesadaran dan kemampuan keluarga dalam memenuhi kebutuhan dasar, sosial dan psikologis anggotanya baik laki-laki mapun perempuan. Selain itu, kesejahteraan keluarga juga dicerminkan oleh meningkatnya peran perempuan, terutama ibu dalam proses pengambilan  keputusan di tingkat keluarga. Meningkatnya ketahanan keluarga antara lain ditunjukkan oleh kemampuan keluarga dalam menangkal pengaruh budaya asing yang negatif bagi anggotanya serta dalam  mencegah dan menanggulangi penyalahgunaan NAPZA oleh anggotanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Sasaran kinerja program ini adalah</p>
<p style="text-align:justify;">1.      Menurunnya jumlah keluarga yang tidak mampu memenuhi kebutuhan dasarnya seperti kebutuhan rohani, pangan, sandang, papan, pendidikan, dan kesehatan termasuk keluarga berencana</p>
<p style="text-align:justify;">2.      Meningkatnya jumlah keluarga yang dapat mengakses informasi dan sumber daya ekonomi bagi peningkatan kesejahteraan keluarganya</p>
<p style="text-align:justify;">3.      Meningkatnya kemampuan keluarga dalam pengasuhan dan penumbuhkembangan anak; dan</p>
<p style="text-align:justify;">4.      Menurunnya  disharmoni dan tindak kekerasan dalam keluarga.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Kegiatan pokok yang akan dilaksanakan melalui program ini adalah:</p>
<p style="text-align:justify;">1.      Menyelenggarakan pelayanan advokasi, komunikasi, informasi, edukasi (KIE) dan konseling</p>
<p style="text-align:justify;">2.      Melakukan pengembangan pengetahuan, ketrampilan, dan kewirausahaan bagi keluarga terutama keluarga yang tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar.</p>
<p style="text-align:justify;">3.      Menyelenggarakan pelayanan pemberdayaan keluarga khususnya bagi keluarga yang memiliki balita dan remaja.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>1.13. Program Kesehatan Reproduksi Remaja</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku posistif remaja tentang kesehatan reproduksi dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan reproduksinya dan mempersiapkan kehidupan keluarga guna mendukung upaya peningkatan kualitas generasi mendatang. sasaran utama kinerja program ini adalah:</p>
<p style="text-align:justify;">1.      Menurunnya jumlah penduduk yang melangsungkan perkawinan pada usia remaja.</p>
<p style="text-align:justify;">2.      Meningkatnya pemahaman dan upaya masyarakat, keluarga dan remaja terhadap reproduksi bagi remaja.</p>
<p style="text-align:justify;">3.      Menurunnnya jumlah kehamilan pada usia remaja.</p>
<p style="text-align:justify;">4.      Menurunnya kejadian kehamilan pranikah, dan</p>
<p style="text-align:justify;">5.      Meningkatnya pengetahuan, sikap dan perilaku positif remaja dalam hal penyakit menular seksual (PMS) termasuk HIV/AIDS.</p>
<p style="text-align:justify;">Kegiatan pokok yang akan dilaksnakan dalam program ini baik yang melalui jalur sekolah maupun luar sekolah adalah:</p>
<p style="text-align:justify;">1.      Melakukan promosi kesehatan reproduksi remaja baik yang bersifat pencegahan maupun penanggulangan.</p>
<p style="text-align:justify;">2.      Melakukan advokasi, KIE dan konseling kesehatan reproduksi remaja bagi remaja, keluarga dan masyarakat.</p>
<p style="text-align:justify;">3.      melakukan promosi pendewasaan usia kawin.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>1.14. Program Keluarga Berencana.</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Program KB bertujuan untuk memenuhi permintaan pelayanan KB dan kesehatan reproduksi yang berkualitas serta mengendalikan angka kelahiran yang pada akhirnya meningkatkan kualitas penduduk dan mewujudkan keluarga-keluarga kecil kecil berkualitas. Sasaran utama kinerja program KB adalah:</p>
<p style="text-align:justify;">1.      Menurunnnya pasangan usia subur (PUS) yang ingin ber KB namun tidak terlayaninya KB (unmet need) menjadi sekitar 6,5 %.</p>
<p style="text-align:justify;">2.      Meningkatnya partisipasi laki-laki- dalam ber-KB menjadi sekitar 8 persen, dan</p>
<p style="text-align:justify;">3.      menurunnya angka kelahiran total (TFR) menjadi 2,4 % per perempuan.</p>
<p style="text-align:justify;">Kegiatan pokok program ini adalah</p>
<p style="text-align:justify;">1.      Melakukan advokasi serta KIE KB</p>
<p style="text-align:justify;">2.      Meningkatkan kualitas pelayanan kontrasepsi</p>
<p style="text-align:justify;">3.      Memberikan jaminan dan perlindungan pemakai kontrasepsi</p>
<p style="text-align:justify;">4.      Meningkatkan kesejahteraan ibu dan anak</p>
<p style="text-align:justify;">5.      Melakukan promosi dan pemenuhan hak-hak dan kesehatan reproduksi.</p>
<p style="text-align:justify;">Keseluruhan kegiatan tersebut didukung oleh kegiatan seperti melakukan pelatihan dan penelitian, serta mengembangkan sistem informasi manajemen.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>1.15. Program penguatan Kelembagaan dan Jaringan KB.</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Program ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian dan sekaligus meningkatkan cakupan dan mutu pelayanan kB dan kesehatan reproduksi, terutama yang diselenggrakan oleh masyarakat. sasaran utama kinerja program ini adalah :</p>
<p style="text-align:justify;">1.      Meningkatkan jumlah PUS yang ber KB secara mandiri.</p>
<p style="text-align:justify;">2.      Meningkatnya cakupan dan mutu pelyanan KB dan kesehatan reproduksi yang diselenggarakan oleh masyarakat, dan</p>
<p style="text-align:justify;">3.      Meningkatnya jumlah lembaga yang secara mandiri menyelenggarakan pelayanan KB dan kesehatan reproduksi.</p>
<p style="text-align:justify;">Kegiatan pokok program ini adalah :</p>
<p style="text-align:justify;">1.      Melakukan pelatihan dan bimbingan pelayanan manajemen KB  dan kesehatan reproduksi bagi institusi dan lembaga berbasiskan masyrakat yang menyelenggarakan penyelenggaraan KB.</p>
<p style="text-align:justify;">2.      Menyediakan dan menyelenggarakan pertukaran informasi tentang KB dan kesehatan reproduksi.</p>
<p style="text-align:justify;">3.      Melakukan pelatihan dan kerjasama internasional di bidang KB dan kesehatan reproduksi.</p>
<p style="text-align:justify;">4.      Melakukan promosi kemandirian ber-KB</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kristonimala.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kristonimala.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kristonimala.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kristonimala.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kristonimala.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kristonimala.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kristonimala.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kristonimala.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kristonimala.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kristonimala.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kristonimala.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kristonimala.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kristonimala.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kristonimala.wordpress.com/162/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kristonimala.wordpress.com&amp;blog=10858811&amp;post=162&amp;subd=kristonimala&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kristonimala.wordpress.com/2010/08/26/program-pembangunan-nasional-pembangunan-sosial-dan-budaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/481a147c527323a1bb6eca604d36735f?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kristonimala</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tolong Account FACEBOOK saya d hack orang&#8230;.</title>
		<link>http://kristonimala.wordpress.com/2010/08/21/tolong-account-facebook-saya-d-hack-orang/</link>
		<comments>http://kristonimala.wordpress.com/2010/08/21/tolong-account-facebook-saya-d-hack-orang/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Aug 2010 13:40:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kristonimala</dc:creator>
				<category><![CDATA[All In Internet]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kristonimala.wordpress.com/?p=159</guid>
		<description><![CDATA[dah 1 mnggu aku cari refrensi di mab google, buat dpaten kmbli akes ke account facebook saya tapi smunya pada ngk berhasil, bukan ngk berhasil karena artikelnya ngk bagus, atrikelnya mantap2 smuanya tapi yang jd masalah lagi, email yg di &#8230; <a href="http://kristonimala.wordpress.com/2010/08/21/tolong-account-facebook-saya-d-hack-orang/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kristonimala.wordpress.com&amp;blog=10858811&amp;post=159&amp;subd=kristonimala&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>dah 1 mnggu aku cari refrensi di mab google, buat dpaten kmbli akes ke account facebook saya tapi smunya pada ngk berhasil, bukan ngk berhasil karena artikelnya ngk bagus, atrikelnya mantap2 smuanya tapi yang jd masalah lagi, email yg di account facebook aq gunakan yahoo mail, tapi maslahanya aku dah lupa password account yahoo mail aq itu&#8230;ada yang bisa bantui..??? tolong aku&#8230;&#8230;&#8230;..hikzzzzz</p>
<p>ini alamat email aku gunkan di facebook toni_mala@yahoo.com alamat ini juga yang account yahoonya dah aku lupain&#8230;. tolong yac kalo ada yng bisa bantuin&#8230;.aqu dh ngk tau cara apa lagi yang bakalah aku bikin&#8230;&#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kristonimala.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kristonimala.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kristonimala.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kristonimala.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kristonimala.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kristonimala.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kristonimala.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kristonimala.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kristonimala.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kristonimala.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kristonimala.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kristonimala.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kristonimala.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kristonimala.wordpress.com/159/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kristonimala.wordpress.com&amp;blog=10858811&amp;post=159&amp;subd=kristonimala&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kristonimala.wordpress.com/2010/08/21/tolong-account-facebook-saya-d-hack-orang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/481a147c527323a1bb6eca604d36735f?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kristonimala</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lingkup Kesehatan lingkungan</title>
		<link>http://kristonimala.wordpress.com/2010/08/16/lingkup-kesehatan-lingkungan/</link>
		<comments>http://kristonimala.wordpress.com/2010/08/16/lingkup-kesehatan-lingkungan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Aug 2010 12:52:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kristonimala</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesehatan Lingkungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kristonimala.wordpress.com/?p=155</guid>
		<description><![CDATA[Kesehatan adalah keadaan sehat, baik secara fisik, mental spritual maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomis´ (Pasal 1 butir 1 UU No. 36 Tahun 2009) Kesehatan masyarakat adalah ilmu dan seni (kiat/art) untuk : &#8230; <a href="http://kristonimala.wordpress.com/2010/08/16/lingkup-kesehatan-lingkungan/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kristonimala.wordpress.com&amp;blog=10858811&amp;post=155&amp;subd=kristonimala&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align:center;"><span style="color:#ffff00;"><em>Kesehatan  adalah keadaan sehat, baik secara fisik, mental spritual maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomis´</em></span></div>
<div style="text-align:center;"><span style="color:#ffff00;"><em>(Pasal 1 butir 1 UU No. 36 Tahun 2009)</em></span></div>
<div style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Kesehatan masyarakat adalah ilmu dan seni (kiat/art) untuk :<br />
1. mencegah penyakit<br />
2. memperpanjang harapan hidup, dan<br />
3. meningkatkan kesehatan dan efisiensi masyarakat<br />
melalui usaha masyarakat yang terorganisir untuk :<br />
a. sanitasi lingkungan<br />
b. pengendalian penyakit menular<br />
c. pendidikan hygiene perseorangan<br />
d. mengorganisir pelayanan media dan perawatan agar dapat dilakukan</p>
<div style="text-align:justify;">diagnosis dini dan pengobatan pencegahan, serta membangun mekanisme sosial, sehingga setiap insan dapat  menikmati standar kehidupan yang cukup baik untuk dapat memelihara  kesehatan. Dengan demikian, setiap warga negara dapat menyadari haknya atas kehidupan yang sehat dan panjang</div>
<p style="text-align:justify;">(Winslow, 1920)</p>
<p style="text-align:justify;">Kesehatan lingkungan adalah suatu kondisi lingkungan yang  mampu menopang keseimbangan ekologis yang dinamis antara manusia dan lingkungan untuk mendukung tercapainya realitas hidup manusia yang  sehat, sejahtera dan bahagia (Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan)</p>
<p style="text-align:justify;">Ilmu Kesehatan Lingkungan diberi batasan sebagai ilmu yang  mempelajari dinamika hubungan interaktif antara kelompok penduduk atau masyarakat dengan segala macam perubahan komponen lingkungan hidup seperti spesies kehidupan, bahan, zat atau kekuatan di sekitar manusia, yang menimbulkan ancaman, atau berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan masyarakat, serta mencari upaya-upaya pencegahan´.<br />
(Umar Fahmi Achmadi, 1991)</p>
<p style="text-align:justify;">Kesehatan lingkungan adalah upaya untuk melindungi kesehatan  manusia melalui pengelolaan, pengawasan dan pencegahan factor-faktor lingkungan yang dapat mengganggu kesehatan manusia (Sumengen Sutomo, 1991)</p>
</div>
<div style="text-align:justify;">Kesehatan lingkungan adalah ilmu &amp; seni dalam mencapai  keseimbangan, keselarasan dan keserasian  lingkungan hidup melalui upaya pengembangan budaya perilaku sehat dan pengelolaan lingkungan sehingga dicapai kondisi yang bersih, aman, nyaman, sehat dan sejahtera terhindar dari gangguan<br />
penyakit, pencemaran dan kecelakaan, sesuai dengan harkat dan martabat manusia.<br />
(Sudjono Soenhadji, 1994 )</div>
<div style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Kesehatan lingkungan adalah Ilmu dan seni untuk mencegah  pengganggu,<br />
menanggulangi kerusakan dan meningkatkan/memulihkan fungsi lingkungan melalui pengelolaan unsur-unsur/faktor-faktor lingkungan yang berisiko terhadap kesehatan  manusia dengan cara identifikasi, analisis, intervensi/rekayasa lingkungan, sehingga tersedianya lingkungan yang menjamin bagi derajat kesehatan manusia secara optimal.<br />
(Tri Cahyono, 2000)</p>
<div>Kesehatan lingkungan adalah suatu keseimbangan ekologis yang  harus ada antara manusia dengan  lingkungannya agar dapat menjamin  keadaan sehat  dari manusia.</div>
<p>Ruang lingkup:<br />
1. Penyediaan air minum<br />
2. Pengolahan air buangan  dan pengendalian pencemaran<br />
3. Pengelolaan sampah  padat</p>
<div>4. Pengendalian vector</div>
<div>5. Pencegahan  dan pengendalian pencemaran tanah dan ekskreta manusia</div>
<div>6. Hygiene makanan</div>
<div>7. Pengendalian  pencemaran udara</div>
<div>8. Pengendalian radiasi</div>
<div>9. Kesehatan kerja</div>
<p>10. Pengendalian kebisingan<br />
11. Perumahan dan permukiman<br />
12. Perencanaan daerah perkotaan<br />
13. Kesehatan lingkungan transportasi udara, laut dan darat<br />
14. Pencegahan kecelakaan<br />
15. Rekreasi umum dan pariwisata<br />
16. Tindakan sanitasi yang berhubungan dengan epidemic, bencana,kedaruratan</p>
<div>17. Tindakan pencegahan agar lingkungan bebas dari risiko  gangguan kesehatan</div>
<div>(WHO, 1979)</div>
<div>Sanitasi adalah usaha pengendalian faktor-faktor lingkungan  fisik manusia yang mungkin menimbulkan atau dapat menimbulkan hal-hal yang  merugikan bagi perkembangan fisik, kesehatan dan daya tahan hidup  manusia.</div>
<p>Ruang lingkup :<br />
a. cara pembuangan ekskreta, air buangan dan sampah<br />
b. penyediaan air bersih</p>
<div>c. perumahan</div>
</div>
<div style="text-align:justify;">d. makanan<br />
e. individu dan masyarakat agar berperilaku sehat (personal hygiene)<br />
f. arthropoda, mollusca,  binatang pengerat serta pejamu lainnya<br />
g. kondisi udara<br />
h. pabrik, perkantoran, permukiman, jalan umum dan lingkungan umumnya.<br />
(WHO)</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kristonimala.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kristonimala.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kristonimala.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kristonimala.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kristonimala.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kristonimala.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kristonimala.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kristonimala.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kristonimala.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kristonimala.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kristonimala.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kristonimala.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kristonimala.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kristonimala.wordpress.com/155/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kristonimala.wordpress.com&amp;blog=10858811&amp;post=155&amp;subd=kristonimala&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kristonimala.wordpress.com/2010/08/16/lingkup-kesehatan-lingkungan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/481a147c527323a1bb6eca604d36735f?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kristonimala</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Outdoor particulate matter and childhood asthma admissions in Athens, Greece: a time-series study</title>
		<link>http://kristonimala.wordpress.com/2010/08/16/outdoor-particulate-matter-and-childhood-asthma-admissions-in-athens-greece-a-time-series-study/</link>
		<comments>http://kristonimala.wordpress.com/2010/08/16/outdoor-particulate-matter-and-childhood-asthma-admissions-in-athens-greece-a-time-series-study/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Aug 2010 12:31:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kristonimala</dc:creator>
				<category><![CDATA[Health Safety and Environmental]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kristonimala.wordpress.com/?p=151</guid>
		<description><![CDATA[Panagiotis T Nastos1 Athanasios G Paliatsos2 , Michael B Anthracopoulos3 , Eleftheria S Roma4 and Kostas N Priftis5 1 Laboratory of Climatology and Atmospheric Environment, Department of Geology and Geoenvironment, University of Athens, Panepistimioupolis, 157 84 Athens, Greece 2 General &#8230; <a href="http://kristonimala.wordpress.com/2010/08/16/outdoor-particulate-matter-and-childhood-asthma-admissions-in-athens-greece-a-time-series-study/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kristonimala.wordpress.com&amp;blog=10858811&amp;post=151&amp;subd=kristonimala&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<p><strong>Panagiotis  T Nastos</strong><sup>1</sup> <strong>Athanasios G  Paliatsos</strong><sup>2</sup> , <strong>Michael B Anthracopoulos</strong><sup>3</sup> , <strong>Eleftheria S Roma</strong><sup>4</sup> and <strong>Kostas N Priftis</strong><sup>5</sup></p>
<p><sup>1 </sup>Laboratory of Climatology and Atmospheric Environment,  Department of Geology and Geoenvironment, University of Athens,  Panepistimioupolis, 157 84 Athens, Greece</p>
<p><sup>2 </sup>General Department of Mathematics, Technological and Education  Institute of Piraeus, 250 Thivon and P. Ralli Str., 122 44 Athens,  Greece</p>
<p><sup>3 </sup>Respiratory Unit, Department of Paediatrics, University  Hospital of Patras, 265 04 Rion, Greece</p>
<p><sup>4 </sup>First Department of Paediatrics, University of Athens, Aghia  Sophia Children&#8217;s Hospital, Thebon and Lebadias Street, Athens 11527,  Greece</p>
<p><sup>5 </sup>Allergy-Pneumonology Department, Penteli Children&#8217;s Hospital,  152 36 P. Penteli, Greece</p>
</div>
<p>author email corresponding author email</p>
<p><em>Environmental Health</em> 2010, 			 <strong>9</strong><strong>:</strong>45doi:10.1186/1476-069X-9-45</p>
<p>The  electronic version of this article is the complete one and can be found  online at: <a href="http://www.ehjournal.net/content/9/1/45">http://www.ehjournal.net/content/9/1/45</a></p>
<table cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td>Received:</td>
<td>13 April 2010</td>
</tr>
<tr>
<td>Accepted:</td>
<td>28 July 2010</td>
</tr>
<tr>
<td>Published:</td>
<td>28 July 2010</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>© 						 2010 Nastos et al; licensee BioMed Central Ltd.<br />
This is an  Open Access article distributed under the terms of the Creative Commons  Attribution License (<a href="http://creativecommons.org/licenses/by/2.0">http://creativecommons.org/licenses/by/2.0</a>),  which permits unrestricted use, distribution, and reproduction in any  medium, provided the original work is properly cited.</p>
<p><a name="IDAND21M"></a></p>
<h3>Abstract</h3>
<h4>Background</h4>
<p>Particulate matter with diameter less than 10 micrometers (PM<sub>10</sub>)  that originates from anthropogenic activities and natural sources may  settle in the bronchi and cause adverse effects possibly via oxidative  stress in susceptible individuals, such as asthmatic children. This  study aimed to investigate the effect of outdoor PM<sub>10 </sub>concentrations  on childhood asthma admissions (CAA) in Athens, Greece.</p>
<h4>Methods</h4>
<p>Daily counts of CAA from the three Children&#8217;s Hospitals within the  greater Athens&#8217; area were obtained from the hospital records during a  four-year period (2001-2004, n = 3602 children). Mean daily PM<sub>10 </sub>concentrations  recorded by the air pollution-monitoring network of the greater Athens  area were also collected. The relationship between CAA and PM<sub>10 </sub>concentrations  was investigated using the Generalized Linear Models with Poisson  distribution and logistic analysis.</p>
<h4>Results</h4>
<p>There was a statistically significant (95% CL) relationship between  CAA and mean daily PM<sub>10 </sub>concentrations on the day of exposure  (+3.8% for 10 μg/m<sup>3 </sup>increase in  PM<sub>10 </sub>concentrations), while a 1-day lag (+3.4% for 10 μg/m<sup>3 </sup>increase in PM<sub>10 </sub>concentrations)  and a 4-day lag (+4.3% for 10 μg/m<sup>3 </sup>increase  in PM<sub>10 </sub>concentrations) were observed for older asthmatic  children (5-14 year-old). High mean daily PM<sub>10 </sub>concentration  (the highest 10%; &gt;65.69 μg/m<sup>3</sup>)  doubled the risk of asthma exacerbations even in younger asthmatic  children (0-4 year-old).</p>
<h4>Conclusions</h4>
<p>Our results provide evidence of the adverse effect of PM<sub>10 </sub>on  the rates of paediatric asthma exacerbations and hospital admissions. A  four-day lag effect between PM<sub>10 </sub>peak exposure and asthma  admissions was also observed in the older age group.</p>
<p><a name="IDADF21M"></a></p>
<h3>Background</h3>
<p>Several studies have reported  associations between ambient air pollution and asthma symptoms <a name="IDAJF21M"></a><a name="IDAMF21M"></a><a name="IDAPF21M"></a><a name="IDASF21M"></a><a name="IDAVF21M"></a><a name="IDAYF21M"></a>[<a href="http://www.ehjournal.net/content/9/1/45#B1">1</a>-<a href="http://www.ehjournal.net/content/9/1/45#B6">6</a>]. Particulate  matter (microscopic solids or liquid droplets) that are less than 10  micrometers in diameter (PM<sub>10</sub>) can penetrate deep into the  bronchial tree and trigger asthma exacerbations. An increase in  emergency department visits or hospital admissions of asthma attacks has  been reported on the previous day or up to 3 days preceding the PM<sub>10 </sub>exposure <a name="IDABG21M"></a><a name="IDAEG21M"></a><a name="IDAHG21M"></a>[<a href="http://www.ehjournal.net/content/9/1/45#B7">7</a>-<a href="http://www.ehjournal.net/content/9/1/45#B9">9</a>].</p>
<p>The mechanism involved in these health effects remains largely  unknown and the pathogenic component of particles has not been clearly  identified. Particles are made of partially inert carbon which is not  thought to have bioactive properties. Fine particles also contain  transition metals, gases such as polycyclic aromatic hydrocarbons, and  biological components such as endotoxin, which are known to cause  inflammation in cultured lung cells <a name="IDAOG21M"></a>[<a href="http://www.ehjournal.net/content/9/1/45#B10">10</a>]. The biologic  effects have been associated with increased levels of oxidative stress  products, immunoglobulin E, and cysteinyl-leukotrienes <a name="IDATG21M"></a><a name="IDAWG21M"></a><a name="IDAZG21M"></a>[<a href="http://www.ehjournal.net/content/9/1/45#B11">11</a>-<a href="http://www.ehjournal.net/content/9/1/45#B13">13</a>].</p>
<p>Sources of particulate matter can be anthropogenic activities such as  the burning of fossil fuels in vehicles, power plants and various  industrial processes or natural phenomena such as dust storm events that  contribute in increased concentrations. Dust from natural sources,  usually large areas of land with little or no vegetation, may be  transported through the upwind side of the mountains by westerly and  land-mountain breezes directed towards cities <a name="IDAAH21M"></a>[<a href="http://www.ehjournal.net/content/9/1/45#B14">14</a>]. Sahara dust  is transported by the winds across northern Africa to Southern Europe,  especially along the Mediterranean coastal areas <a name="IDAFH21M"></a><a name="IDAIH21M"></a>[<a href="http://www.ehjournal.net/content/9/1/45#B15">15</a>,<a href="http://www.ehjournal.net/content/9/1/45#B16">16</a>]. On the other  hand, an interaction between ambient particulate matter and rain days  may exist. The rain may wash out the pollutants in air creating a  washout effect <a name="IDANH21M"></a>[<a href="http://www.ehjournal.net/content/9/1/45#B17">17</a>].</p>
<p>In the city of Athens, Greece, annual PM<sub>10 </sub>concentrations  show a decreasing trend in the last years; however, the concentration  levels are still high. The temporal evolution of annual averages of PM<sub>10 </sub>concentrations for the period 2001-2007 at all the monitoring  sites of the greater Athens area <a name="IDAYH21M"></a>[<a href="http://www.ehjournal.net/content/9/1/45#B18">18</a>] reveal that  the annual average values of PM<sub>10 </sub>concentration consistently  exceeds the annual limit value of 40 μg/m<sup>3 </sup>that is specified by the EU Directive <a name="IDAEI21M"></a>[<a href="http://www.ehjournal.net/content/9/1/45#B19">19</a>]. The PM<sub>10 </sub>violations (annual averages over 40 μg/m<sup>3</sup>)  are strongly associated with the local sources of PM<sub>10 </sub><a name="IDAOI21M"></a>[<a href="http://www.ehjournal.net/content/9/1/45#B20">20</a>].</p>
<p>The metropolitan area is mainly located in a basin surrounded by high  mountains on three sides and open to the sea from the south. The  extensive building of Athens, the rapid increase of population and the  number of motor vehicles affected the biometeorological regime of the  city. The urbanization effect referring mainly to maximum air  temperature and to the warmer seasons of the year, causes discomfort to  the inhabitants, and mostly to the sensitive groups of population <a name="IDAVI21M"></a>[<a href="http://www.ehjournal.net/content/9/1/45#B21">21</a>].</p>
<p>The relationship between particulate air pollution and asthma  exacerbations has been previously reported <a name="IDA2I21M"></a><a name="IDA5I21M"></a><a name="IDACJ21M"></a><a name="IDAFJ21M"></a><a name="IDAIJ21M"></a><a name="IDALJ21M"></a><a name="IDAOJ21M"></a><a name="IDARJ21M"></a><a name="IDAUJ21M"></a>[<a href="http://www.ehjournal.net/content/9/1/45#B1">1</a>-<a href="http://www.ehjournal.net/content/9/1/45#B9">9</a>]. However  various environmental and weather conditions could have different  effects in different areas. The purpose of this study was to evaluate  the possible impact of suspended aerosol PM<sub>10 </sub>particles on  childhood asthma admissions (CAA) in the greater Athens area.</p>
<p><a name="IDA0J21M"></a></p>
<h3>Methods</h3>
<h4>Medical and Air Pollution Data</h4>
<p>The medical data used in the analysis are the daily counts of CAA of  the three Children&#8217;s Hospitals in the city of Athens, which were  recorded in the hospital registries during a four year period  (2001-2004); these hospitals cover 78-80% of the paediatric beds of the  Athens&#8217; Metropolitan Area. All children admitted with the diagnosis of  &#8220;asthma&#8221;, &#8220;asthmatic bronchitis&#8221; or &#8220;wheezy bronchitis&#8221;, aged 0-14  years, living in greater Athens area were included. They were classified  into two age groups: 0-4 years and 5-14 years <a name="IDADK21M"></a>[<a href="http://www.ehjournal.net/content/9/1/45#B22">22</a>].</p>
<p>PM<sub>10 </sub>concentrations in the atmosphere were acquired from  the air pollution-monitoring network of 7 monitoring stations of the  Greek Ministry of the Environment, Physical Planning and Public Works  (Directorate of Air and Noise pollution Control). The daily average of  the PM<sub>10 </sub>measurements of each monitoring station was  calculated and the mean value of all the stations included in the  network of the grater Athens area represented the PM<sub>10 </sub>daily  concentration of the grater Athens area.</p>
<h4>Data Analysis</h4>
<p>The relationship between CAA and PM<sub>10 </sub>concentrations was  calculated by the application of: a) Pearson <em>χ</em><sup><em>2 </em></sup>test, the most widely used method of independence control of  groups in lines and columns in a table of frequencies, b) Generalized  Linear Models (GLM) with Poisson distribution because the medical data  present large divergence from a Gaussian (regular) distribution, and c)  Logistic Analysis. In the first step of the detailed statistical  analysis, the PM<sub>10 </sub>concentrations were grouped in two  clusters, so that the first cluster contains the lowest 10% (&lt;22.07 μg/m<sup>3</sup>) and the second the highest 10%  (&gt;65.69 μg/m<sup>3</sup>) of the values,  while the days of the examined period were grouped in rainy days (daily  rain total &gt; 1 mm) and days without rain. Besides, CAA were  classified in five classes (0, 1, 2, 3 and ≥4 admissions/day). The  Pearson <em>χ</em><sup><em>2 </em></sup>test  was applied in the constructed contingency tables checking the null  hypothesis that PM<sub>10 </sub>concentrations and CAA are not related  (hence they are independent) to rain days. In the second step of the  analysis, the statistical importance of the correlation between the  frequency of CAA and the examined PM<sub>10 </sub>concentrations was  examined by the application of GLM with Poisson distribution <a name="IDAJL21M"></a>[<a href="http://www.ehjournal.net/content/9/1/45#B23">23</a>], a method of  analysis which has been found to perform satisfactorily in previous  studies <a name="IDAOL21M"></a><a name="IDARL21M"></a>[<a href="http://www.ehjournal.net/content/9/1/45#B24">24</a>,<a href="http://www.ehjournal.net/content/9/1/45#B25">25</a>]. Poisson  models with log links are often called log-linear models and are used  for frequency data. In the models fitting procedure we used as dependent  variable the daily number of CAA in the children&#8217;s hospitals of grater  Athens area, while the PM<sub>10 </sub>concentrations were used as  independent covariates. Models&#8217; goodness-of-fit was evaluated through  the deviance residuals <a name="IDAYL21M"></a>[<a href="http://www.ehjournal.net/content/9/1/45#B23">23</a>]. Finally,  Logistic Analysis is applied to the data in order to estimate odds  ratios for each of the independent variables in the constructed model.  Logistic regression is useful for situations in which prediction of the  presence or absence of a characteristic or outcome based on values of a  set of predictor variables is desired. It is similar to a linear  regression model but is suited for models where the dependent variable  is dichotomous.</p>
<p><a name="IDA2L21M"></a></p>
<h3>Results</h3>
<p>A total of  3602 children (2274 males) were admitted for asthma during the 4-year  period (2001-2004). The intra annual variability of CAA showed that a  simple pattern appeared regarding the 0-4 years age group. Asthma  exacerbations occurred during the cold months of the year  (October-March) peaking in March, with a clear subsequent decreasing  trend that reached its minimum in August in each of the 4 study years.  The CAA of the older age group (5-14 years of age) showed 2 peaks: the  primary one in May and the secondary in late September (Figure <a name="IDABM21M"></a><a href="http://www.ehjournal.net/content/9/1/45/figure/F1">1</a>).</p>
<div>
<div>
<p><a href="http://www.ehjournal.net/content/9/1/45/figure/F1"><img src="http://www.ehjournal.net/content/figures/1476-069X-9-45-1.gif" alt="thumbnail" align="top" /><strong>Figure 1.</strong></a> <strong>Number of monthly childhood asthma admissions for each age  group during the period 2001-2004</strong>.</p>
</div>
</div>
<p>The  day-to-day variation of the CAA of both age groups for all the years  examined (2001-2004), is presented in the upper graph of Figure <a name="IDAUM21M"></a><a href="http://www.ehjournal.net/content/9/1/45/figure/F2">2</a>. From  this figure it is crystal clear that CAA typically reached their minimum  in the summer days, while asthma exacerbations occurred primarily in  the early spring and to a lesser degree in the autumn. Moreover, the  daily peaks in early spring and autumn were consistent in the greater  Athens area in all the years of the study.</p>
<div>
<div>
<p><a href="http://www.ehjournal.net/content/9/1/45/figure/F2"><img src="http://www.ehjournal.net/content/figures/1476-069X-9-45-2.gif" alt="thumbnail" align="top" /><strong>Figure 2.</strong></a> <strong>Day-to-day variation of the CAA of children aged 0-14 years old  (upper graph) and the PM<sub>10 </sub>concentrations (lower graph)  within each study year</strong>.</p>
</div>
</div>
<p>The day-to-day  variation of PM<sub>10 </sub>concentrations is demonstrated in the lower  graph of Figure <a name="IDAPN21M"></a><a href="http://www.ehjournal.net/content/9/1/45/figure/F2">2</a>. The  variability in PM<sub>10 </sub>concentration was more complex than CAA;  however, clear daily peaks appeared during early spring and in the  beginning of autumn.</p>
<p>The GLM analysis results -where the dependent variable is the daily  number of CAA and the independent covariate is the PM<sub>10 </sub>concentration-  are presented in Table <a name="IDAZN21M"></a><a href="http://www.ehjournal.net/content/9/1/45/table/T1">1</a>; as  dependent variable is the daily number of CAA and the independent  covariate is the PM<sub>10 </sub>concentration There is a statistically  significant (p &lt; 0.05) relationship for the day of admission (0-day  lag) between mean daily PM<sub>10 </sub>concentrations (averaged values  from all monitoring stations) and CAA in the 5-14 year-old age group;  namely, an increase by 10 μg/m<sup>3 </sup>on  mean daily PM<sub>10 </sub>concentrations was associated with an  increase of 3.8% in the probability of CAA. No such correlation was  found in the 0-4 year-old age group.</p>
<div>
<div>
<p><a href="http://www.ehjournal.net/content/9/1/45/table/T1"><strong>Table 1.</strong></a> Results of the application of Generalized Linear Models (GLM) with  Poisson distribution for the younger (0-4 years old) and the older (5-14  years old) asthmatic children (Bold figures in italics indicate  statistically significant relatioships (p &lt; 0.05)).</p>
</div>
</div>
<p>The  examination of the lag effect of mean daily PM<sub>10 </sub>revealed  that a 1-day lag after the PM<sub>10 </sub>peak was associated with CAA  decrease in the younger age group and an increase in older children  (-2.3% and +3.4% for a 10 μg/m<sup>3 </sup>increase  in mean daily PM<sub>10 </sub>concentrations [lag-1], respectively).  Moreover, a statistically significant 4-day lag effect that occurred  only in the older age group was revealed; an increase of 10 μg/m<sup>3 </sup>in mean daily PM<sub>10 </sub>concentrations  was associated with an increase 4.3% in the probability of CAA after a  4-day lag period. No such effect was found in the 0-4 year-old age  group.</p>
<p>When Logistic Analysis was applied, the highest 10% (&gt;65.69 μg/m<sup>3</sup>) of the PM<sub>10 </sub>concentrations  appeared to approximately two-folds the risk of the number of CAA in  the top 10%, i.e. &gt;4 cases with CAA per day, as compared to the  bottom 10%, i.e. 0 cases with CAA per day, in the younger age group (OR =  1.51, 95%CI = 0.994-2.298, p = 0.054). Similar findings were also  evident in the older age group (OR = 1.46, 95%CI = 0.950-2.241, p =  0.084). When the top 5% of the PM<sub>10 </sub>concentrations (&gt;76.27  μg/m<sup>3</sup>) were considered, there  was a higher risk of CAA, i.e. OR = 1.74, 95%CI = 1.001-3.016, p = 0.050  for the younger age group.</p>
<p>The possible interaction between PM<sub>10 </sub>concentrations and  rainfall was also examined by the application of the Pearson χ<sup>2 </sup>test, which checked the null  hypothesis, i.e. that PM<sub>10 </sub>concentrations are independent to  rain days. We found that the probability of independence was 0; namely  the lowest 10% (&lt;22.07 μg/m<sup>3</sup>)  of the PM<sub>10 </sub>concentrations occurred on a rainy day and that  the highest 10% (&gt;65.59 μg/m<sup>3</sup>)  occurred on a day without rain (Pearson χ<sup>2 </sup>= 57.822, df = 1, p = 0.000). Conversely, the null hypothesis of  independence was fulfilled regarding the relationship between CAA (for  both younger and older age groups) and the incidence of rainy days; i.e.  CAA were not related to rainy days. When Logistic Analysis was applied  to the data, it was shown that dry days approximately double the risk of  observing the PM<sub>10 </sub>concentrations in the top 10% (&gt;65.59 μg/m<sup>3</sup>) compared to the bottom 10%  (&lt;22.07 μg/m<sup>3</sup>) (OR = 2.093,  95% CI = 1.206-3.633, p = 0.009). The washout effect due to rain  significantly influenced the CAA in the younger age group (OR = 0.651,  95%CI = 0.467-0.906, p = 0.011 but not the older age group (OR = 1.040,  95%CI = 0.721-1.502, p = 0.833).</p>
<p>Descriptive analysis with respect to the effect of a five-day  interval was also applied to the data in order to demonstrate the  frequency of CAA within each PM<sub>10 </sub>concentration quartile. The  interval of 5 days was selected in order to illustrate the cumulative  effect of the PM<sub>10 </sub>concentrations and because of the 4-day  lag effect findings obtained from the GLM analysis. This analysis  further highlighted the single (Figure <a name="IDAT321M"></a><a href="http://www.ehjournal.net/content/9/1/45/figure/F3">3</a>, upper  graph) and double peak (Figure <a name="IDAX321M"></a><a href="http://www.ehjournal.net/content/9/1/45/figure/F3">3</a>, lower  graph) of the CAA in the younger and the older age group, respectively.</p>
<div>
<div>
<p><a href="http://www.ehjournal.net/content/9/1/45/figure/F3"><img src="http://www.ehjournal.net/content/figures/1476-069X-9-45-3.gif" alt="thumbnail" align="top" /><strong>Figure 3.</strong></a> <strong>Frequency of the CAA per five-day interval (2001-2004) as a  function of the PM<sub>10 </sub>quartiles along with the variation of  the total number of CAA per five-day interval (white line) and the  polynomial fitting (black line) for the younger (upper graph) and the  older (lower graph) age groups</strong>.</p>
</div>
</div>
<p><a name="IDAO421M"></a></p>
<h3>Discussion</h3>
<p>In the present study, we  evaluated the impact of particulate air pollution on daily paediatric  admissions for asthma in Athens, Greece, while also taking into  consideration the lag effect of mean daily PM<sub>10 </sub>concentration  fluctuations. A close relationship between paediatric asthma admissions  and particulate matter concentrations was observed. A four-day lag  effect up for school-age asthmatic children was also detected.</p>
<p>Airborne particulate matter is a major component of urban air  pollution. The capacity of PM<sub>10 </sub>to induce oxidative stress in  the airways has been proven in rats <a name="IDA0421M"></a>[<a href="http://www.ehjournal.net/content/9/1/45#B26">26</a>]. Damage to  the bronchial epithelium and cilia also occurs resulting in the  prolonged exposure of the epithelial surface to inhaled allergens. In  addition, diesel exhaust particulate matter may bind pollen or other  allergens, thereby promoting sensitisation of the airways to successive  allergen exposure <a name="IDA5421M"></a>[<a href="http://www.ehjournal.net/content/9/1/45#B27">27</a>].</p>
<p>The pattern of CAA distribution of this study was found to be similar  to the seasonality reported by others <a name="IDAG521M"></a><a name="IDAJ521M"></a><a name="IDAM521M"></a>[<a href="http://www.ehjournal.net/content/9/1/45#B28">28</a>-<a href="http://www.ehjournal.net/content/9/1/45#B30">30</a>]. The asthma  peak during spring tends to be associated with tree and grass pollen  released to the atmosphere <a name="IDAR521M"></a>[<a href="http://www.ehjournal.net/content/9/1/45#B31">31</a>], while the  second peak in early autumn is probably due to respiratory infections  that often occur in the beginning of the school year <a name="IDAW521M"></a><a name="IDAZ521M"></a><a name="IDA2521M"></a>[<a href="http://www.ehjournal.net/content/9/1/45#B28">28</a>,<a href="http://www.ehjournal.net/content/9/1/45#B32">32</a>,<a href="http://www.ehjournal.net/content/9/1/45#B33">33</a>]. The  remarkably low asthma admission rates during July and August should  probably be attributed to the summer vacations.</p>
<p>It is hypothesised that air pollutants promote airway sensitization  by inducing changes in the allergenic content of airborne particles that  carry allergens to the airways <a name="IDAGA31M"></a><a name="IDAJA31M"></a>[<a href="http://www.ehjournal.net/content/9/1/45#B34">34</a>,<a href="http://www.ehjournal.net/content/9/1/45#B35">35</a>]. A large  variation in the prevalence of asthma symptoms and of atopic  sensitisation among different populations has been reported, and it is  intriguing that there is a strong link between the increase of atopic  sensitisation and asthma symptoms and economic development <a name="IDAOA31M"></a>[<a href="http://www.ehjournal.net/content/9/1/45#B36">36</a>], i.e.  westernised lifestyle. This may be due to chronic exposure to air  pollutants that leads to decreased pulmonary function, and/or acute  exposures to other triggers that may result in exacerbations. The U.S.  Environmental Protection Agency (EPA) uses an Air Quality Index to  provide general information on air quality and associated health effects  to the public. An Air Quality Index (AQI) of 100 for PM<sub>10 </sub>corresponds  to a PM<sub>10 </sub>level of 150 μg/m<sup>3 </sup>averaged over 24 hours and, when this level is reached, people  with respiratory disease such as asthma are instructed to limit their  outdoor exposure. Moreover, the national of PM<sub>10 </sub>concentrations  threshold is 50 μg/m<sup>3 </sup>averaged  over 24 hours and for 35 days within the year <a name="IDA3A31M"></a>[<a href="http://www.ehjournal.net/content/9/1/45#B20">20</a>].</p>
<p>The analysis of the results of the present study revealed a positive  relationship for the day of admission and a lag effect at one and  four-days later between PM<sub>10 </sub>peak and CAA for school age  asthmatic children, while admissions of the younger asthmatics (0-4  years of age) were not related (on the day of admission) or declined  (one-day lag) with mean daily PM<sub>10 </sub>concentrations. This  finding is most likely due to the physiology and anatomy of the younger  age group; indeed, infants and preschoolers are more prone to cough and  wheeze, but these symptoms do not reflect &#8220;real&#8221; asthma since the  disease is not chronic and the symptoms eventually disappear with the  child&#8217;s growth and development. Timonen and Pekkanen <a name="IDAIB31M"></a>[<a href="http://www.ehjournal.net/content/9/1/45#B37">37</a>] studied the  association between daily variation in air pollution and respiratory  health of school age children, who had either asthma symptoms or only  cough, in Kuopio, Finland. They found that the strongest effect of air  pollution presented a time lag with regard to air pollution  concentrations, while there was also a suggestion for a cumulative  effect. Lag 2 and the four days average of PM<sub>10</sub>, were  associated with declines in morning peak expiratory flow (PEF) among  asthmatic children. When PM<sub>10 </sub>and NO<sub>2 </sub>were  simultaneously adjusted for, the most consistent association was found  for PM<sub>10</sub>. The lag effect was also apparent in a recent study  carried out by Nastos <a name="IDAVB31M"></a>[<a href="http://www.ehjournal.net/content/9/1/45#B38">38</a>], who studied  the impact of weather and ambient air pollution in asthma admissions of  adolescents and adults residing within the wider Athens region. The  findings showed that asthma admissions lagged with respect to PM<sub>10 </sub>peaks  by seven days. A 10 μg/m<sup>3 </sup>increase  of lagged daily mean PM<sub>10 </sub>concentration was associated with  an increase of 3% for asthma admissions.</p>
<p>Thus, high particles concentrations may trigger attacks in children  with asthma. The mechanism particulate matter may trigger or exacerbate  asthma attacks remain unclear. We could speculate that on the day of  admission PM<sub>10 </sub>mostly trigger already inflamed airways;  however, the lag effect may indicate that exposure to certain pollutants  may result in an enhancement of susceptibility to other triggering  factors, such as viral infections.</p>
<p>Asthmatic children are more sensitive to the effects of air pollution  than their non asthmatic pears or children with only cough symptoms <a name="IDAGC31M"></a><a name="IDAJC31M"></a><a name="IDAMC31M"></a>[<a href="http://www.ehjournal.net/content/9/1/45#B39">39</a>-<a href="http://www.ehjournal.net/content/9/1/45#B41">41</a>]. Furthermore,  Erbas et al. <a name="IDARC31M"></a>[<a href="http://www.ehjournal.net/content/9/1/45#B42">42</a>] studied the  association between regional ambient air pollutants and daily childhood  asthma presentations to the emergency department across four regions in  the city of Melbourne, Australia, for the years 2000 and 2001. They  found a consistent association between childhood emergency department  asthma presentations and regional concentration of PM<sub>10</sub>,  while the strongest association was observed in the central district of  Melbourne. This is in agreement with our findings, which revealed that  the highest 10% (&gt;65.69 μg/m<sup>3</sup>)  of the mean daily PM<sub>10 </sub>concentrations resulted in an  approximately two-fold increase of the risk of asthma exacerbation in  both older and younger asthmatic children. Moreover, our findings showed  that dry days seemed to double the risk of CAA at PM<sub>10 </sub>concentrations  in the top 10<sup>t</sup>% (&gt;65.59 μg/m<sup>3</sup>)  as compared to the bottom 10% (&lt;22.07 μg/m<sup>3</sup>).</p>
<p>Still, the washout effect of rain did not appear to influence CAA  significantly in Athens. Ho et al., <a name="IDAGD31M"></a>[<a href="http://www.ehjournal.net/content/9/1/45#B17">17</a>] studied the  relationship of air pollution and weather conditions with the prevalence  adolescent asthma and attack rate in Taiwan from October 1995 to March  1996. They found that an interaction between PM<sub>10 </sub>and rainy  days was present, and that rainy days reduced asthma prevalence, thus  creating a washout effect. In a recent study concerning consecutive dry  and wet days in Greece, Nastos and Zerefos <a name="IDAND31M"></a>[<a href="http://www.ehjournal.net/content/9/1/45#B43">43</a>] showed that  increasing consecutive dry and decreasing consecutive wet days appear in  the greater Athens area, but these trends were not significant (95%  CL). The mean consecutive dry days value is 78 days/year while the mean  consecutive wet days value is 4 days/year. Furthermore,  desertification-related scenarios reveal a tendency towards drier  climatic conditions in the eastern Mediterranean <a name="IDASD31M"></a>[<a href="http://www.ehjournal.net/content/9/1/45#B44">44</a>]. These  findings indicate that the dry weather increases the particulate matter  concentrations in the boundary layer of Athens; this phenomenon, in  turn, exacerbates childhood asthma.</p>
<p>There are some limitations to our study. Exposure misclassification  is an inherent disadvantage of time-series studies. The fixed-site  ambient monitoring stations do not reflect the true exposure of the  children living in the in the greater Athens area; finally acute asthma  diagnosis was more or less clinical. However, the extended period  (2001-2004) we studied and the detailed day-to-day asthma admissions we  counted should give enough reliability to our data.</p>
<p><a name="IDAXD31M"></a></p>
<h3>Conclusions</h3>
<p>Atmospheric particulate  matter (PM<sub>10</sub>) concentration showed a strong positive  correlation with the incidence of CAA in the city of Athens, Greece.  This effect was prominent on the day of admission to the hospital, while  1-day and 4-day lag effects were observed for older asthmatic children;  these findings indicate that inhaled particles, in addition to other  environmental and biological parameters may be triggers of asthma  exacerbations. Our results also show that high mean daily PM<sub>10 </sub>concentrations  double the risk of an asthma exacerbation even in younger asthmatic  children (0-4 year-old), while the washout effect does not seem to  influence CAA. Dry days seemed to double the risk of high particulate  pollution. Further research is needed to improve our understanding of  the mechanisms involved in the exacerbations of childhood asthma  symptoms as the chemical composition of the PM&#8217;s seems to play an  important role in the inflammatory process of the airways.</p>
<p><a name="IDAAE31M"></a></p>
<h3>Abbreviations</h3>
<p>PM: Particulate Matter;  CAA: Childhood Asthma Admissions; μg/m<sup>3</sup>:  micrograms/cubic meter; GLM: Generalized Linear Models; CL: Confidence  Level; RR: relative risk; AQI: Air Quality Index; EPA: Environmental  Protection Agency; PEF: Peak Expiratory Flow; CDD: Consecutive Dry Days;  CWD: Consecutive Wet Days.</p>
<p><a name="IDAHE31M"></a></p>
<h3>Competing  interests</h3>
<p>The authors declare that they have no competing  interests.</p>
<p><a name="IDALE31M"></a></p>
<h3>Authors&#8217; contributions</h3>
<p>PTN  conceived and coordinated the study, performed data analysis and  drafted the manuscript; AGP provided air pollution information and  edited the manuscript; MBA, ESR, and KNP provided the medical data and  edited the manuscript. All authors have read and approved the final  manuscript.</p>
<p><a name="refs"></a></p>
<h3>References</h3>
<ol id="references">
<li id="B1"><a name="B1"></a> Thurston GD,  Ito K,  Hayes CG,  Bates DV,  Lippman  M: <strong> Respiratory hospital admissions and summertime haze air  pollution in Toronto, Ontario: consideration of the role of acid  aerosols. </strong><em>Environ Res</em> 1994 ,  <strong>65</strong><strong>:</strong>271-290.  <a href="http://www.ehjournal.net/pubmed/8187742" target="_blank">PubMed  Abstract</a> | <a href="http://www.ncbi.nlm.nih.gov/entrez/eutils/elink.fcgi?dbfrom=pubmed&amp;cmd=prlinks&amp;retmode=ref&amp;id=8187742" target="_blank">Publisher  Full Text</a> <a href="http://www.ehjournal.net/sfx_links.asp?ui=1476-069X-9-45&amp;bibl=B1"><img src="http://www.ehjournal.net/sfx_links.asp?getImage" alt="OpenURL" /></a>
<p>// &lt;![CDATA[// <a href="turn();">Return to text</a></li>
<li id="B2"><a name="B2"></a> Bascom R: <strong> Health effects of outdoor air  pollution. </strong><em>Am J Respir Crit Care Med</em> 1996 ,  <strong>153</strong><strong>:</strong>3-50.  <a href="http://www.ehjournal.net/pubmed/8542133" target="_blank">PubMed  Abstract</a> <a href="http://www.ehjournal.net/sfx_links.asp?ui=1476-069X-9-45&amp;bibl=B2"><img src="http://www.ehjournal.net/sfx_links.asp?getImage" alt="OpenURL" /></a>
<p>// &lt;![CDATA[// <a href="turn();">Return to text</a></li>
<li id="B3"><a name="B3"></a> Bråbäck L,  Forsberg B: <strong> Does traffic  exhaust contribute to the development of asthma and allergic  sensitization in children: findings from recent cohort studies. </strong><em>Environ  Health</em> 2009 ,  <strong>8</strong><strong>:</strong>17. <a href="http://www.ehjournal.net/pubmed/19371435" target="_blank">PubMed  Abstract</a> | <a href="http://dx.doi.org/10.1186/1476-069X-8-17" target="_blank">BioMed Central Full Text</a> | <a href="http://www.pubmedcentral.nih.gov/articlerender.fcgi?tool=pubmed&amp;pubmedid=19371435" target="_blank">PubMed  Central Full Text</a> <a href="http://www.ehjournal.net/sfx_links.asp?ui=1476-069X-9-45&amp;bibl=B3"><img src="http://www.ehjournal.net/sfx_links.asp?getImage" alt="OpenURL" /></a>
<p>// &lt;![CDATA[// <a href="turn();">Return to text</a></li>
<li id="B4"><a name="B4"></a> Trasande L,  Thurston GD: <strong> The role of air  pollution in asthma and other pediatric morbidities. </strong><em>J  Allergy Clin Immunol</em> 2005 ,  <strong>115</strong><strong>:</strong>689-699.  <a href="http://www.ehjournal.net/pubmed/15805986" target="_blank">PubMed  Abstract</a> | <a href="http://www.ncbi.nlm.nih.gov/entrez/eutils/elink.fcgi?dbfrom=pubmed&amp;cmd=prlinks&amp;retmode=ref&amp;id=15805986" target="_blank">Publisher  Full Text</a> <a href="http://www.ehjournal.net/sfx_links.asp?ui=1476-069X-9-45&amp;bibl=B4"><img src="http://www.ehjournal.net/sfx_links.asp?getImage" alt="OpenURL" /></a>
<p>// &lt;![CDATA[// <a href="turn();">Return to text</a></li>
<li id="B5"><a name="B5"></a> Migliore E,  Berti G,  Galassi C,  Pearce N,   Forastiere F,  Calabrese R,  Armenio L,  Biggeri A,  Bisanti L,  Bugiani  M,  Cadum E,  Chellini E,  Dell&#8217;orco V,  Giannella G,  Sestini P,   Corbo G,  Pistelli R,  Viegi G,  Ciccone G, SIDRIA-2 Collaborative  Group: <strong> Respiratory symptoms in children living near busy roads  and their relationship to vehicular traffic: results of an Italian  multicenter study (SIDRIA 2). </strong><em>Environ Health</em> 2009 ,  <strong>8</strong><strong>:</strong>27. <a href="http://www.ehjournal.net/pubmed/19534827" target="_blank">PubMed Abstract</a> | <a href="http://www.pubmedcentral.nih.gov/articlerender.fcgi?tool=pubmed&amp;pubmedid=19534827" target="_blank">PubMed  Central Full Text</a> <a href="http://www.ehjournal.net/sfx_links.asp?ui=1476-069X-9-45&amp;bibl=B5"><img src="http://www.ehjournal.net/sfx_links.asp?getImage" alt="OpenURL" /></a>
<p>// &lt;![CDATA[// <a href="turn();">Return to text</a></li>
<li id="B6"><a name="B6"></a> Paliatsos AG,  Priftis KN,  Ziomas IC,   Panagiotopoulou-Gartagani P,  Nikolaou-Panagiotou A,   Tapratzi-Potamianou P,  Zachariadi-Xypolita A,  Nicolaidou P,   Saxoni-Papageorgiou P: <strong> Association between ambient air  pollution and childhood asthma in Athens, Greece. </strong><em>Fresen  Environ Bull</em> 2006 ,  <strong>15</strong><strong>:</strong>614-618.   <a href="http://www.ehjournal.net/sfx_links.asp?ui=1476-069X-9-45&amp;bibl=B6"><img src="http://www.ehjournal.net/sfx_links.asp?getImage" alt="OpenURL" /></a>
<p>// &lt;![CDATA[// <a href="turn();">Return to text</a></li>
<li id="B7"><a name="B7"></a> Dockery DW,  Pope CA III: <strong> Acute  respiratory effects of particulate air pollution. </strong><em>Annu  Rev Public Health</em> 1994 ,  <strong>15</strong><strong>:</strong>107-132.  <a href="http://www.ehjournal.net/pubmed/8054077" target="_blank">PubMed  Abstract</a> | <a href="http://www.ncbi.nlm.nih.gov/entrez/eutils/elink.fcgi?dbfrom=pubmed&amp;cmd=prlinks&amp;retmode=ref&amp;id=8054077" target="_blank">Publisher  Full Text</a> <a href="http://www.ehjournal.net/sfx_links.asp?ui=1476-069X-9-45&amp;bibl=B7"><img src="http://www.ehjournal.net/sfx_links.asp?getImage" alt="OpenURL" /></a>
<p>// &lt;![CDATA[// <a href="turn();">Return to text</a></li>
<li id="B8"><a name="B8"></a> Schwartz J,  Slater D,  Larson TV,  Pierson WE,   Koenig JQ: <strong> Particulate air pollution and hospital emergency  room visits for asthma in Seattle. </strong><em>Am Rev Respir Dis</em> 1993 ,  <strong>147</strong><strong>:</strong>826-831. <a href="http://www.ehjournal.net/pubmed/8466116" target="_blank">PubMed  Abstract</a> <a href="http://www.ehjournal.net/sfx_links.asp?ui=1476-069X-9-45&amp;bibl=B8"><img src="http://www.ehjournal.net/sfx_links.asp?getImage" alt="OpenURL" /></a>
<p>// &lt;![CDATA[// <a href="turn();">Return to text</a></li>
<li id="B9"><a name="B9"></a> Galán I,  Tobías A,  Banegas JR: <strong> Short-term effects of air pollution on daily asthma emergency room  admissions. </strong><em>Eur Respir J</em> 2003 ,  <strong>22</strong><strong>:</strong>802-808.  <a href="http://www.ehjournal.net/pubmed/14621088" target="_blank">PubMed  Abstract</a> | <a href="http://www.ncbi.nlm.nih.gov/entrez/eutils/elink.fcgi?dbfrom=pubmed&amp;cmd=prlinks&amp;retmode=ref&amp;id=14621088" target="_blank">Publisher  Full Text</a> <a href="http://www.ehjournal.net/sfx_links.asp?ui=1476-069X-9-45&amp;bibl=B9"><img src="http://www.ehjournal.net/sfx_links.asp?getImage" alt="OpenURL" /></a>
<p>// &lt;![CDATA[// <a href="turn();">Return to text</a></li>
<li id="B10"><a name="B10"></a> Li N,  Nel AE: <strong> Role of the Nrf2-Mediated  signalling pathway as a negative regulator of inflammation: Implications  for the impact of particulate pollutants on asthma. </strong><em>Antioxid  Redox Signal</em> 2006 ,  <strong>8</strong><strong>:</strong>88-98. <a href="http://www.ehjournal.net/pubmed/16487041" target="_blank">PubMed  Abstract</a> | <a href="http://www.ncbi.nlm.nih.gov/entrez/eutils/elink.fcgi?dbfrom=pubmed&amp;cmd=prlinks&amp;retmode=ref&amp;id=16487041" target="_blank">Publisher  Full Text</a> <a href="http://www.ehjournal.net/sfx_links.asp?ui=1476-069X-9-45&amp;bibl=B10"><img src="http://www.ehjournal.net/sfx_links.asp?getImage" alt="OpenURL" /></a>
<p>// &lt;![CDATA[// <a href="turn();">Return to text</a></li>
<li id="B11"><a name="B11"></a> Cho AK,  Sioutas C,  Miguel AH,  Kumagai Y,   Schmitz DA,  Singh M,  Eiguren-Fernandez A,  Froines JR: <strong> Redox  activity of airborne particulate matter at different sites in the Los  Angeles Basin. </strong><em>Environ Res</em> 2005 ,  <strong>99</strong><strong>:</strong>40-47.  <a href="http://www.ehjournal.net/pubmed/16053926" target="_blank">PubMed  Abstract</a> | <a href="http://www.ncbi.nlm.nih.gov/entrez/eutils/elink.fcgi?dbfrom=pubmed&amp;cmd=prlinks&amp;retmode=ref&amp;id=16053926" target="_blank">Publisher  Full Text</a> <a href="http://www.ehjournal.net/sfx_links.asp?ui=1476-069X-9-45&amp;bibl=B11"><img src="http://www.ehjournal.net/sfx_links.asp?getImage" alt="OpenURL" /></a>
<p>// &lt;![CDATA[// <a href="turn();">Return to text</a></li>
<li id="B12"><a name="B12"></a> Kleinman MT,  Sioutas C,  Froines JR,  Fanning E,   Hamade A,  Mendez L,  Meacher D,  Oldham M: <strong> Inhalation of  concentrated ambient particulate matter near a heavily trafficked road  stimulates antigen-induced airway responses in mice. </strong><em>Inhal  Toxicol</em> 2007 ,  <strong>19</strong><strong>:</strong>117-126. <a href="http://www.ehjournal.net/pubmed/17886059" target="_blank">PubMed  Abstract</a> | <a href="http://www.ncbi.nlm.nih.gov/entrez/eutils/elink.fcgi?dbfrom=pubmed&amp;cmd=prlinks&amp;retmode=ref&amp;id=17886059" target="_blank">Publisher  Full Text</a> <a href="http://www.ehjournal.net/sfx_links.asp?ui=1476-069X-9-45&amp;bibl=B12"><img src="http://www.ehjournal.net/sfx_links.asp?getImage" alt="OpenURL" /></a>
<p>// &lt;![CDATA[// <a href="turn();">Return to text</a></li>
<li id="B13"><a name="B13"></a> Rabinovitch N,  Strand M,  Gelfand EW: <strong> Particulate levels are associated with early asthma worsening in  children with persistent disease. </strong><em>Am J Respir Crit  Care Med</em> 2006 ,  <strong>173</strong><strong>:</strong>1098-1105. <a href="http://www.ehjournal.net/pubmed/16484676" target="_blank">PubMed  Abstract</a> | <a href="http://www.ncbi.nlm.nih.gov/entrez/eutils/elink.fcgi?dbfrom=pubmed&amp;cmd=prlinks&amp;retmode=ref&amp;id=16484676" target="_blank">Publisher  Full Text</a> <a href="http://www.ehjournal.net/sfx_links.asp?ui=1476-069X-9-45&amp;bibl=B13"><img src="http://www.ehjournal.net/sfx_links.asp?getImage" alt="OpenURL" /></a>
<p>// &lt;![CDATA[// <a href="turn();">Return to text</a></li>
<li id="B14"><a name="B14"></a> Choi H,  Choi DS: <strong> Concentrations of PM<sub>10</sub>,  PM<sub>2.5</sub>, and PM<sub>1 </sub>influenced by atmospheric  circulation and atmospheric boundary layer in the Korean mountainous  coast during a dust storm. </strong><em>Atmos Res</em> 2008 ,  <strong>89</strong><strong>:</strong>330-337.   <a href="http://dx.doi.org/10.1016/j.atmosres.2008.03.018" target="_blank">Publisher Full  Text</a> <a href="http://www.ehjournal.net/sfx_links.asp?ui=1476-069X-9-45&amp;bibl=B14"><img src="http://www.ehjournal.net/sfx_links.asp?getImage" alt="OpenURL" /></a>
<p>// &lt;![CDATA[// <a href="turn();">Return to text</a></li>
<li id="B15"><a name="B15"></a> Grigoropoulos KN,  Nastos PT,  Ferentinos G: <strong> Spatial distribution of PM<sub>1 </sub>and PM<sub>10 </sub>during  Saharan dust episodes in Athens, Greece. </strong><em>Adv Sci Res</em> 2009 ,  <strong>3</strong><strong>:</strong>59-62.  <a href="http://dx.doi.org/10.5194/asr-3-59-2009" target="_blank">Publisher Full Text</a> <a href="http://www.ehjournal.net/sfx_links.asp?ui=1476-069X-9-45&amp;bibl=B15"><img src="http://www.ehjournal.net/sfx_links.asp?getImage" alt="OpenURL" /></a>
<p>// &lt;![CDATA[// <a href="turn();">Return to text</a></li>
<li id="B16"><a name="B16"></a> Kosmopoulos PG,  Kaskaoutis DG,  Nastos PT,   Kambezidis HD: <strong> Seasonal variation of columnar aerosol optical  properties over Athens, Greece, based on MODIS data. </strong><em>Remote  Sens Environ</em> 2008 ,  <strong>112</strong><strong>:</strong>2354-2366.   <a href="http://dx.doi.org/10.1016/j.rse.2007.11.006" target="_blank">Publisher  Full Text</a> <a href="http://www.ehjournal.net/sfx_links.asp?ui=1476-069X-9-45&amp;bibl=B16"><img src="http://www.ehjournal.net/sfx_links.asp?getImage" alt="OpenURL" /></a>
<p>// &lt;![CDATA[// <a href="turn();">Return to text</a></li>
<li id="B17"><a name="B17"></a> Ho W-C,  Hartley WR,  Myers L,  Lin M-H,  Lin  Yu-S,  Lien C-H,  Lin R-S: <strong> Air pollution, weather, and  associated risk factors related to asthma prevalence and attack rate. </strong><em>Environ  Res</em> 2007 ,  <strong>104</strong><strong>:</strong>402-409. <a href="http://www.ehjournal.net/pubmed/17316602" target="_blank">PubMed  Abstract</a> | <a href="http://www.ncbi.nlm.nih.gov/entrez/eutils/elink.fcgi?dbfrom=pubmed&amp;cmd=prlinks&amp;retmode=ref&amp;id=17316602" target="_blank">Publisher  Full Text</a> <a href="http://www.ehjournal.net/sfx_links.asp?ui=1476-069X-9-45&amp;bibl=B17"><img src="http://www.ehjournal.net/sfx_links.asp?getImage" alt="OpenURL" /></a>
<p>// &lt;![CDATA[// <a href="turn();">Return to text</a></li>
<li id="B18"><a name="B18"></a>EU: <strong> Council Directive 1999/30/EC of 22  April 1999 relating to limit values for sulphur dioxide, nitrogen  dioxide and oxides of nitrogen, particulate matter and lead in ambient  air. </strong><em>Official Journal</em> 1999 ,  <strong>163</strong><strong>:</strong>0041-0060.   <a href="http://www.ehjournal.net/sfx_links.asp?ui=1476-069X-9-45&amp;bibl=B18"><img src="http://www.ehjournal.net/sfx_links.asp?getImage" alt="OpenURL" /></a>
<p>// &lt;![CDATA[// <a href="turn();">Return to text</a></li>
<li id="B19"><a name="B19"></a> Grivas G,  Chaloukakou A,  Samara C,  Spyrellis N:  <strong> Spatial and temporal variation of PM10 mass concentrations  within the greater area of Athens, Greece. </strong><em>Water Air  Soil Poll</em> 2004 ,  <strong>158</strong><strong>:</strong>357-371.  <a href="http://dx.doi.org/10.1023/B:WATE.0000044859.84066.09" target="_blank">Publisher  Full Text</a> <a href="http://www.ehjournal.net/sfx_links.asp?ui=1476-069X-9-45&amp;bibl=B19"><img src="http://www.ehjournal.net/sfx_links.asp?getImage" alt="OpenURL" /></a>
<p>// &lt;![CDATA[// <a href="turn();">Return to text</a></li>
<li id="B20"><a name="B20"></a> Larissi IK,  Koukouletsos KV,  Moustris KP,   Antoniou A,  Paliatsos AG: <strong> PM<sub>10 </sub>concentration levels  in the greater Athens area, Greece. </strong><em>Fresen Environ  Bull</em> 2010 ,  <strong>19</strong><strong>:</strong>226-231.  <a href="http://www.ehjournal.net/sfx_links.asp?ui=1476-069X-9-45&amp;bibl=B20"><img src="http://www.ehjournal.net/sfx_links.asp?getImage" alt="OpenURL" /></a>
<p>// &lt;![CDATA[// <a href="turn();">Return to text</a></li>
<li id="B21"><a name="B21"></a> Philandras CM,  Metaxas DA,  Nastos PT: <strong> Climate Variability and Urbanization in Athens. </strong><em>Theor  Appl Climatol</em> 1999 ,  <strong>63</strong><strong>:</strong>65-72.   <a href="http://dx.doi.org/10.1007/s007040050092" target="_blank">Publisher  Full Text</a> <a href="http://www.ehjournal.net/sfx_links.asp?ui=1476-069X-9-45&amp;bibl=B21"><img src="http://www.ehjournal.net/sfx_links.asp?getImage" alt="OpenURL" /></a>
<p>// &lt;![CDATA[// <a href="turn();">Return to text</a></li>
<li id="B22"><a name="B22"></a> Priftis KN,  Paliatsos AG,   Panagiotopoulou-Gartagani P,  Kotsonis K,  Tapratzi-Potamianou P: <strong> Decrease in childhood asthma admissions in Athens, Greece from 2001 to  2005. </strong><em>Acta Paediatr</em> 2007 ,  <strong>96</strong><strong>:</strong>924-925.  <a href="http://www.ehjournal.net/pubmed/17537026" target="_blank">PubMed  Abstract</a> | <a href="http://www.ncbi.nlm.nih.gov/entrez/eutils/elink.fcgi?dbfrom=pubmed&amp;cmd=prlinks&amp;retmode=ref&amp;id=17537026" target="_blank">Publisher  Full Text</a> <a href="http://www.ehjournal.net/sfx_links.asp?ui=1476-069X-9-45&amp;bibl=B22"><img src="http://www.ehjournal.net/sfx_links.asp?getImage" alt="OpenURL" /></a>
<p>// &lt;![CDATA[// <a href="turn();">Return to text</a></li>
<li id="B23"><a name="B23"></a> McGullagh P,  Nelder JA: <em>Generalized Linear  Models</em>.  2nd edition.  Chapman &amp; Hall, London;  1997. <a href="http://www.ehjournal.net/sfx_links.asp?ui=1476-069X-9-45&amp;bibl=B23"><img src="http://www.ehjournal.net/sfx_links.asp?getImage" alt="OpenURL" /></a>// &lt;![CDATA[// <a href="turn();">Return to text</a></li>
<li id="B24"><a name="B24"></a> Panagiotakos DB,  Chrysohoou C,  Pitsavos C,   Nastos PT,  Anadiotis A,  Tentolouris C,  Stefanadis C,  Toulouse P,   Paliatsos AG: <strong> Climatological variations in daily hospital  admissions for acute coronary syndromes. </strong><em>Int J  Cardiol</em> 2004 ,  <strong>94</strong><strong>:</strong>229-233. <a href="http://www.ehjournal.net/pubmed/15093986" target="_blank">PubMed  Abstract</a> | <a href="http://www.ncbi.nlm.nih.gov/entrez/eutils/elink.fcgi?dbfrom=pubmed&amp;cmd=prlinks&amp;retmode=ref&amp;id=15093986" target="_blank">Publisher  Full Text</a> <a href="http://www.ehjournal.net/sfx_links.asp?ui=1476-069X-9-45&amp;bibl=B24"><img src="http://www.ehjournal.net/sfx_links.asp?getImage" alt="OpenURL" /></a>
<p>// &lt;![CDATA[// <a href="turn();">Return to text</a></li>
<li id="B25"><a name="B25"></a> Nastos PT,  Matzarakis A: <strong> Weather impacts  on respiratory infections in Athens, Greece. </strong><em>Int J  Biometeorol</em> 2006 ,  <strong>50</strong><strong>:</strong>358-369. <a href="http://www.ehjournal.net/pubmed/16596366" target="_blank">PubMed  Abstract</a> | <a href="http://www.ncbi.nlm.nih.gov/entrez/eutils/elink.fcgi?dbfrom=pubmed&amp;cmd=prlinks&amp;retmode=ref&amp;id=16596366" target="_blank">Publisher  Full Text</a> <a href="http://www.ehjournal.net/sfx_links.asp?ui=1476-069X-9-45&amp;bibl=B25"><img src="http://www.ehjournal.net/sfx_links.asp?getImage" alt="OpenURL" /></a>
<p>// &lt;![CDATA[// <a href="turn();">Return to text</a></li>
<li id="B26"><a name="B26"></a> Li XY,  Gilmour PS,  Donaldson K,  MacNee W: <strong> Free-radical activity and pro-inflammatory effects of particulate air  pollution <em>in vivo </em>and <em>in vitro</em>. </strong><em>Thorax</em> 1996 ,  <strong>51</strong><strong>:</strong>1216-1222. <a href="http://www.ehjournal.net/pubmed/8994518" target="_blank">PubMed  Abstract</a> |  <a href="http://dx.doi.org/10.1136/thx.51.12.1216" target="_blank">Publisher Full Text</a> |  <a href="http://www.pubmedcentral.nih.gov/articlerender.fcgi?tool=pubmed&amp;pubmedid=8994518" target="_blank">PubMed  Central Full Text</a> <a href="http://www.ehjournal.net/sfx_links.asp?ui=1476-069X-9-45&amp;bibl=B26"><img src="http://www.ehjournal.net/sfx_links.asp?getImage" alt="OpenURL" /></a>
<p>// &lt;![CDATA[// <a href="turn();">Return to text</a></li>
<li id="B27"><a name="B27"></a> Olivieri D,  Scoditti E: <strong> Impact of  environmental factors on lung defences. </strong><em>Eur Respir  Rev</em> 2005 ,  <strong>14</strong><strong>:</strong>51-56.  <a href="http://dx.doi.org/10.1183/09059180.05.00009502" target="_blank">Publisher  Full Text</a> <a href="http://www.ehjournal.net/sfx_links.asp?ui=1476-069X-9-45&amp;bibl=B27"><img src="http://www.ehjournal.net/sfx_links.asp?getImage" alt="OpenURL" /></a>
<p>// &lt;![CDATA[// <a href="turn();">Return to text</a></li>
<li id="B28"><a name="B28"></a> Priftis K,  Anagnostakis J,  Harokopos E,  Orfanou  I,  Petraki M,  Saxoni-Papageorgiou P: <strong> Time trends and  seasonal variation in hospital admissions for childhood asthma in the  Athens region of Greece: 1978-88. </strong><em>Thorax</em> 1993 ,   <strong>48</strong><strong>:</strong>1168-1169. <a href="http://www.ehjournal.net/pubmed/8296264" target="_blank">PubMed Abstract</a> |  <a href="http://dx.doi.org/10.1136/thx.48.11.1168" target="_blank">Publisher  Full Text</a> | <a href="http://www.pubmedcentral.nih.gov/articlerender.fcgi?tool=pubmed&amp;pubmedid=8296264" target="_blank">PubMed  Central Full Text</a> <a href="http://www.ehjournal.net/sfx_links.asp?ui=1476-069X-9-45&amp;bibl=B28"><img src="http://www.ehjournal.net/sfx_links.asp?getImage" alt="OpenURL" /></a>
<p>// &lt;![CDATA[// <a href="turn();">Return to text</a></li>
<li id="B29"><a name="B29"></a> Crighton EJ,  Mamdani MM,  Upshur REG: <strong> A  population based time series analysis of asthma hospitalizations in  Ontario, Canada: 1988 to 2000. </strong><em>BMC Health Serv Res</em> 2001 ,  <strong>1</strong><strong>:</strong>1-6. <a href="http://www.ehjournal.net/pubmed/11257719" target="_blank">PubMed Abstract</a> | <a href="http://dx.doi.org/10.1186/1472-6963-1-7" target="_blank">BioMed  Central Full Text</a> | <a href="http://www.pubmedcentral.nih.gov/articlerender.fcgi?tool=pubmed&amp;pubmedid=11257719" target="_blank">PubMed  Central Full Text</a> <a href="http://www.ehjournal.net/sfx_links.asp?ui=1476-069X-9-45&amp;bibl=B29"><img src="http://www.ehjournal.net/sfx_links.asp?getImage" alt="OpenURL" /></a>
<p>// &lt;![CDATA[// <a href="turn();">Return to text</a></li>
<li id="B30"><a name="B30"></a> Grech V,  Balzan M,  Asciak RP,  Buhagiar A: <strong> Seasonal variations in hospital admissions for asthma in Malta. </strong><em>J  Asthma</em> 2002 ,  <strong>39</strong><strong>:</strong>263-268. <a href="http://www.ehjournal.net/pubmed/12043858" target="_blank">PubMed  Abstract</a> |  <a href="http://dx.doi.org/10.1081/JAS-120002476" target="_blank">Publisher Full Text</a> <a href="http://www.ehjournal.net/sfx_links.asp?ui=1476-069X-9-45&amp;bibl=B30"><img src="http://www.ehjournal.net/sfx_links.asp?getImage" alt="OpenURL" /></a>
<p>// &lt;![CDATA[// <a href="turn();">Return to text</a></li>
<li id="B31"><a name="B31"></a> Roberts G,  Hurley C,  Bush A,  Lack G: <strong> Longitudinal study of grass pollen exposure, symptoms, and exhaled  nitric oxide in childhood seasonal allergic asthma. </strong><em>Thorax</em> 2004 ,  <strong>59</strong><strong>:</strong>752-756. <a href="http://www.ehjournal.net/pubmed/15333850" target="_blank">PubMed  Abstract</a> |  <a href="http://dx.doi.org/10.1136/thx.2003.008722" target="_blank">Publisher Full Text</a> | <a href="http://www.pubmedcentral.nih.gov/articlerender.fcgi?tool=pubmed&amp;pubmedid=15333850" target="_blank">PubMed  Central Full Text</a> <a href="http://www.ehjournal.net/sfx_links.asp?ui=1476-069X-9-45&amp;bibl=B31"><img src="http://www.ehjournal.net/sfx_links.asp?getImage" alt="OpenURL" /></a>
<p>// &lt;![CDATA[// <a href="turn();">Return to text</a></li>
<li id="B32"><a name="B32"></a> Garty BZ,  Kosman E,  Ganor E,  Berger V,  Garty  L,  Wietzen T,  Waisman Y,  Mimouni M,  Waisel Y: <strong> Emergency  room visits of asthmatic children, relation to air pollution, weather,  and airborne allergens. </strong><em>Ann Allergy Asthma Immunol</em> 1998 ,  <strong>81</strong><strong>:</strong>563-570. <a href="http://www.ehjournal.net/pubmed/9892028" target="_blank">PubMed  Abstract</a> | <a href="http://www.ncbi.nlm.nih.gov/entrez/eutils/elink.fcgi?dbfrom=pubmed&amp;cmd=prlinks&amp;retmode=ref&amp;id=9892028" target="_blank">Publisher  Full Text</a> <a href="http://www.ehjournal.net/sfx_links.asp?ui=1476-069X-9-45&amp;bibl=B32"><img src="http://www.ehjournal.net/sfx_links.asp?getImage" alt="OpenURL" /></a>
<p>// &lt;![CDATA[// <a href="turn();">Return to text</a></li>
<li id="B33"><a name="B33"></a> Johnston NW,  Johnston SL,  Duncan JM,  Greene JM,   Kebadze T,  Keith PK,  Roy M,  Waserman S,  Sears MR: <strong> The  September epidemic of asthma exacerbations in children: a search for  etiology. </strong><em>J Allergy Clin Immunol</em> 2005 ,  <strong>115</strong><strong>:</strong>132-138.  <a href="http://www.ehjournal.net/pubmed/15637559" target="_blank">PubMed  Abstract</a> | <a href="http://www.ncbi.nlm.nih.gov/entrez/eutils/elink.fcgi?dbfrom=pubmed&amp;cmd=prlinks&amp;retmode=ref&amp;id=15637559" target="_blank">Publisher  Full Text</a> <a href="http://www.ehjournal.net/sfx_links.asp?ui=1476-069X-9-45&amp;bibl=B33"><img src="http://www.ehjournal.net/sfx_links.asp?getImage" alt="OpenURL" /></a>
<p>// &lt;![CDATA[// <a href="turn();">Return to text</a></li>
<li id="B34"><a name="B34"></a> Gauderman WJ,  Avol E,  Gilliland F,  Vora H,   Thomas D,  Berhane K,  McConnell R,  Kuenzli N,  Lurmann F,  Rappaport  E,  Margolis H,  Bates D,  Peters J: <strong> The effect of air  pollution on lung development from 10 to 18 years of age. </strong><em>N  Engl J Med</em> 2004 ,  <strong>351</strong><strong>:</strong>1057-1067.  <a href="http://www.ehjournal.net/pubmed/15356303" target="_blank">PubMed  Abstract</a> | <a href="http://www.ncbi.nlm.nih.gov/entrez/eutils/elink.fcgi?dbfrom=pubmed&amp;cmd=prlinks&amp;retmode=ref&amp;id=15356303" target="_blank">Publisher  Full Text</a> <a href="http://www.ehjournal.net/sfx_links.asp?ui=1476-069X-9-45&amp;bibl=B34"><img src="http://www.ehjournal.net/sfx_links.asp?getImage" alt="OpenURL" /></a>
<p>// &lt;![CDATA[// <a href="turn();">Return to text</a></li>
<li id="B35"><a name="B35"></a> D&#8217;Amato G,  Liccardi G,  D&#8217;Amato M,  Cazzola M: <strong> Outdoor air pollution, climatic changes and allergic bronchial asthma. </strong><em>Eur  Respir J</em> 2002 ,  <strong>20</strong><strong>:</strong>763-76. <a href="http://www.ehjournal.net/pubmed/12358357" target="_blank">PubMed  Abstract</a> | <a href="http://www.ncbi.nlm.nih.gov/entrez/eutils/elink.fcgi?dbfrom=pubmed&amp;cmd=prlinks&amp;retmode=ref&amp;id=12358357" target="_blank">Publisher  Full Text</a> <a href="http://www.ehjournal.net/sfx_links.asp?ui=1476-069X-9-45&amp;bibl=B35"><img src="http://www.ehjournal.net/sfx_links.asp?getImage" alt="OpenURL" /></a>
<p>// &lt;![CDATA[// <a href="turn();">Return to text</a></li>
<li id="B36"><a name="B36"></a> Weinmayr G,  Weiland SK,  Bjsorkstén B,   Brunekreef B,  Cookson WOC,  Garcia-Marcos L,  Gotua M,  Gratziou C,   van Hage M,  von Mutius E,  Riikjarv M-A,  Rzehak P,  Stein RT,   Strachan DP,  Tsanakas J,  Wong G, ISAAC Phase Two Study Group: <strong> Atopic sensitization and the international variation of asthma symptom  prevalence in children. </strong><em>Am J Respir Crit Care Med</em> 2007 ,  <strong>176</strong><strong>:</strong>565-574. <a href="http://www.ehjournal.net/pubmed/17575099" target="_blank">PubMed  Abstract</a> | <a href="http://www.ncbi.nlm.nih.gov/entrez/eutils/elink.fcgi?dbfrom=pubmed&amp;cmd=prlinks&amp;retmode=ref&amp;id=17575099" target="_blank">Publisher  Full Text</a> <a href="http://www.ehjournal.net/sfx_links.asp?ui=1476-069X-9-45&amp;bibl=B36"><img src="http://www.ehjournal.net/sfx_links.asp?getImage" alt="OpenURL" /></a>
<p>// &lt;![CDATA[// <a href="turn();">Return to text</a></li>
<li id="B37"><a name="B37"></a> Timonen KL,  Pekkanen J: <strong> Air Pollution  and Respiratory Health among Children with Asthmatic or Cough Symptoms. </strong><em>Am  J Respir Crit Care Med</em> 1997 ,  <strong>156</strong><strong>:</strong>546-552.  <a href="http://www.ehjournal.net/pubmed/9279238" target="_blank">PubMed  Abstract</a> | <a href="http://www.ncbi.nlm.nih.gov/entrez/eutils/elink.fcgi?dbfrom=pubmed&amp;cmd=prlinks&amp;retmode=ref&amp;id=9279238" target="_blank">Publisher  Full Text</a> <a href="http://www.ehjournal.net/sfx_links.asp?ui=1476-069X-9-45&amp;bibl=B37"><img src="http://www.ehjournal.net/sfx_links.asp?getImage" alt="OpenURL" /></a>
<p>// &lt;![CDATA[// <a href="turn();">Return to text</a></li>
<li id="B38"><a name="B38"></a> Nastos PT: <strong> Weather, ambient air pollution  and bronchial asthma in Athens, Greece. </strong>In <em>Seasonal  Forecasts, Climatic Change and Human Health</em>.  Edited by: Thomson M,  Herrera RG, Beniston M.  Health and Climate. Series: Advances in Global  Change Research, Springer;  2006:173-188.  <a href="http://www.ehjournal.net/sfx_links.asp?ui=1476-069X-9-45&amp;bibl=B38"><img src="http://www.ehjournal.net/sfx_links.asp?getImage" alt="OpenURL" /></a>// &lt;![CDATA[// <a href="turn();">Return to text</a></li>
<li id="B39"><a name="B39"></a> Pope CA III,  Dockery DW: <strong> Acute health  effects of PM<sub>10 </sub>pollution on symptomatic and asymptomatic  children. </strong><em>Am Rev Respir Dis</em> 1992 ,  <strong>145</strong><strong>:</strong>1123-1128.  <a href="http://www.ehjournal.net/pubmed/1586057" target="_blank">PubMed  Abstract</a> <a href="http://www.ehjournal.net/sfx_links.asp?ui=1476-069X-9-45&amp;bibl=B39"><img src="http://www.ehjournal.net/sfx_links.asp?getImage" alt="OpenURL" /></a>
<p>// &lt;![CDATA[// <a href="turn();">Return to text</a></li>
<li id="B40"><a name="B40"></a> Roemer W,  Hoek G,  Brunekreef B: <strong> Effect  of ambient winter air pollution on respiratory health of children with  chronic respiratory symptoms. </strong><em>Am Rev Respir Dis</em> 1993 ,  <strong>147</strong><strong>:</strong>118-124. <a href="http://www.ehjournal.net/pubmed/8420404" target="_blank">PubMed  Abstract</a> <a href="http://www.ehjournal.net/sfx_links.asp?ui=1476-069X-9-45&amp;bibl=B40"><img src="http://www.ehjournal.net/sfx_links.asp?getImage" alt="OpenURL" /></a>
<p>// &lt;![CDATA[// <a href="turn();">Return to text</a></li>
<li id="B41"><a name="B41"></a> Hoek G,  Brunekreef B: <strong> Effects of  low-level winter air pollution concentrations on respiratory health of  Dutch children. </strong><em>Environ Res</em> 1994 ,  <strong>64</strong><strong>:</strong>136-150.  <a href="http://www.ehjournal.net/pubmed/8306948" target="_blank">PubMed  Abstract</a> | <a href="http://www.ncbi.nlm.nih.gov/entrez/eutils/elink.fcgi?dbfrom=pubmed&amp;cmd=prlinks&amp;retmode=ref&amp;id=8306948" target="_blank">Publisher  Full Text</a> <a href="http://www.ehjournal.net/sfx_links.asp?ui=1476-069X-9-45&amp;bibl=B41"><img src="http://www.ehjournal.net/sfx_links.asp?getImage" alt="OpenURL" /></a>
<p>// &lt;![CDATA[// <a href="turn();">Return to text</a></li>
<li id="B42"><a name="B42"></a> Erbas B,  Kelly AM,  Physick B,  Code C,  Edwards  M: <strong> Air pollution and childhood asthma emergency hospital  admissions: Estimating intra-city regional variations. </strong><em>Int  J Environ Heal R</em> 2005 ,  <strong>15</strong><strong>:</strong>11-20.   <a href="http://dx.doi.org/10.1080/09603120400018717" target="_blank">Publisher  Full Text</a> <a href="http://www.ehjournal.net/sfx_links.asp?ui=1476-069X-9-45&amp;bibl=B42"><img src="http://www.ehjournal.net/sfx_links.asp?getImage" alt="OpenURL" /></a>
<p>// &lt;![CDATA[// <a href="turn();">Return to text</a></li>
<li id="B43"><a name="B43"></a> Nastos PT,  Zerefos CS: <strong> Spatial and  temporal variability of consecutive dry and wet days in Greece. </strong><em>Atmos  Res</em> 2009 ,  <strong>94</strong><strong>:</strong>616-628.  <a href="http://dx.doi.org/10.1016/j.atmosres.2009.03.009" target="_blank">Publisher  Full Text</a> <a href="http://www.ehjournal.net/sfx_links.asp?ui=1476-069X-9-45&amp;bibl=B43"><img src="http://www.ehjournal.net/sfx_links.asp?getImage" alt="OpenURL" /></a>
<p>// &lt;![CDATA[// <a href="turn();">Return to text</a></li>
<li id="B44"><a name="B44"></a> Parry ML: <em>Assessment of potential effects and  adaptations for climate change in Europe: The Europe ACACIA Project. </em> Norwich: Jackson Environment Institute, University of East Anglia;   2000.</li>
</ol>
<p><span style="color:#ff00ff;"><em>Sumber : http://www.ehjournal.net/content/9/1/45</em></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kristonimala.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kristonimala.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kristonimala.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kristonimala.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kristonimala.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kristonimala.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kristonimala.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kristonimala.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kristonimala.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kristonimala.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kristonimala.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kristonimala.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kristonimala.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kristonimala.wordpress.com/151/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kristonimala.wordpress.com&amp;blog=10858811&amp;post=151&amp;subd=kristonimala&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kristonimala.wordpress.com/2010/08/16/outdoor-particulate-matter-and-childhood-asthma-admissions-in-athens-greece-a-time-series-study/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/481a147c527323a1bb6eca604d36735f?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kristonimala</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.ehjournal.net/content/figures/1476-069X-9-45-1.gif" medium="image">
			<media:title type="html">thumbnail</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.ehjournal.net/content/figures/1476-069X-9-45-2.gif" medium="image">
			<media:title type="html">thumbnail</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.ehjournal.net/content/figures/1476-069X-9-45-3.gif" medium="image">
			<media:title type="html">thumbnail</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.ehjournal.net/sfx_links.asp?getImage" medium="image">
			<media:title type="html">OpenURL</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.ehjournal.net/sfx_links.asp?getImage" medium="image">
			<media:title type="html">OpenURL</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.ehjournal.net/sfx_links.asp?getImage" medium="image">
			<media:title type="html">OpenURL</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.ehjournal.net/sfx_links.asp?getImage" medium="image">
			<media:title type="html">OpenURL</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.ehjournal.net/sfx_links.asp?getImage" medium="image">
			<media:title type="html">OpenURL</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.ehjournal.net/sfx_links.asp?getImage" medium="image">
			<media:title type="html">OpenURL</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.ehjournal.net/sfx_links.asp?getImage" medium="image">
			<media:title type="html">OpenURL</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.ehjournal.net/sfx_links.asp?getImage" medium="image">
			<media:title type="html">OpenURL</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.ehjournal.net/sfx_links.asp?getImage" medium="image">
			<media:title type="html">OpenURL</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.ehjournal.net/sfx_links.asp?getImage" medium="image">
			<media:title type="html">OpenURL</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.ehjournal.net/sfx_links.asp?getImage" medium="image">
			<media:title type="html">OpenURL</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.ehjournal.net/sfx_links.asp?getImage" medium="image">
			<media:title type="html">OpenURL</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.ehjournal.net/sfx_links.asp?getImage" medium="image">
			<media:title type="html">OpenURL</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.ehjournal.net/sfx_links.asp?getImage" medium="image">
			<media:title type="html">OpenURL</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.ehjournal.net/sfx_links.asp?getImage" medium="image">
			<media:title type="html">OpenURL</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.ehjournal.net/sfx_links.asp?getImage" medium="image">
			<media:title type="html">OpenURL</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.ehjournal.net/sfx_links.asp?getImage" medium="image">
			<media:title type="html">OpenURL</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.ehjournal.net/sfx_links.asp?getImage" medium="image">
			<media:title type="html">OpenURL</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.ehjournal.net/sfx_links.asp?getImage" medium="image">
			<media:title type="html">OpenURL</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.ehjournal.net/sfx_links.asp?getImage" medium="image">
			<media:title type="html">OpenURL</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.ehjournal.net/sfx_links.asp?getImage" medium="image">
			<media:title type="html">OpenURL</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.ehjournal.net/sfx_links.asp?getImage" medium="image">
			<media:title type="html">OpenURL</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.ehjournal.net/sfx_links.asp?getImage" medium="image">
			<media:title type="html">OpenURL</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.ehjournal.net/sfx_links.asp?getImage" medium="image">
			<media:title type="html">OpenURL</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.ehjournal.net/sfx_links.asp?getImage" medium="image">
			<media:title type="html">OpenURL</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.ehjournal.net/sfx_links.asp?getImage" medium="image">
			<media:title type="html">OpenURL</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.ehjournal.net/sfx_links.asp?getImage" medium="image">
			<media:title type="html">OpenURL</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.ehjournal.net/sfx_links.asp?getImage" medium="image">
			<media:title type="html">OpenURL</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.ehjournal.net/sfx_links.asp?getImage" medium="image">
			<media:title type="html">OpenURL</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.ehjournal.net/sfx_links.asp?getImage" medium="image">
			<media:title type="html">OpenURL</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.ehjournal.net/sfx_links.asp?getImage" medium="image">
			<media:title type="html">OpenURL</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.ehjournal.net/sfx_links.asp?getImage" medium="image">
			<media:title type="html">OpenURL</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.ehjournal.net/sfx_links.asp?getImage" medium="image">
			<media:title type="html">OpenURL</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.ehjournal.net/sfx_links.asp?getImage" medium="image">
			<media:title type="html">OpenURL</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.ehjournal.net/sfx_links.asp?getImage" medium="image">
			<media:title type="html">OpenURL</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.ehjournal.net/sfx_links.asp?getImage" medium="image">
			<media:title type="html">OpenURL</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.ehjournal.net/sfx_links.asp?getImage" medium="image">
			<media:title type="html">OpenURL</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.ehjournal.net/sfx_links.asp?getImage" medium="image">
			<media:title type="html">OpenURL</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.ehjournal.net/sfx_links.asp?getImage" medium="image">
			<media:title type="html">OpenURL</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.ehjournal.net/sfx_links.asp?getImage" medium="image">
			<media:title type="html">OpenURL</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.ehjournal.net/sfx_links.asp?getImage" medium="image">
			<media:title type="html">OpenURL</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.ehjournal.net/sfx_links.asp?getImage" medium="image">
			<media:title type="html">OpenURL</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.ehjournal.net/sfx_links.asp?getImage" medium="image">
			<media:title type="html">OpenURL</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Manajemen Kebisingan</title>
		<link>http://kristonimala.wordpress.com/2010/08/16/manajemen-kebisingan/</link>
		<comments>http://kristonimala.wordpress.com/2010/08/16/manajemen-kebisingan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Aug 2010 12:21:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kristonimala</dc:creator>
				<category><![CDATA[Health Safety and Environmental]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kristonimala.wordpress.com/?p=147</guid>
		<description><![CDATA[Mengelola lingkungan kerja agar aman bagi pekerja adalah tugas atau tanggung jawab dari perusahaan atau pengusaha. Hal ini dilakukan untuk melindungi pekerja dari konsekwensi yang akan timbul akibat terlalu lama berada di area kerja tersebut. Sebagaimana diketahui bahwa jam kerja &#8230; <a href="http://kristonimala.wordpress.com/2010/08/16/manajemen-kebisingan/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kristonimala.wordpress.com&amp;blog=10858811&amp;post=147&amp;subd=kristonimala&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>Mengelola lingkungan kerja agar aman  bagi pekerja adalah tugas atau tanggung jawab dari perusahaan atau  pengusaha. Hal ini dilakukan untuk melindungi pekerja dari konsekwensi  yang akan timbul akibat terlalu lama berada di area kerja tersebut.  Sebagaimana diketahui bahwa jam kerja yang berlaku umum di perusahaan  adalah 8 jam/hari, artinya seorang pekerja akan berada di sekitar lokasi  tersebut selama 8 jam. Mengingat waktu terpaparnya seorang pekerja di  area yang bising cukup lama, maka pengelolaan area kerja mutlak  diperlukan.</div>
<div>Kebisingan merupakan salah satu factor yang bisa menyebabkan  sakit akibat kerja, sehingga untuk menghindari rusaknya pendengaran  pekerja kebisangan dilingkungan kerja harus dikelola dengan baik.</div>
<div>Pengelolaan kebisingan dapat dilakukan  dengan beberapa tahapan :</div>
<div>
<ol>
<li>Mendeteksi  tingkat kebisingan yang terjadi.<br />
Proses ini dilakukan dengan  mengukur tingkat kebisingan di area kerja tersebut dengan menggunakan  detector yang valid. Hal ini dilakukan untuk mengetahui tingkat  kebisingan di area tersebut.</li>
<li>Mencari penyebab kebisingan<br />
Tahap  ini diperlukan untuk menentukan penyebab timbulnya kebisingan.  Kebisingan bisa saja timbul akibat kerusakan peralatan  yang terdapat di  sekitar area kerja tersebut, misalnya adanya bocoran steam, adanya  kerusakan pada peredam suara, tidak optimalnya pengaturan kondisi  operasi, dan lainnya. Jika ditemukan penyebab seperti itu, maka dengan  perbaikan peralatan tersebut sudah bisa menurunkan tingkat kebisingan.<br />
Jika  sumber kebisingan itu berasal dari peralatan atau mesin tidak bisa  diperbaiki lagi atau permanent, maka perlu dibuatkan strategi untuk  mengurangi kebisingan atau melindungi pekerja.</li>
<li>Menentukan  cara pengelolaan yang terbaik<br />
Setelah ditemukan penyebab kebisingan,  buatkan rencana pengelolaan yang tepat. Misalnya perlu penambahan  peredam suara, pekerja harus memakai alat pelindung diri untuk telinga  seperti earplugs atau earmuff, dan mengatur waktu tinggal seseorang di  lokasi tersebut baik dengan atau tanpa alat pelindung diri.</li>
<li>Implementasi<br />
Jika  cara yang tepat untuk pengelolaan kebisingan sudah ditemukan, segera  implementasikan. Selain melakukan apa yang menjadi rekomendasi tahap  sebelumnya, hasil pemeriksaan terhadap kebisingan sebaiknya ditampilkan  di lokasi tersebut, bisa berupa flyer, atau pamphlet, sehingga  orang-orang yang berada di daerah tersebut mengetahui tingkat kebisingan  di area itu dan bisa melakukan langkah-langkah untuk memproteksi  dirinya dari paparan kebisingan tersebut.</li>
<li>Evaluasi<br />
Tahap  akhir adalah melakukan evaluasi terhadap hasil implementasi yang sudah  dilakukan. Evaluasi ini dibutuhkan untuk mengetahui efektifitas  pengelolaan yang sudah dilakukan. Hal-hal yang dievaluasi antara lain,  tingkat  kebisingan diarea tersebut (berkurang atau bertambah), tingkat  kesehatan telinga orang-orang yang terlibat atau terpapas di area  tersebut.</li>
</ol>
</div>
<div>Selalu  melakukan improvement guna mendapatkan tingkat kebisingan yang terbaik  dan aman bagi pekerja.</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kristonimala.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kristonimala.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kristonimala.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kristonimala.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kristonimala.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kristonimala.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kristonimala.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kristonimala.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kristonimala.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kristonimala.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kristonimala.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kristonimala.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kristonimala.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kristonimala.wordpress.com/147/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kristonimala.wordpress.com&amp;blog=10858811&amp;post=147&amp;subd=kristonimala&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kristonimala.wordpress.com/2010/08/16/manajemen-kebisingan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/481a147c527323a1bb6eca604d36735f?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kristonimala</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ear Protection/ Pelindung kebisingan</title>
		<link>http://kristonimala.wordpress.com/2010/08/16/ear-protection-pelindung-kebisingan/</link>
		<comments>http://kristonimala.wordpress.com/2010/08/16/ear-protection-pelindung-kebisingan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Aug 2010 12:16:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kristonimala</dc:creator>
				<category><![CDATA[Health Safety and Environmental]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kristonimala.wordpress.com/?p=141</guid>
		<description><![CDATA[Telinga merupakan organ vital dari manusia yang sangat berguna dan sensitive. Sebagai organ tubuh yang vital, telinga tidak luput dari resiko kerusakan akibat kerja. Umumnya kerusakan fungsi telinga sebagai alat pendengaran adalah permanent. Sehingga proses rehabilitasinya bias dikatakan sangat kecil &#8230; <a href="http://kristonimala.wordpress.com/2010/08/16/ear-protection-pelindung-kebisingan/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kristonimala.wordpress.com&amp;blog=10858811&amp;post=141&amp;subd=kristonimala&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>Telinga merupakan organ vital dari  manusia yang sangat berguna dan sensitive. Sebagai organ tubuh yang  vital, telinga tidak luput dari resiko kerusakan akibat kerja. Umumnya  kerusakan fungsi telinga sebagai alat pendengaran adalah permanent.  Sehingga proses rehabilitasinya bias dikatakan sangat kecil  kemungkinannya. Oleh karena itu perlindungan terhadap organ yang satu  ini sangat diperlukan untuk mencegah rusaknya fungsi pendengaran akibat  linkungan kerja.</div>
<div>Kebising  yang melebihi ambang pendengaran dan berlangsung dalam waktu yang cukup  lama serta berulang-ulang dapat menyebabkan gangguan pendengaran yang  menetap, gangguan pendengaran yang terjadi akibat terpapar bising  dikenal sebagai gangguan pendengaran akibat bising.</div>
<div>Bagian sistim  pendengaran yang menerima dampak negatif bising adalah koklea (rumah  siput) yang perannya teramat penting sebagai sensor bunyi dari luar.  Bagian bagian koklea juga berperan dalam mendistribusikan stimulus bunyi  dari luar berdasarkan frekuensi yang spesifik, mulai dari frekuensi  tinggi dibagian basal sampai dengan frekuensi rendah pada bagian apex  (puncak) koklea. Selain itu koklea juga berfungsi untuk merubah eneji  akustik menjadi enerji listrik untuk diteruskan pada jaras pendengaran  yang lebih tinggi. Bagian koklea yang menerima dampak langsung dari  bising ada sel sel rambut luar (outer hair cells).</div>
<div>Lingkungan kerja seperti di bengkel,  pabrik, pembangkit tenaga listrik dan lainnya sering dijumpai kebisingan  yang cukup tinggi, rata-rata di atas 95 dB vs 80 dB batas aman bagi  pendengaran manusia. Dengan tingkat kebisingan yang tinggi, jika  seseorang berada pada lingkungan tersebut terlalu lama dan  berulang-ulang, maka resiko kerusakan fungsi pendengaran akan bertambah.  Untuk itu sebagai pekerja di lingkungan kerja seperti itu harus  memiliki kesadaran yang tinggi untuk melindungi telinga mereka.</div>
<div>Upaya untuk melindungi pekerja yang  terpapar kebisingan dapat dilakukan dengan :<br />
Mengurangi tingkat kebisingan yang timbul  dari peralatan atau lingkungan kerja serta<br />
Melindungi pekerja dengan alat pelindung diri  untuk telinga (ear plug, ear muff dll)<br />
Kebisingan yang timbul  di area kerja, biasanya bersumber dari suara mesin, adanya aliran dalam  dengan tekanan tinggi, adanya bocoran pada pipa atau peredam suara.</div>
<div>Sebagaimana diketahui, pabrik atau kilang  selalu dilengkapi dengan fasilitas utilities seperti steam bertekanan  tinggi. Lingkungan kerja yang banyak terdapat kebocoran steam akan  menimbulkan kebisingan yang tinggi. Untuk itu perlu diperbaiki bocoran  tersebut sehingga kebisingan dapat dikurangi.</div>
<div>Mesin pembangkit tenaga listrik juga  merupakan sumber kebisingan karena putaran yang tinggi dan sebagian  menggunakan penggerak turbine uap atau steam. Untuk melindungi  operatornya dari kebisingan biasanya pada saat mendesign tempat kerja  operator turbine dilengkapi dengan ruangan kedap suara, sehingga  kebisingan yang ditimbulkan oleh mesin tersebut tidak terasa di ruang  kerja. Namun demikian kebisingan dari mesin itu sendiri tidak bisa  dihilangkan. Oleh karena itu, jika operator harus berada di dekat mesin  untuk keperluan operasional, maka alat pelindung telinga harus digunakan  untuk melindungi pendengaran pekerja tersebut.</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kristonimala.wordpress.com/141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kristonimala.wordpress.com/141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kristonimala.wordpress.com/141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kristonimala.wordpress.com/141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kristonimala.wordpress.com/141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kristonimala.wordpress.com/141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kristonimala.wordpress.com/141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kristonimala.wordpress.com/141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kristonimala.wordpress.com/141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kristonimala.wordpress.com/141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kristonimala.wordpress.com/141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kristonimala.wordpress.com/141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kristonimala.wordpress.com/141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kristonimala.wordpress.com/141/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kristonimala.wordpress.com&amp;blog=10858811&amp;post=141&amp;subd=kristonimala&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kristonimala.wordpress.com/2010/08/16/ear-protection-pelindung-kebisingan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/481a147c527323a1bb6eca604d36735f?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kristonimala</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
