sanitasi Bioskop


BAB I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sarana dan bangunan umum merupakan tempat dan atau alat yang dipergunakan oleh masyarakat umum untuk melakukan kegiatannya, oleh karena itu perlu dikelola demi kelangsungan kehidupan dan penghidupannya untuk mencapai keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial, yang memungkinkan penggunanya hidup dan bekerja dengan produktif secara social ekonomis.
Sarana dan bangunan umum dinyatakan memenuhi syarat kesehatan lingkungan apabila memenuhi kebutuhan fisiologis, psikologis dan dapat mencegah penularan penyakit antar pengguna, penghuni dan masyarakat sekitarnya, selain itu harus memenuhi persyaratan dalam pencegahan terjadinya kecelakaan. Jenis-jenis tempat umum yang sangat memerlukan pengawasan yaitu : Hotel, Restourant, Kolam renang , Pasar, Bioskop, tempat-tempat rekreasi, tempat-tempat ibadah, pertokoan, Pemangkas rambut, salon, Stasiun kereta api atau bus, rumah sakit. Dan pada saat ini penulis akan membahas lebih rinci mengenai sanitasi di Bioskop.
Bioskop merupakan salahsatu tempat hiburan juga merupakan tempat sarana pariwisata sehingga tidak hanya terdapat di kota-koat besar saja, tetapi suadah sampai ke kota-kota keci. Hal ini karena sesuai dengan tuntutan jaman antara lain dengan berkembangnya kepariwisataan yang mana setiap orang ingin mencari hiburan.
Kita menyadari bahwa bioskop merupakan tempat berkumpulnya orang banyak untuk menonoton film. Dengan adanya kegiatan yang cukup padat di gedung bioskop, maka perlu adanya pengawasan terhadap sanitasinya. Pengawasan ini dilakukan berbagai upya mencegah terjadinya penularan penyakit atau gangguan-ganguan yang mungkin timbul di bioskop.

1.2 TUJUAN
• Untuk mengetahui arti, serta macam – macam dari biokop
• untuk mengetahui apa – apa saja yang dipersyaratkan dalam sanitasi bioskop
• untuk mengetahui aspek – aspek apa saja yang dipersyaratkan dalam sanitasi bioskop
• untuk mengetahui hambatan – hambatan yang apa saja dalam pelaksaan sanitasi bioskop

BAB II . PEMBAHASAN
2.1 Pengertian
Bioskop adalah tempat atau gedung termasuk segala fasilitasnya didalam dimana masyarakat berkumpul dengan memayar dapat menonton film.
2.2 Macam-macam Bioskop
a. film theater : tempat pertunjukan film biasa, di Indonesia ini disebut Bioskop.
b. Drive in Theater : tempat pertunjukn film dimana para penonton dapat memasukan mobilnya sekaligus keruang tempat pertunjukan dan menonton dari atas mobi yang dibawanya.
c. Cyclo Rama : tempat pertunjukan film dimana para penonton seolah-olah berada ditengah-tengah kejdian cerita dalam film yang dipertunjukan.
2.3 Hubungan Bioskop Dengan Kesehatan Manusia
Bioskop mempunyai peranan penting dalam penulran penyakit, timbulnya kecelakaan dan gangguan-gangguan lain. Gangguan-gangguan yang dapat ditimbulkan antara lain:
1. Letak kursi bagian terdpan yang terlalu dekat dengan layar ( kurang dari 6m) dapat merusak mata.
2. Letak pintu,jendela dan lain-lain lobang ventilasi yang keliu menimbulkan gerak angin yang keras dan penonton dapat sakit karenanya.
3. Ventilasi yang kurang baik, menimbulkan tidak adanaya gerak udara dalam gedung, sehingga keadaan dalam gedung dapat panans sekali dn menimbulkan pusing kepala.
4. Letak lampu bahaya diatas pintu-intu yang menyilaukan dapat mengganggu mata para penonton.
5. Kurangnya pemeliharaan keersihan pada tempattempat duduk/kursi, menjadikan kursi tersebut menjadi tempat bersarang dan berkembang biaknya binatang pengganggu antara lain kutu busuk, yang dapat menimbulkan gangguan kepada para penonton.
6. Pemakaian film proyektor yang rusak ( isalnya bergetar ) atau lensa yang sudah kabur akan menimbulkan kerusakan mata.
7. Lantai yang tidak memenuhi syarat misalnya licin akan menimbulkan kecelakaan kepada penonton, dan lantai yang berdebu akan mengganggu penonton.
8. WC dan urinoir yang tidak dirawaat akan menimbulkan bau tidak dan mengganggu keyamanan penonton.

2.4 Persyaratan Bioskop
2.4.1 Bagian Luar Gedung
a. Letak Gedung Bioskop
letak atau lokasi gedung biskop perlu diperhatikan karena letak berpengaruh terhadap kenyamanan dari gedung bioskop. Bentuk letak ini perlu diperhatikan sebagai berikut :
– Ditempat yang luas dengan alas an agar memberikan tampat untuk parker mobil dan lain-lain kendaraan, serta memberik keleluasan dan kepuasan para pengunjung unutk mamandang keindahan sekitarnya.agar kendaraan dapat diparkir dengan rapih/teratur perlu adanaya rambu untuk tempat parkir.
– Ditempatyang strategis yaitu ditengah-tengah dekat perumahan penduduk agar mudah dicapai dengan berjalan atau dengan kendaraan, serta ditengah-tengah tempat rekreasi lain.
– Ditempat yang jauh dari faktor penganggu, seperti tempat pembuangan sampah, industry yang gaduh dan terlalu ramai.
– Ditempat yang tinggi dan kering, tidak dekat rawa atau derah banjir.
b. Halaman Gedung Bioskop
– Halaman sangat penting unut gedung bioskop, diguakan unutk parkir kendaraan dan hendaknya cukup luas.
– Halaman harus bersih, tidak terdapat sampah-sampah yng berserakan, gerangan air, oie, dll.
– Pagi malam hari halaman bioskop perlu penerangan minimal 3 cm pada permukaan tanah.
– Halaman perlu diberi pagar sebagai pembatas.
– Arah-arah lalu lintas dibuat teratur baik untuk penonton maupun untuk kendaraan-kendaraan yang keluar masuk halaman.
– Sisa peralatan yan g tidak digunakan untuk parkir dapat dibuat pertamanan dengan tumbuh-tumbuhan, bunga-bunga untuk menambah keindahan sekitarnya.
c. Tempat Sampah
Tersedianya tempat-tempat sampah dan tempat pengumpulan samaph semntara. Penempatan dan jumlah tempat sampah memadai.

Adapun syarat-syraat dari tempat sampah tersebut adalah :
– Kedap Air
– Ertutup rapat
– Mudah diangkat
– Dapat menampung jumlah sampai pada setiap pertunjukan.
d. Saluran Pembuangan Air Hujan
saluran air hujan unutk gedung bioskop perlu ada hal ini untuk menjga agar air hujan tidak menggenang. Karena dengan terdapatnya genangan air akan dapat menimbulkan gangguan kepada para penonton, selain itu genangan air akan dapat digunakan untuk perkembangbiakan vektor panyakit.

2.4.2 Bagian Dalam Gedung Bioskop
Sebenarnya yang dimaksud dengan gedung bioskop adalah bagian luar gedung bioskkop ( Eterior Gedung ) dan bagian dalam gedung bioskop ( interior Gedung )
1. Exterior Gedung :
Halaman yang ada didalam gedung bioskop tatapi terletak diluar ruangan pertunjukan ( diluar dinding yang membatasi tempat pertunjukan ) dibioskop yang modern, maka pada exterior gedung terdapat berbagai macam fasilitas antara lain :
– Restoran
– Tempat berpesta
– Snack bar
– Kamar tunggu
– Wc/urinoir
– Kmar pemadam kebakaran
– Kamar telepon.
Demikian untuk exterior gedung minimal terdapat wc/urinior, kamar telepon, pemadam kebakaran, kaar tunggu dan exterior traffic.
1) WC dan urinoir :
Persyaratan dari WC adalah :
 Jumlah WC (Jamban) aalah minimal 1 buah untuk setiap 200 kursi
 Jamban untuk laki-laki dan jamban untuk wanita harus terpisah.
 Harus tersedia air yang cukup banyak untuk menggelontor maupun untuk membersihkan.
 Keadaan jamban harus selalu dalam keadaan bersih dan terpelihara.
 Penerangan minimal 5 fc pada permukaan lantai.
Persyaratan dari urinoir :
 Jumlah minimal 1 buah untuk 100 kursi.
 Tersedia air pembersih yang cukup.
 Penerangan minimal 5 fc pada lantai.
 Keadaan selalu bersih dan terpelihara.
 Urinoir yang baik adalah type single urinoir, cara membersihkannya secara berkala 5 menit atau 10 menit sekali dapat dipakai “intermittent automatic flushing device”.
Ditempat tersebut sebaiknya terdapat wash tafel (tempat cuci tangan) dilengkapi dengan sabun dan tissue.

2) Ruang Telepon
Telepon untuk gedung bioskop adalah penting sekali. Biasanya telepon ada diruangan direksi, dengan demikian pengunaannya kurang baik bila digunakan untuk umum. Oleh karena itu perlu adanya telepon sifatnya untuk umum dan perlu ditempatkan dikamar tersendiri.
Adapun kegunaan telepon adalah :
 Keperluan pemesanan karcis
 Keperluan pribadi penonton dengan penonton, dan lain-lain.

3) Pemadan Kebakaran
 Didalam gedung bioskop harus tersedia alat pemadam kebakaran yang masih berfungsi dan diletakkan ditempat yang mudah dilihat dan mudah dijangkau oleh umum.
 Pada setiap alat pemadam kebakaran perlu adanya penjelasan tentang cara penggunaannya.
 Jumlah pemadam kebakaran disesuaikan dengan besar kecilnya gedung bioskop.

4) Ruang Tunggu
Kamar tunggu digedung bioskop perlu sekali karena :
 Memberikan tempat bagi para pengunjung yang telah untuk beristirahat.
 Memberikan tempat bagi para penonton untuk menunggu gilirannya menonton film.
Oleh sebab itu, maka kamar tunggu perlu dijaga kebersihannya, disediakan tempat sampah yang cukup, kursi diatur sedemikian rupa, diberi pot-pot bunga sehingga ruang tunggu tersebut bentuknya menarik dan menyenangkan.

5) Exteriour Traffic
Exteriour traffic sangat penting, karena akan melancarkan lalu lintas penonton untuk menuju ke bagian-bagian lain di lingkungan exteriour gedung tersebut. Tanpa adanya exteriour traffic lalu lintas penonton akan terganggu.
Beberapa hal yang harus mendapatkan perhatian dari exteriour traffic adalah :
 Hendaknya jalan-jalan tersebut dibuat cukup lebar.
 Hendaknya jalan-jalan yang menghubungkan dari bagian kebagian lain cukup jelas dan teratur.
 Agar keluar masuknya pengunjung teratur maka pintu yang menuju ke ruan pertunjukkan dan pintu yang keluar dari tempat pertunjukkan hendaknya terpisah.
 Perlu diperhatikan pencahayaan yang cukup agar tidak panas perlu dipasang ventilasi buatan.
 Untuk menjaga kebersihan perlu disediakan tempat-tempat atau rokok maupun puntung rokok.

b. Interiour Gedung :
Adalah ruangan didalam gedung bioskop dimana terdapat tempat duduk para penonton untuk melihat film (tempat pertunjukkan).
Yang perlu mendapatkan perhatian didalam interiour gedung ini antara lain adalah :
1. Dinding
Dinding gedung pertunjukkan dibuat anti gema suara dengan menerapkan sistem “acoustic” dengan maksud :
 mencegah gema suara yang memantul dan menggaduhkan bunyi asli.
 mencegah penyerapan suara (absorpsi) sehingga suara hilang dan menjadi kurang jelas.
 membantu resonansi (menguatkan suara).
2. Lantai
 Lantai dibuat dari bahan yang kedap air, keras, tidak licin dan mudah dibersihkan.
 Kemirinan dibuat sedemikian rupa sehingga pemandangan penonton yang dibelakang tidak terganggu oleh penonton yang dimuka.
Menurut hasil penyelidikan yang dilakukan oleh Departemen Penerangan bersama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyatakan bahwa : Jarak antara sandaran kursi adalah lebih kurang 90 cm, dengan sudut penurunan ideal ke arah layar 6,28 terhadap garis horizontal, berarti perbedaan tinggi kepala kursi yang berurutan 10 cm.
3. Ventilasi
Ventilasi untuk gedung bioskop adalah penting oleh karena untuk mengatur sirkulasi udara, agar udara kotor dalam ruangan keluar dan udara bersih masuk sehingga penonton merasa nyaman.
Untuk atau kamar normal 27˚C dan kelembaban yang baik adalah 40%”.
(Soebagio Reksosoebroto)
“Suhu ruang antara 20˚C-25˚C, dengan kelembaban diantara 40%-50%”.
(Rudi Gunawan)
Sistem ventilasi pada umumnya terbagi atas dua yaitu :
a) Ventilasi Alami (Natural Ventilation System)
Ventilasi alam ini dapat dibuat dengan jalan memasang jendela dan lubang-lubang angin atau dengan menggunakan bahan bangunan yang berpori-pori.
b) Ventilasi Buatan (Artificial Ventilation System)
Untuk ventilasi buatan ini dapat berupa :
 Fan (kipas angin), fungsinya hanya memutar udara didalam ruangan, sehingga masih diperlukan ventilasi alamiah.
 Exhauster (pengisap udara), prinsip kerjanya adalah mengisap udara kotor dalam ruangan sehingga masih diperlukan ventilasi alamiah.
 Air Conditioning (AC)
AC yang baik untuk gedung bioskop adalah menggunakan AC central.
Air Conditioning (AC), prinsip kerjanya adalah penyaringan, pendinginan, pengaturan kelembaban serta pengaturan suhu dalam ruangan.
Yang perlu diperhatikan bila menggunakan AC adalah ruangan harus tertutup rapat dan orang tidak boleh merokok didalam ruangan.
4. Tempat Duduk atau Kursi
Persyaratan dari tempat duduk atau kursi adalah :
 Konstruksi cukup kuat dan tidak mudah untuk bersarangnya binatang pengganggu antara lain kutu busuk atau serangga lainnya.
 Ukuran kursi yaitu :
i. Lebih kurang 40-50 cm.
ii. Tinggi kursi dari lantai sebaiknya 48 cm.
iii. Tinggi sandaran 38-40 cm dengan lebar sandaran disesuaikan dengan kenyamanan.
iv. Sandaran tangan berfungsi juga sebagai pembatas.
v. Sandaran pengguna tidak boleh terlalu tegak.
 Letak kursi agar diatur sedemikian rupa sehingga semua penonton dapat melihat gambar secara penuh dengan tidak terganggu. Jarak antara kursi dengan kursi didepannya minimal 40 cm yang berfungsi untuk jalan ke tempat kursi yang dituju.
 Tiap penonton harus dapat melihat dengan sudut pandang maksimal 30˚.
Penonton yang duduk di baris terdepan harus masih dapat melihat seluruh gambar sepenuhnya. Artinya bagian tepi layar atas, bawah dan samping kiri dan kanan berturut-turut maksimum membentuk sudut 60º-80º dengan titik mata.
5. Pintu darurat
Persyaratan pintu darurat adalah:
– Lebar minimal pintu darurat adalah 2 kali lebar pintu biasa (160 cm)
– Jarak pintu darurat yang satu dengan lain sedikit-dikitnya 5 m dengan tinggi 1,8 m, dan membuka kea rah ke luar.
– Letak pintu darurat sebelah kiri dan sebelah kanan ruang pertunjukkan harus simetris.
– Selama pertunjukan berlangsung pintu darurat tidak boleh di kunci.
– Di atas pintu harus dipasang lampu merah dengan tulisan yang jelas “Pintu Darurat”.

6. Pencahayaan
Pada dasarnya pencahayaan diperlukan sebelum dan setelah pertunjukkan. Hal-hal yang perlu diperhatikan sehubungan dengan pencahayaan adalah:
– System pencahayaan tidak boleh menyilaukan mata dan tidak boleh bergetar.
– Tersedia cukup cahaya untuk kegiatan pembersihan gedung pertunjukkan.
– Kekuatan penerangan pada tangga adalah 3 fc.

7. Sound System
Sound system adalah suatu alat elektronik yang digunakan untuk mengeraskan suara sehingga bias terdengar jelas oleh seluruh penonton.
Sound system yang baik digunakan di gedung bioskop adalah sound system stereo dengan peletakan pengeras suara pada dinding dalam jarak yang sama antara yang satu dengan yang lain, sehingga suara akan diterima merata oleh penonton.suara diukur dengan satuan decibel (dB) antara 80 – 85 dB.

8. Layar Film
Layar film merupakan alat yang pokok dan penting dalam bioskop. Adapun syarat-syarat layar yang harus dipenuhi adalah sebagai berikut:
– Layar sebaiknya berwarna putih dan diberi warna gelap di tepi.
– Ukuran harus disesuaikan dengan proyeksi dari proyektor film yang digunakan.
– Permukaan harus licin dan bersih.
– Jarak antara layar dengan proyektor harus sesuai sehingga gambar yang di proyeksikan pada layar benar-benar baik (focus harus tepat) sehingga tidak menghasilkan gambar yang kabur.

9. Proyektor Film dan Ruangan
Persyaratan proyector dan ruangan adalah:
– Proyektor tidak boleh bergetar, sehingga gambarpun akan ikut bergetar.
– Proyektor harus dapat memproyeksikan gambar dengan jelas.
– Ruang proyektor harus mempunyai ventilasi yang cukup untuk pertukaran udara didalam ruangan tersebut (10% – 20%) dari luas lantai sehingga petugas / operator tidak merasa pengap atau panas.

10. Pemadam Kebakaran
– Didalam gedung bioskop harus tersedia pemadam kebakaran yang masih berfungsi.
– Diletakkan di tempat yang mudah dilihat dan mudah di jangkau oleh umum.
– Jumlah disesuaikan dengan besar kecilnya gedung bioskop.
– Pada setiap alat pemadam kebakaran perlu adanya penjelasan tentang cara pemakaiannya.

11. Sistem Lalu Lintas Dalam Gedung (Traffic System)
System lalu lintas dalam ruangan perlu diatur untuk kelancaran keluar masuknya penonton sebaiknya dibuat arus lalu lintas searah.
Lalu intas (Traffic) yang baik untuk gedung bioskop dibuat menjadi 4 bagian yaitu:
– Lintas utama (maintraffic) /lebar minimal 2 meter.
– Lintas block (blocktraffic) lebar minimal 80 cm.
– Lintas antar kursi (between chair traffic) lebar minimal 40 cm.
– Lintas keliling ruangan (Round the corner traffic) lebar minimal 50 cm.

12. Keadaan Yang Bebas Serangga dan Binatang Pengerat
Pencegahan terhadap serangga dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:
– Kebersihan umum baik di luar dan di dalam gedung harus di jaga.
– Pemasangan kawat-kawat kasa pada lubang-lubang angin.
– Pengaturan barang-barang harus teratur jangan sampai ada sudut-sudut mati yang menyulitkan pembersihan.
– Pencahayaan harus sempurna agar sinar dapat menyinari secara merata keseluruhan ruangan.
Pencegahan terhadap binatang pengerat dapat dilakukan dengan cara sebagai brikut:
– Menjaga kebersihan ruangan
– Menghindari adanya sudut-sudut mati dan ruangan yang gelap.
– Menghindari tempat-tempat yang bisa digunakan untuk bersarangnya binatang pengerat.
– Memasang terali pada lubang ventilasi bagian bawah

2.5 . Peryaratan Lain Yang Diperlukan Di Gedung Bioskop
1. Kotak / peti PPPK
Di gedung bioskop harus tersedia minimal 1 buah kotak PPPK yang berisi obat-obatan PPPK yang lengkap
2. Ruang pembangkit tenaga listrik cadangan
– Mesin harus ditempatkan di ruang khusus sehingga suara dan getaran terendam, tidak mengganggu penonton.
– Gas buangan harus di salurkan ke atas dengan ketinggian yang cukup, sehingga tidak mengganggu
3. Perijinan dan kewajiban pemegang ijin
– Bioskop harus m,empunyai ijin dari pemerintah daerah
– Pemegang ijin berkewajiban memenuhi persyaratan tersebut di atas
4. Petugas generator dan petugas proyektor harus mendapatkan makanan tambahan agar kondisi tubuhnya tetap sehat.

Sanitasi Bioskop memberikan berbagai indikator yang harus diperhatikan dengan indicator dan parameter antra lain Letak gedung, Lingkungan Bioskop dengan parameter sanitasi antara lain mencakup persyaratan pada halaman dan gedung. (Arifin , 2009)
Beberapa persyaratan aspek sanitasi dengan karakteristik khusus dapat kita temukan pada sanitasi bioskop ini antara lain :
– Pada Pintu Darurat / Pintu Bahaya dengan indikator antra lain Jarak satu dengan yang lain : 5 m, Simetri : kanan-kiri ruangan, Daun pintu dapatdibuka lebar, Ada label “PINTU BAHAYA”. Tidak boleh dikunci selama pertunjukan
– Layar film : Berwarna putih dengan warna gelap ditepi, Ukuran sesuai dengan kekuatan proyektor, Permukaan bersih & licin, Jarak ideal layar dengan proyektor ± 40 m.
– Sound system : Suara 80-85 dB, Simetris di kianan – kiri dinding gedung.
– Pemadam kebakaran : Perlu disediakan di dlm gedung pertunjukan, Diletakkan terpencar, mudah dilihat, mudah dicapai, Perlu disertai petunjuk cara penggunaan
– Tempat duduk : Dibuat untuk perorangan, Ada sandaran belakan, tangan + kaki, Tidak berhimpitan, Jarak dengan tempat duduk depannya 40 cm (berfungsi sebagai jalan pengunjung), Baris terdepan min 6 m dari layar, dengan sudut pandang < 30º, Tinggi tempat duduk dan lantai sebaiknya 48 cm dengan sandaran 38-40 cm, Tempat duduk dibuat empuk, mudah dibersihkan
– Lalu lintas dlm gedung : Lalu lintas utama ( 4 m), Lintas block (80 cm), Lintas antar kursi (40 cm), Lintas keliling ruangan (50 cm)
– Proyektor film & ruangannya : Sebaiknya da 2 buah proyektor sehingga tidak ada jeda saat pergantian antar rol film, Harus baik, tidak bergetar, terang sehingga tidak merusak mata, Ruang untuk proyektor disesuaikan dengan ukuran proyektor dan jumlah petugas, Kelembaban & suhu yang diperhatikan
2.6 Kenapa sanitasi di tempat-tempat bioskop sangat diperlukan :
1. Adanya kumpulan manusia yang berhubungan langsung dengan lingkungan
2. Kurangnya pengertian dari masyarakat mengenai masalah kesehatan
3. Kurangnya fasilitas sanitasi yang baik
4. Adanya kemungkinan besar terjadinya penularan penyakit
5. Adanya kemungkinan terjadinya kecelakaan
6. Adanya tuntutan physical dan mental confort
2.7 Aspek penting dalam penyelenggaraan sanitasi tempat-tempat umum
1. Aspek teknis /hukum (persyaratan H dan S, Peraturan dan perundang-undangan sanitasi
2. Aspek sosial, yang meliputi pengetahuan tentang : kebiasaan hidup, adat istiadat, kebudayaan, keadaan ekonomi, kepercayaan, komunikasi, dll
3. Aspek administrasi dan management, yang meliputi penguasaan pengetahuan tentang cara pengelolaan STTU yang meliputi : Man, Money, Method, Material dan Machine
2.8 Hambatan yang sangat sering dijumpai dalam pelaksanaan sanitasi di tempat-tempat umum
PENGUSAHA
1. Belum adanya pengertian dari para pengusaha mengenai peraturab per undang-undangn yang menyangkut usha STTU dan kaitannya dengan usaha kesehtan masyarakat
2. Belum mengetahui / kesadaran mengenai pentingnya usaha STTU untuk menghindari terjadinya kecelakaan atau penularan penyakit
3. Adanya sikap keberata dari pengusaha untuk memenuhi persyaratan-persyaratan karena memerlukan biaya ekstra
4. Adanya sikap apatis dari masyarakat tenang adanya peraturan/persyaratan dari STTU
PEMERINTAH
1. Belum semua peraltan dimiliki oelh tenaga pengawas pada tingkat II dan kecamatan
2. Masih terbatasnya pengetahan petugas dalam melaksanakan pengawasan
3. Masih minimnya dana yang dialokasikan untuk pengawasan STTU
4. Belum semua kecamatan /tingkat II memiliki saran transportasi untuk melakukan kegiatan pengawasan

BAB III. HASIL KEGIATAN DAN PEMBAHASAN
3.1 Analisa Situasi
Gedung bioskop Studio 21 merupakan salah satu gedung bioskop yang ada di Kota Manado yang terletak di Area Manado Town Square, Tempat ini sangat strategis karena tepat berada di kawasan pusat kota Manado, sehingga tidak sedikit orang yang datang untuk menonton film di bioskop ini, untuk harga tiketnya pihak pengelola memberikan harga untuk senin – kamis Rp. 15000 dan jumat –sabtu Rp. 20000 dan minggu/hari libur Rp 25.000.
Gedung bioskop ini milik pribadi, tetapi izin usahanya merupakan bagian dari PT. Cakra Satya Internu. Jumlah karyawan seluruhnya adalah 27 orang,
3.2 Hasil Observasi
3.2.1 Bagian Luar Gedung
1. Letak/ lokasi gedung bioskop
No. Bobot Komponen Penilaian Nilai Skor
1. 3 – Terhindar dari pencemaran kimia 3 9
2. – Terhindar dari pencemaran fisika 3 9
3. – Terhindar dari pencemaran bakteriologi 2 6
4. – Terhindar dari bahaya banjir 1 3
Jumlah 9 27
Sumber : Data Primer Sanitasi Gedung Bioskop Studio 21, Tahun 2009.
Lokasi yang strategis dapat menyebabkan gedung bioskop Studio 21 sangat mudah mengalami pencemaran baik fisik, kimia maupun bakteriologis, tapi untuk letak gedung yang cukup tinggi, sehingga dapat terhindari bahaya banjir.
2. Bangunan
No. Bobot Komponen Penilaian Nilai Skor
1. 5 – Kokoh dan kuat 4 20
2. – Tidak memungkinkan sebagai tempat berkembang biaknya serangga dan tikus 5 25
Jumlah 9 45
Sumber : Data Primer Sanitasi Gedung Bioskop Studio 21, Tahun 2009
Bangunan gedung bioskop Studio 21 termasuk bangunan yang kokoh dan kuat, jika ditinjau lagi dari keadaan lingkungan sekitar gedung tersebut, tidak memungkinkan sebagai tempat berkembang biaknya serangga dan tikus karena sanitasi dalam gedungnya sangat baik.
3. Lingkungan
No. Bobot Komponen Penilaian Nilai Skor
1. 5 – Bersih, tidak ada sampah/ genangan air 4 20
2. – Saluran air hujan lancar 2 10
3. – TPS tersedia cukup dan utuh 2 10
4. – Pagar kuat dan utuh 2 10
Jumlah 10 50
Sumber : Data Primer Sanitasi Gedung Bioskop Studio 21, Tahun 2009.
Berdasarkan hasil observasi, lingkungan dari pada gedung bioskop Studio 21 terlihat cukup bersih. Hal ini dipengaruhi oleh faktor lokasi yang berada di pusat pembelanjaan manado town square, dimana disekitar gedung tersebut terdapat beberapa cleaning service yang secara tidak langsung mempengaruhi kebersihan dari gedung tersebut.
3.2.2 Bagian Dalam Gedung
a. Exterior Gedung
1) WC/ Jamban
No. Bobot Komponen Penilaian Nilai Skor
1. 10 – Min. 1 buah utk 200 kursi 3 30
2. – Jamban pria & wanita terpisah 3 30
3. – Tersedia air penggelontor cukup 2 20
4. – Keadaan bersih terpelihara 3 30
Jumlah 11 110
Sumber : Data Primer Sanitasi Gedung Bioskop Studio 21, Tahun 2009.
2) Peturasan/ Urinoir
No. Bobot Komponen Penilaian Nilai Skor
1. 10 – Tersedia air pembersih cukup 5 50
2. – Min. 1 buah utk 100 kursi 2 20
3. – Bersih dan terpelihara 3 30
Jumlah 10 100
Sumber : Data Primer Sanitasi Gedung Bioskop Studio 21, Tahun 2009.
Gedung bioskop Studio 21 memiliki 2 buah WC, yang masing-masing terpisah untuk laki-laki dan wanita. WC wanita terdapat 6 buah jamban, dan 3 unit wastafel, sedangkan untuk WC pria terdapat 4 unit urinoir, 2 buah jamban dan 3 peturasan.
b. Interior gedung
1) Dinding
Dinding di dalam ruang pertunjukan sudah cukup baik, karena dapat mencegah gema suara yang memantul dan menggaduhkan bunyi asli.
2) Lantai
Lantai di beberapa ruang pertunjukan ada yang menggunakan bahan yang kedap air misalnya platik, namun ada pula yang tidak tidak menggunakan plastik.
3) Ventilasi
No. Bobot Komponen Penilaian Nilai Skor
1. 5 – Tersedia dan berfungsi baik 5 25
2. – Menghilangkan bau tak enak 3 15
3. – Cukup menjamin rasa aman 2 10
Jumlah 10 50
Sumber : Data Primer Sanitasi Gedung Bioskop Studio 21, Tahun 2009.
Ventilasi yang digunakan di dalam ruang pertunjukan merupakan ventilasi buatan yaitu berupa Air Conditioning (AC), begitupun juga dengan ruang proyektor sudah menggunakan ventilasi buatan dalam hal ini AC. Ruang proyektor studio 1,2,3,4,5 dan 6 memiliki ventilasi yang memadai karena ada pertukaran udara sehingga dianggap aman untuk para operator yang bekerja disitu.
4) Tempat Duduk Atau Kursi
No. Bobot Komponen Penilaian Nilai Skor
1. 8 – Kuat utuh, tidak mudah bersarang kutu busuk/ serangga lain 3 24
2. – Lebar kursi min. 40 cm, ada sandaran punggung tidak tegak 3 24
3. – Sudut penglihatan maks. 30° 2 16
4. – Lalu lintas antara baris kursi untuk jalan para penonton min. 40 cm 2 16
Jumlah 10 80
Sumber : Data Primer Sanitasi Gedung Bioskop Studio 21, Tahun 2009.
Jumlah kursi yang ada disetiap ruang pertunjukan terdapat kurang lebih 300 buah kursi. Lebar, sudut maupun lalu lintas antara baris kursi sudah cukup memenuhi syarat, tetapi karena dipengaruhi oleh kelembaban ruangan dan keadaan lingkungan baik kimia, fisik dan biologis maka kursi-kursi yang ada sangat mudah menjadi tempat bersarangnya kutu busuk/ serangga lain. Akan tetapi hal ini di tindaklanjuti oleh pihak pengelola dengan mmberikan pengharum ruangan sebelum pertunjukan film dimulai.
5) Pintu Darurat
terdapat 4 pintu darurat pada gedung bioskop Studio 21, 1 pintu terdapat di selasar antara studio dan lobby, 1 pintu terdapat di gang studio 5 dan 6, dan 2 pintu terdapat di masing – masing studio 1 dan 2.
6) Pencahayaan
No. Bobot Komponen Penilaian Nilai Skor
1. 5 – Tersebar merata untuk pembersihan 4 20
2. – Tidak menyilaukan mata 3 15
3. – Intensitas cahaya 10 fc, terutama pada tangga 2 10
Jumlah 9 45
Sumber : Data Primer Sanitasi Gedung Bioskop Studio 21, Tahun 2009.
Pencahayaan yang ada di ruangan sebelum pertunjukan sangat baik, sehingga tersebar merata pada saat akan melakukan pembersihan.
7) Sound System
No. Bobot Komponen Penilaian Nilai Skor
1. 5 – Penonton terdekat dengan pengeras suara harus < 85dB 5 25
2. – Suara tidak bergema 3 15
3. – Semua penonton dapat dengar jelas setiap kata yang disuarakan 2 10
Jumlah 10 50
Sumber : Data Primer Sanitasi Gedung Bioskop Studio 21, Tahun 2009.
Sistem suara yang ditimbulkan tidak bergema dan penonton dapat mendengar dengan jelas setiap kata yang disuarakan pada saat pertunjukan.

8) Projektor film dan ruangan
No. Bobot Komponen Penilaian Nilai Skor
1. 6 – Tidak boleh bergetar, sehingga gambar turut bergerak 4 24
2. – Harus dapat proyeksi dengan jelas 3 18
3. – Pertukaran udara di ruang proyektor lancar dan cukup 3 18
Jumlah 10 60
Sumber : Data Primer Sanitasi Gedung Bioskop Studio 21, Tahun 2009.
Pada saat pemutaran film, kadang timbul getaran sehingga menyebabkan gambar ikut bergerak. Namun Proyeksi gambar sudah cukup sempurna
9) Layar
No. Bobot Komponen Penilaian Nilai Skor
1. 3 – Warna putih dengan pinggiran hitam 5 15
2. – Mata Penonton dapat melihat semua besarnya layar 5 15
Jumlah 10 30
Sumber : Data Primer Sanitasi Gedung Bioskop Studio 21, Tahun 2009.
Layar yang digunakan di bioskop Studio 21 sudah memadai, dengan warna putih dan pinggiran hitam, juga mata penonton dapat melihat semua besarnya layar.
10) Pemadam kebakaran & peti P3K
No. Bobot Komponen Penilaian Nilai Skor
1. 6 – Tersedia pemadam kebakaran yang masih berlaku dan mudah dilihat 5 30
2.
3. – Setiap alat pemadam ada penjelasan
– Tersedia min. 1 peti P3K dengan obat 2
1 12
6
Jumlah 8 48
Sumber : Data Primer Sanitasi Gedung Bioskop Studio 21, Tahun 2009.
Pada saat akan memasuki gedung bioskop Studio 21, terlihat beberapa tabung pemadam kebakaran yang disertai penjelasan bagaimana cara menggunakannya yang terdapat disetiap studio, sedangkan untuk peti P3K dengan obat, hanya terdapay 1 saja yang berada di ruangan pengelola.

11) Tenaga Kerja
No. Bobot Komponen Penilaian Nilai Skor
1. 6 – Pemilik/ pengusahanya pernah mengikuti kursus/ temukarya 0 0
2.
3. – Bersih pakaian kerja/ seragam
– Memiliki buku kesehatan karyawan 3
2 18
12
Jumlah 5 30
Sumber : Data Primer Sanitasi Gedung Bioskop Studio 21, Tahun 2009.
Manajemen gedung bioskop Studio 21 mempekerjakan sebanyak 27 orang karyawan,.Berdasarkan hasil observasi, semua waitress yang ada memakai pakaian seragam yang bersih dan juga rapi. untuk cleaning service juga berseragam dan terlihat rapi sedangkan operator proyektor tidak berseragam, serta setiap karyawan memiliki buku kesehatan.
12) Sistem lalu lintas dalam gedung
No. Bobot Komponen Penilaian Nilai Skor
1. 8 – Lalu lintas utama min. 1,6 m 2 16
2. – Lalu lintas keliling ruang lebar min. 50 cm 3 24
3. – Lalu lintas antara baris kursi untuk jalan para penonton min. 40 cm 2 16
Jumlah 7 56
Sumber : Data Primer Sanitasi Gedung Bioskop Studio 21, Tahun 2009.
Sistem lalu lintas dalam gedung gedung bioskop Studio 21 masih belum memenuhi syarat. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan terlihat bahwa lalu lintas utama tidak mencapai ukuran 1,6 m dan juga untuk lintas keliling ruang lebar tidak mencapai 50 cm, tetapi khusus untuk lalu lintas antara baris kursi sebagai tempat jalan penonton sudah sesuai dengan yang direkomendasikan.

3.3 Hasil Penilaian
Berdasarkan formulir penilaian pemeriksaan sanitasi di gedung bioskop Studio 21, didapatkan hasil sebagai berikut (berdasarkan pemeriksaan 4 orang):
948 + 942 + 957 + 916 = 940,75
4
Hasil pemeriksaan kali 100 dibagi bobot (100) :
940,75 x 100 = 940,75
100
Bila dilihat dari hasil penilaian pemeriksaan sanitasi di gedung bioskop, maka Bioskop Studio 21 masuk dalam kategori A ( SANGAT BAIK).
Gred system :
A= 900 – 1000 (Sangat Baik)
B= 800 – 899 (Baik)
C= 700 – 799 (Cukup baik)
D= 600 – 699 (cukup)

BAB IV . PENUTUP
4.1 Kesimpulan
• Gedung bioskop adalah suatu tempat termasuk fasilitasnya dimana umum dengan membayar dapat menonton film di tempat tersebut. Dasar pelaksanaan Penyehatan Lingkungan Bioskop adalah Kep. Menkes 288/Menkes/SK/III/2003 tentang Pedoman Penyehatan Sarana dan Bangunan Umum.
• Bioskop terdiri dari 3 macam yaitu:
1. Film theater
2. Drive in theater
3. Cyclo rama
• Hubungan bioskop dengan manusia, gangguan-gangguan yang dapat ditimbulkan antara lain:
1.Letak kursi terdepan yag terlalu dekat.
2. Letak pintu, jendela dan ventilasi yang keliru
3. Ventilasi yang kurang baik
4. Letak lampu
5. Kurangnya pemeliharaan kebersihan
6.Lantai yang tidak memenuhi syarat
7. Pemakaina film proyektor yang rusak(lensa yang sudah kabur).
8. WC yang tidak dirawat dan menimbulkan bau
• Persyaratan di bioskop rebagi menjadi bagian yaitu:
a. Bagian luar gedung Bioskop: letak gedung, bioskop dalam gedung, bioskop tempat sampah saluran pembuangan air hujan
b. Bagian dalam gedung bioskop
Exterior gedung, misalnya: WC, ruang telepon, runag tunggu, pemadam kebakaran, exterior traffic.
Interior gedung: dinding, lantai, ventilasi, temapt duduk atau kursi, pintu darurat, pencahayaan, sound system,layar film, projektor film dan ruangan, pemadam kebakaran, sistem lalu lintas dalam gedung.

• Keadaan gedung Bioskop Studio 21 baik dari faktor lokasi, lingkungan bangunannya maupun ruang pertunjukkan sudah sangat baik, dari segi eksterior maupun interior gedung sebagiam besar dapat dikatakan sudah memenuhi syarat kesehatan.
3.2 Saran
• Untuk lebih meningkatkan kualitas lingkungan gedung bioskop Studio 21 sehingga menjadi lebih baik perlu diadakan pengawasan yang lebih teratur lagi, sehingga dapat tercipta lingkungan tempat hiburan yang aman, nyaman dan bersih bagi pengunjungnya serta terlindung dari bahaya kesehatan.

DAFTAR PUSTAKA
Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 2003. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 288/Menkes/SK/III/2003 Tentang Pedoman penyehatan sarana dan bangunan umum. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia.
Mukono, H. 2006. Prinsip dasar kesehatan lingkungan edisi ke 2. Surabaya : Airlangga University Press.
Anonymous. 2009. Pentingnya pengelolaan sanitasi di tempat – tempat umum (Online). (http://tuloe.wordpress.com/2009/06/07/sanitasi-umum, diakses 4 November 2009).
Munif, Arifin. 2009. Inspeksi Sanitasi Bioskop (Online). (http://inspeksisanitasi.blogspot.com/2009/02/inspeksi-sanitasi-bioskop.html diakses 4 November 2009).

LAMPIRAN
HASIL PEMERIKSAAN SANITASI BIOSKOP
NO VARIABEL BOBOT KOMPONEN PENILAIAN NILAI SKOR
E
A LOKASI & BANGUNAN
1. Lokasi

3

– Terhindar dari pencemaran kimia

3

9

2. Lingkungan

3. Bangunan 5

5 – Terhindar dari pencemaran fisika
– Terhindar dari penc. Bakteriologi
– Terhindar dari bahaya banjir
– Bersih, tidak ada sampah / genangan air
– Saluran air hujan lancar
– TPS tersedia cukup dan utuh
– Pagar kuat dan utuh
– Kokoh / kuat
– Tidak memungkinkan sebagai tempat berkembang biaknya serangga & tikus

1
1
2
2

2
2
0
4
2

3
3
3
10

10
10
0
20
10
B BAGIAN
DALAM
4. Jamban 10 – Minimal 1 buah untuk 200 kursi
– Jamban laki & perempuan terpisah
– Tersedia air penggelontor cukup
– Keadaan bersih & terpelihara 3

3

2

1
30

30

20

10
5. Peturasan / Urinoar 10 – Tersedia air pembersih cukup
– Minimal 1 buah untuk 100 kursi
– Bersih & terpelihara 5

2

1 50

20

10
C RUANG PERTUNJUKAN
6. Kursi

8 – Kuat utuh tidak mudah bersarang kutu busuk / serangga lain
– Lebar kursi minimal 40 cm, ada sandaran punggung tidak tegak
– Sudut penglihatan maks. 30
– Penonton di depan lihat gambar 2

3

2

2 16

24

16

16
7. Lalu lintas gang 8 – Lalu lintas utama min lebar 1,6 m
– Lalu lintas keliling ruang lebar min 50 cm
– Lalu lintas antara baris kursi untuk jalan para penonton minimal 40 cm 1

2

3 8

16

24

8. Pintu bahaya 10 – Lebar minimal 1,6 untuk tiap pintu
– Jarak antara pintu bahaya dengan yang lain maksimal 5 m dengan tinggi 1,8 m
– Di atas pintu bahaya ada lampu merah dengan tulisan jelas “Pintu Bahaya” 0

0

0 0

0

0
9. Ventilasi 5 – Tersedia dan berfungsi baik
– Menghilangkan bau tak enak
– Cukup menjamin rasa aman 4

2

1 20

10

5
10. Pencahayaan 5 – Tersebar merata untuk pembersihan
– Tidak menyilaukan mata
– Intensitas cahaya 10 fc terutama pada tangga 3

2

1 15

10

5
11. Proyektor 6 – Tidak boleh bergetar, sehingga gambar turut bergerak
– Harus dapat proyeksi dengan jelas
– Pertukaran udara di ruang proyektor lancar dan cukup 3

2

1 18

12

6
12. Layar 3 – Warna putih dengan pinggiran hitam
– Mata penonton dapat melihat semua besarnya layar 4

4 12

12
13. Sistim suara 5 – Penonton terdekat dengan pengeras suara harus kurang dari 85 dBA
– Suara tidak bergema
– Semua penonton dapat dengar jelas setiap kata yang disuarakan 5

3
2 25

15
10
14. Pemadam Kebakaran & P3K 6 – Tersedia pemadam kebakaran yang masih berlaku mudah dilihat
– Setiap alat pemadam ada penjelasan
– Tersedia min. 1 peti P3K dengan obat 4

2
0 24

12
0
15. Mesin & Bar Restoran 5 – Tidak ada mesin / bar
– Ada dan ditempatkan ruang khusus
– Bar / Restoran memenuhi syarat Kesehatan 0
0

0 0
0

0
16. Tenaga kerja 6 – Pemilik / pengusahanya pernah mengikuti kursus / temukarya
– Bersih pakaian kerja dan rapih / seragam
– Memiliki buku kesehatan karyawan 2

2

0 12

12

0
100 JUMLAH SKORE 98 603

About kristonimala

studing in Public Health Faculty of Unsrat...
This entry was posted in Sanitarian. Bookmark the permalink.

3 Responses to sanitasi Bioskop

  1. You really make it seem so easy together with your presentation however I to find this topic to be really something that I feel I would by no means understand. It sort of feels too complex and extremely wide for me. I am taking a look forward to your next publish, I will try to get the cling of it!

  2. ikha says:

    thanks🙂
    dengan ini sy dimudahkan dalam tugasQ kali ini..🙂

  3. rinmitsuki says:

    gak ada yang bentuk cheklist dan kuesioner yah??
    tapi makasih yahh udah share sanitasi bioskop😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s