sekilas info

saya sebagai penulis blog meminta maaf kepada kwn2 semuanya bhwa saya berhenti sejenak menulis blog krn sdh sngat sbuk d t4 krjaan.
kiranya apa yg aqu tulis brmanfaat bgi tman2 semua…
God Alwys with us..

Posted in Kesehatan Lingkungan | Leave a comment

sekilas info

saya sebagai penulis blog meminta maaf kepada kwn2 semuanya bhwa saya berhenti sejenak menulis blog krn sdh sngat sbuk d t4 krjaan.
kiranya apa yg aqu tulis brmanfaat bgi tman2 semua…
God Alwys with us..

Posted in Kesehatan Lingkungan | 1 Comment

sekilas info

saya sebagai penulis blog meminta maaf kepada kwn2 semuanya bhwa saya berhenti sejenak menulis blog krn sdh sngat sbuk d t4 krjaan.
kiranya apa yg aqu tulis brmanfaat bgi tman2 semua…
God Alwys with us..

Posted in Kesehatan Lingkungan | Leave a comment

Heroin Dicampur ke Dodol

JAKARTA – Modus peredaran narkoba di Indonesia kian beragam. Baru-baru ini Sat I Narkotika Polda Metro Jaya mengungkap peredaran heroin dan sabu dengan menggunakan kaleng makanan berisi dodol. 

“Heroin itu ditaruh bersama dodol. Tempat kue (kaleng) itu di atasnya dodol, ditaruh bersama barang itu (heroin). Satu kaleng itu bisa dua kilogram heroin yang disita. Kalau tidak cermat, itu bisa lolos,” ujar Direktur Narkoba Kombes Anjan Pramuka Putra di Mapolda Metro, Jumat (15/10/2010).

Selain itu, lanjut Anjan, pelaku juga menaruhnya bersama bungkusan kopi sachet dan makanan kecil, seperti wafer cokelat.

“Sudah sempat terjual, tapi kami belum tahu jumlahnya karena masih sedang didalami oleh penyidik,” ungkap Anjan.

Sebagaimana diketahui, Satuan I Narkotika Direktorat Narkoba Polda Metro berhasil mengungkap peredaran gelap narkotika jenis heroin dan sabu di tiga lokasi berbeda. Empat tersangka pengedar diamankan masing-masing berinisial YA alias YL, DR alias AC, EM dan TSA.

Polisi berhasil menciduk tersangka berinisial YA alias YL dan DR alias AC di Pusat Grosir Cililitan (PGC) pada Selasa 28 September 2010 lalu. Sedangkan tersangka EM ditangkap di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan pada Jumat 8 Oktober 2010 sore. Sementara tersangka TSA diciduk di rumah kontrakannya di Pejaten Timur, Pasar Minggu di hari yang sama.

Dari hasil pengembangan, para tersangka diketahui mendapatkan barang haram tersebut dari seseorang bernama Samuel alias Kris, seorang narapidana WN Nigeria yang mendekam di LP Nusakambangan. Penyidik juga memperoleh keterangan bahwa Samuel ada kaitannya dengan napi lain bernama Kapten.

Total barang bukti yang berhasil disita dari sindikat yang dikendalikan narapidana Nusakambangan atas nama Kapten adalah 3.455 gram heroin dan 254 gram sabu. Semuanya diperkirakan bernilai Rp4,5 miliar.

Para tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 112 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU Nomor 35 dengan ancaman pidana paling lama 20 tahun atau seumur hidup dan hukuman mati.
(ton)

* makin pinter aja para pengedar heroin yeee….*

* pak polisi harus kerja ekstra nie, nyari t42 dodol untuk di periksa,, smngad pak polisi…

Posted in Police Line | 2 Comments

Tersangka Suap Rp 500 Juta Minta Bebas

Pengacara Daniel Tanjung, Badrani Rashid, meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak menahan kliennya yang menjadi tersangka dalam kasus penyuapan cek perjalanan terkait pemilihan Deputi Gubernur Senior BI, Miranda Goeltom...
Dalihnya, Daniel dinilai sudah renta dan tidak menikmati cek perjalanan tersebut. “Kami meminta KPK untuk tidak menahan Daniel karena beliau sudah cukup tua dan tidak pernah menikmati uang itu,” ujarnya seusai menemani Daniel menjalani pemeriksaan, Jumat (1/10/2010) di Gedung KPK, Jakarta.
Daniel, kini 75 tahun, semula anggota Komisi IX DPR periode 1999-2004 dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Ia disebut menerima cek perjalanan senilai Rp 500 juta dari politisi PPP lainnya, Endin Soefihara. “Tapi dia tidak pakai uang itu, hanya terima, lalu dititipkan,” ujar Badrani.
Siang tadi, Daniel dan Sofyan Usman diperiksa pihak penyidik KPK dalam kaitannya sebagai tersangka kasus suap yang melibatkan 26 politisi DPR dari berbagai partai dan anggota TNI/Polri.
Pada pemeriksaan tersebut, baik Daniel maupun Sofyan hanya ditanyai perihal struktur kinerja kerja komisi, fraksi, dan poksi.
“Baru data pribadi, belum sampai substansi terkait struktur organisasi, tugas Komisi IX. Pertanyannya tidak sampai 20,” ungkap Badrani.
Sementara itu, seusai menjalani pemeriksaan sekitar 5,5 jam, Daniel Tanjung yang menggunakan kemeja lengan panjang dan peci tampak berusaha menghindar dari wartawan.
Semua pertanyaan yang ditujukan kepadanya pun ia limpahkan kepada kuasa hukumnya dan langsung menuju mobil pribadi.

Kata orang, gila kali nie orang yac, habis korupsi minta dibebasin aja,,

Posted in Police Line | Leave a comment