Sanitasi Hotel Sahid Kawanua Manado


BAB I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Dewasa ini pemerintah telah berusaha meningkatkan pendapatan negara pada sektor non migas. Sejalan dengan itu, pemerintah terus melaksanakan pembangunan di berbagai sektor antara lain sektor pertanian, industri dan pariwisata. Pembangunan sektor pariwisata merupakan bagian dari pembangunan nasional yang terkait dengan pembangunan sektor-sektor lainnya yang terus di upayakan peningkatan dan pengembangannya sebagai salah satu sektor yang dapat diandalkan dalam perolehan devisa.
Sejalan dengan perkembangan pembangunan pada umumnya maka dunia usaha ikut berkembang pula. Konsekuensi dari meningkatnya usaha ini lahirlah persaingan yang semakin ketat, sehingga tiap-tiap perusahaan dituntut untuk mampu menciptakan keunggulan-keunggulan dalam bersaing. Sebab jika tidak maka perusahaan tersebut akan tersungkur dari persaingan-persaingan yang semakin ketat dalam menghadapi otonomi daerah.
Pariwisata sebagai salah satu sektor andalan yang terpenting bagi penerimaan devisa non migas sejak dekade terakhir diperkirakan memberikan sumbangan sekitar 15 % dari penerimaan devisa negara dengan jumlah wisatawan mancanegara yang diproyesikan pada tahun 1997 sebanyak 5 juta orang pengunjung. Keberadaan sektor pariwisata pada saat ini merupakan salah satu sektor industri yang memegang peranan penting dalam kehidupan perekonomian Indonesia, dikarenakan sektor pariwisata di Indonesia dikarenakan sektor pariwisata di Indonesia merupakan sumber devisa negara.
Karena sebagai salah satu penerimaan devisa negara dan penunjang suksesnya kepariwisataan di Indonesia, maka industri perhotelan merupakan salah satu bidang usaha yang bergerak di bidang jasa dan pelayanan bagi para wisatawan. Hal ini dianggap sangat penting bagi setiap hotel karena semuanya dapat terpenuhi bila didukung dengan adanya kelancaran operasional yang mencerminkan kualitas hotel tersebut dalam perkembangannya di masa mendatang.
Sejalan dengan hal tersebut maka kebutuhan akan jasa perhotelan akan semakin meningkat dan penting, seiring dengan peningkatan arus wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Perkembangan usaha perhotelan di daerah dipengaruhi oleh perkembangan kota dan mobilitas masyarakat. Hal ini menyebabkan dibutuhkannya tempat penginapan yang cukup memadai baik dari segi fasilitas pelayanan, transportasi yang lancar, kenyamanan lingkungan serta didukung oleh masyarakat yang ramah dan peduli terhadap lingkungan.

1.2 Tujuan
Kegiatan kunjungan lapangan ke beberapa tempat sebagai kegiatan pariwisata, yang diantaranya hotel merupakan salah satu tugas dari mata kuliah Sanitasi Pariwisata. Kegiatan kunjungan lapangan yang dilakukan di hotel Sahid Kawanua ini untuk mengetahui keadaan/ kondisi didalam maupun diluar hotel, dan juga keadaan saniter di hotel, sanitasi makanan di hotel. Cara yang digunakan untuk menilai keadaan hotel tersebut berdasarkan kuisioner penilaian sanitasi hotel.

1.3 Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Kegiatan kunjungan lapangan Sanitasi Hotel dilaksanakan pada hari/tanggal 3 Desember pukul 11.00 WITA yang bertempat di Hotel sahid Kawanua. Kegiatan ini diikuti 16 orang mahasiswa dari Fakultas Kesehatan Masyarakat UNSRAT.

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian dan Peranan Sanitasi Hotel
Hotel dapat diartikan sebagai tempat menginap bagi umum yang dikelola secara komersil, terdiri dari beberapa kamar dan menyediakan juga makanan/minuman. Selain itu, kebersihan dan kesehatan hotel juga sangat mempengaruhi minat para wisatawan. Karenanya, kebersihan ini akan dapat membantu meningkatkan kepariwisataan di Indonesia. Di Indonesia dikenal juga tempat yang sejenis dengan sebutan yang berbeda tapi mempunyai fungsi yang sama hanya agak berbeda dalam fasilitas dan pelayanaannya misalnya, Losmen, Penginapan, Wisma,dll.
Dalam industri kepariwisataan hotel merupakan sektor industri yang bergerak dalam bidang jasa dan sangat berpengaruh terhadap perkembangan kepariwisataan, dimana hotel dituntut dapat memberikan kepuasan kepada tamu baik dari fasilitas yang disediakan dalam memenuhi kebutuhan tamu. Oleh sebab itu, pihak hotel harus mampu menciptakan suasana yang di butuhkan oleh tamu, salah satu caranya meningkatkan Higiene dan Sanitasi pada semua department.
Higiene merupakan usaha kesehatan preventif yang menitikberatkan kegiatannya kepada usaha kesehatan individu, maupun usaha kesehatan pribadi manusia. Sedangkan Sanitasi berarti usaha kesehatan preventif yang menitikberatkan kegiatannya kepada usaha kesehatan lingkungan hidup manusia. Penerapan Higiene dan Sanitasi perlu dilakukan diantaranya penerapan Higiene Sanitasi Kitchen Department, peralatan dapur, karyawaan dapur, serta penerapan Higiene Sanitasi makanan dan minuman karena dapur adalah tempat mengolah suatu makanan, untuk itu para juru masak yang bertugas harus benar-benar memperhatikan segala sesuatu yang akan dikerjakan dan dihasilkan, sehingga segala sesuatu yang dijual kepada tamu baik berupa makanan dan minuman adalah hasil pilihan dan olahan yang baik.
Jasa pelayanan hotel disamping mempunyai dampak positif sebagai tempat istirahat yang baik dan kesenangan hidup juga dapat menimbulkan dampak terhadap masalah kesehatan masyarakat misalnya, para wisatawan juga dapat membawa penyakit yang belum ada didaerah yang dikunjungi, misalnya penyakit AIDS. Oleh karena itu perlu sekali dilakukan usaha desinfeksi semua peralatan bekas pakai, seperti tempat tidur, kamar mandi, jamban, perlatan makan dan minum.
Hotel yang saniter akan sangat menunjang dalam memberikan kepuasan kepada para pengunjung. Dalam hal ini sanitasi dapat mempunyai peranan Phisik dan Psikologi.
1. Peranan Phisik
Sanitasi diharapkan dapat memberikan jaminan kebersihan umum di luar atau di dalam bangunan hotel. Pengertian kebersihan disini dalam arti luas yang meliputi : kebersihan air, makanan-minuman, kuman – kuman dapur, WC, peralatan serta bebas dari ganguan serangga dan binatang pengerat (Tikus).
2. Peranan Psikologis
Peranan sanitasi hotel disini adalah dapat menjamin rasa kepuasan dari para tamu/pengunjung hotel tersebut maupun para karyawan/pengelolaan hotel. Kepuasan tersebut dalam arti memberikan rasa “relax”, comfort, security, safety dan Privacy.

2.2 Manfaat Sanitasi Hotel
Sanitasi hotel mempunyai 2 manfaat yaitu :
1. Manfaat dari segi kesehatan
– Menjamin lingkungan kerja yang saniter.
– Melindungi tamu maupun karyawan hotel dari gangguan faktor lingkungan yang merugikan kesehatan fisik maupun mental.
– Mencegah terjadinya penularan penyakit dan penyakit akibat kerja.
– Mencegah terjadinya kecelakaan.
2. Manfaat dari segi “Business Operational’ Hotel
– Keadaan hotel yang saniter sangat berguna untuk “Sales Promotion” yang secara tidak langsung dapat meningkatkan jumlah tamu.
– Meningkatkan nilai peringkat dari hotel tersebut.

2.3 Sasaran Sanitasi Hotel
Pada Umumnya sasaran sanitasi hotel menyangkut dua hal yaitu sanitasi “Lodging” dan sanitasi “Catering”.
1. Sanitasi Lodging
Adalah pengawasan sanitasi yang menyangkut urusan kerumahtanggaan ( House Keeping) hotel, yang meliputi bangunan dan fasilitasnya seperti halaman, sampah, pembuangan air kotor, dll
Ruang lingkup sanitasi “lodging” meliputi :
– Wilayah luar bangunan hotel (external hotel area) yang terdiri dari : halaman, tempat parkir, pertamanan, pembuangan sampah, pembuangan air kotor.
– Wilayah di dalam hotel (Internal hotel area) yang tefrdiri dari : sanitasi umum, sanitasi kamar, sanitasi toilet, sanitasi ornamen
2. Sanitasi Catering
Catering dalam kegiatan hotel adalah segala sesuatu yang ada hubungannya dengan makanan yang diolah dan dihidangkan dalam sebuah hotel. Kegiatan catering ini bisa berupa penyediaan makanan dan minuman untuk keperluan hotel sendiri dan penyediaan makanan untuk diluar hotel (Outside catering).
Pada umumnya pengawasan ini diperlukan untuk mencegah tersebarnya bermacam – macam penyakit lewat makanan, hal ini dapat ditujukan pada :
a. Keadaan bahan makanan, dengan persyaratan :
– Sayur–mayur, buah–buahan harus segar dan tidak busuk.
– Bahan makanan kaleng harus dicek kemungkingan ada kebocoran.
– Bahan pembuat kue(tepung, pewarna) bebas dari serangga dan disimpan dengan baik.
b. Cara menyajikan :
– Gunakan alat makanan yang bersih.
– Meja makan dan lantai ruangb makan besih, terlihat tidak ada lalat.
– Cukup pencahayaan alam /buatan.
– Pengambilan makanan melalui jendela khusus dari tempat penyimpanan makan masuk agar bebas lalat/serangga.
– Dinding ruang berwarna terang.
– Pintu ruangan dapat menutup sendiri sebagian tertutup dengan kawat kasa.
c. Persyaratan yang lainnya :
– Karyawan catering harus mempunyai sertifikat kesehatan yang masih berlaku.
– Pakaian karyawan catering harus bersih dan ganti setiap dan ini disediakan oleh pesusahaan/hotel dengan dilengkapi penuitup kepala.
– Harus ada WC dan urinoir tersendiri bagi karyawan catering dan tidak berhubungan langsung pintunya dengan dapur.
– Dianjurkan hotel menyediakan almari locker untuk menyimpan pakaian atau peralatan pribadi dari setiap karyawan. Untuk meyakinkan tamu hotel akan kebersihan dari fasilitas yang ada dalam hotel seperti : Lap makan, kamar, bowl wc dan dapat digunakan semacam segel sanitasi kertas.

2.4 Sasaran sanitasi di wilayah luar bangunan hotel
Adapun tempat-tempat diluar bangunan hotel yang perlu diperhatikan dalam penerapan higiene dan sanitasi hotel, antara lain :
1. Tempat parkir
– Cukup luas untuk menampung kendaraan tamu hotel sebagai patokan untuk setiap 5 kamar perlu disediakan 1 tempat parkir.
– Lantai parkir harus keras, sebaiknya diaspal atau dibeton, sehingga tidak becek pada waktu hujan dan tidak berdebu pada waktu musim kemarau.
– Diberikan lampu penerangan sesuai luas tempat parkir.
– Perlu dipasang rambu – rambu lalu lintas untuk mencegah terjadinya kesemrawutan.
– Perlu disediakan gardu parkir lengkap dengan WC dan urinoir
2. Pertamanan dan pertanaman
Yang dimaksud disini ialah sebidang tanah yang ditanami oleh berbagai macam tanaman dengan maksud untuk memperindah pemandangan, mencegah terjadinya erosi, menjaga kesegaran udara.
3. Penyediaan air
Penyediaan air untuk hotel perlu mendapat perhatian dan harus memenuhi persyaratan standart sesuai peraturan yang berlaku (Permenkes No. 416/Menkes/PU/IX/1990).
Penyediaan air untuk hotel dapat diperoleh dari :
– Air ledeng ( PAM)
– Air tanah (Sumur bor)
– Kombinasi air ledeng dan air tanah
Di hotel besar yang bertaraf internasional, diutamakan mendapatkan air ledeng yang telah melalui pengolahan yang baik dan air tanah yang umumnya diperoleh dengan mengebor tanah di halaman sekitar hotel hanya digunakan bila sangat diperlukan yaitu :
– Sebagai “Make up water” (Penambahan air pada waktu–waktu air ledeng macet).
– Sebagai penambah air apabila leideng tidak mampu.
Seyogyanya setiap hotel mempunyai “Reservoir” sebagai tempat untuk menyimpan air, baik air yang berasal dari dinding maupun sumur bor. Yang perlu diperhatikan ialah air yang berasal dari sumur bor yang kualitasnya harus selalu dipantau sehingga memenuhi standar persyaratan.
Mengingat penyediaan air untuk hotel terutama hotel internasional dibutuhkan air yang benar-benar berkualitas tinggi dan diperlukan adanya air panas disemua kran–kran di kamar mandi maka diadakan langkah – langkah sebagai berikut :
a. Semua jenis air yang diperoleh dari berbagai macam sumber air ( air ledeng, air sumur bor ) diadakan pengolahan kembali yang dimaksud ialah :

– Pengendapan (Sedimentation)
Agar segala jenis kotoran yang mungkin ada di dalam air mengendap. Untuk membantu proses pengendapan ini dapat digunakan zat koagulasi untuk mengumpulkan partikel–partikel kotoran sehingga mudah diendapkan.
– Penyaringan
Kotoran–kotoran yang tidak dapat diendapkan dan masih melayang–layang dalam air dapat ditangkap oleh filter ( Saringan).
– Disinfeksi
Bila air telah melalui saringan dan secara fisik telah bersih, misal perlu dilakukan disinfeksi untuk membunuh kuman–kuman yang kemungkingan masih ada dalam air tersebut. Zat disinfektan yang digunakan yang biasannya digunakan ialah zat chlor ada juga dengan mengunakan ozon ( O3) dengan menggunakan alat tertentu.
b. Untuk mendapatkan air panas, maka air perlu dipanaskan pada tangki pemanas (boiler) kemudian disalurkan melalui pipa khusus air panas
4. Pembuangan Sampah
Secara umum cara – cara penanganan sampah meliputi 4 kegiatan, yaitu :
– Penampungan
– Pengumpulan
– Pengangkutan
– Pembuangan
Dari ke 4 kegiatan tersebut yang penting untuk diperhatikan dalam penanganan sampah di hotel yaitu kegiatan penampungan dan pengumpulan sampah, sedangkan kegiatan pengangkutan dan pembuangan sampah biasanya dilakukan oleh Dinas Kebersihan setempatsebagai penanggung jawab pengelola sampah di kota atau daerah setempat.
a. Penampungan sampah
Sumber sampah disuatu hotel dari seluruh bagian hotel, yang paling banyak menghasilkan sampah ialah dapur (main kitchen) dan jenis sampah yang dihasilkan sebagian besar sampah basah (garbage). Dilihat dari sumbernya, cara penampungannyua pun berbeda–beda, secara umum tempat penampungan sampah dilakukan dalam tong sampah dan bak sampah.
Macam – macam dari bak sampah tersebut dapat dibedakan :
1. Sesuai jenis sampah yang ditampung :
– Tempat sampah kering, dapat terbuat dari papan, plastik, atau rotan.
– Tempat sampah basah, biasanya terbuat dari plastik tebal atau logam yang rapat air serta tahan karat.
– Tempat sampah lain- lain, untuk menampung pecahan gelas, kaleng, dan sebagainya.
2. Sesuai cara pemakaian
– Sistem campur (Combined system) dimana semua jenis sampah dicampur jadi satu baik sampah basah maupun sampah kering.
– Sistem terpisah (Separation system) dimana sampah basah dan sampah kering dipisahkan dalam tempat yang berbeda.
b. Pengumpulan sampah
Tempat pengumpulan sampah merupakan tempat yang digunakan untuk menampung dan mengumpulkan semua jenis sampah yang berasal dari seluruh wilayah hotel. Sebelum diangkut dan dibuang ke tempat pembuangan akhir.
Macam-macam tempat pengumpulan sampah :
1. Bentuk bak sampah
Yaitu tempat pengumpulan sampah sejenis bak samaph biasa hanya volumenya lebih besar. Bak sampah ini, juga dapat berupa bak untuk sampah campuran maupun terpisah.
2. Bentuk rumah sampah
Rumah sampah biasanya dibangun untuk menyimpan sampah yang jumlahnya banyak sekali, biasanya pada hotel-hotel besar yang bertaraf internasional.

2.5 Sasaran sanitasi di wilayah dalam bangunan hotel
Sasaran sanitasi di wilayah dalam bangunan hotel meliputi sanitasi umum, sanitasi kamar dan lain-lain.
1. Sanitasi umum
Sasaran sanitasi umum ini meliputi :
– Bangunan/gedung hotel. Harus kuat/kokoh, tidak memungkinkan senagai tempat berkembangbiaknya serangga dan tikus, penggunaan ruangan dipergunakan sesuai dengan fungsinya, konstruksi lantai bersih dan tidak licin, bagian yang selalu kontak dengan air dibuat miring ke arah saluran pembuangan air agar tidak membentuk genangan air, dinding bersih permukaan yang selalu berkontak dengan air harus kedap air.
– Atap. Harus kuat dan tidak bocor serta tidak memungkinkan terjadinya genangan air.
– Langit-langit. Tinggi dari lantai minimal 2,5 meter.
– Pintu. Dapat dibuka dan ditutup serta dikunci dengan baik serta dapat mencegah masuknya binatang pengganggu.
– Pencahayaan.
Adapun pembagian-pembagiannya sebagai berikut :
– Ruang untuk kegiatan dengan resiko kecelakaan tinggi > 300 lux
– Lampu tamu > 60 lux
– Lampu tidur > 5 lux
– Lampu baca > 100 lux
– Lampu relax > 30 lux
– Fasilitas hotel meliputi kebersihan tirai, karpet, furniture, elevator dan lain-lain.
2. Sanitasi kamar
Kamar merupakan suatu bagian dari hotel yang sangat penting agar para tamu bebas dapat beristirahat dan melakukan apa saja tanpa terganggu.
Syarat sanitasi kamar hotel meliputi :
1. Kebersihan umum
2. Kebersihan dan persyaratan fasilitas yang tersedia dalam kamar.

1. Kebersihan umum
Kamar harus selalu dibersihkan oleh karena kamar dapat dikotori oleh debu, zat kimia bahkan lumut, jamur atau kuman. Pengotoran oleh debu dapat dihilangkan dengan jalan menyapu dan membersihkan ruangan termasuk perabotan kamar yang ada secara rutin. Pengotoran oleh zat kimia misalnya noda-noda pada lantai, dinding, taplak meja dan lain-lain dibersihkan dengan memakai zat kimia tertentu yang dapat dipakai untuk menghilangkan noda-noda tersebut. Sedangkan pengotoran oleh lumut atau cendawan dapat terjadi apabila dalam keadaan lembab, ini dapat dicegah dengan mencari sumber terjadinya kelembaban tersebut kemudian diperbaiki.
2. Kebersihan dan persyaratan fasilitas dan peralatan kamar
Fasilitas-fasilitas yang perlu diperhatikan dalam kamar antara lain :
– WC/Urinoir
– Kamar mandi
– Tempat tidur
– Penerangan

a. WC/Urinoir
Pada umumnya, disuatu hotel terutama yang bertaraf internasional WC biasanya tidak berdiri sendiri tetapi bersama –sama dengan urinoir dan kamar mandi berada dalam satu unit ruangan tersendiri yang disebut toilet room dan biasanya berada dalam kamar.
Persyaratan untuk WC/urinoir :
– Bersih dan tidak berbau
– Tipenya harus water seal (closet) dan dilengkapi tempat cuci tangan.
– Pada hotel yang bertaraf internasional perlu dilengkapi kertas toilet
– Harus di disinfeksi baik di lantai maupun bagian luar dari howl toiletnya tiap kali tamu check out.
b. Kamar Mandi
Persyaratan untuk kamar mandi :
– Bersih dan tidak berbau
– Lantai tidak boleh licin
– Dibuat dari bahan yang mudah dibersihkan dan tidak merembeskan air
– Dinding kamar mandi harus dari bahan kedap air
– Bila memakai bath tubo perlu di lengkapi dengan shower, kran air dingin dan panas, tirai penutup dan keset kaki serta di lengkapi kaca toilet.
c. Tempat Tidur
Secara umum, persyaratan untuk kamar tidur sebagai berikut :
– Kondisi ruangan tidak pengap dan berbau.
– Bebas dari kuman-kuman patogen.
– Bersih dan tertata rapi.
– Suhunya sekitar 18-28 0 c.
– Kelembaban sekitar 40-70 %
– Dinding, pintu, jendela yang tembus pandang atau cahaya dilengkapi dengan tirai.
d. Penerangan
Persyaratan untuk penerangan kamar :
– Harus dapat memberikan suasana tenang.
– Tidak menyilaukan.
– Untuk beberapa jenis lampu tetentu perlu dipasang kop lampu agar sinarnya tidak langsung menyinari tempat tidur.
Intensitas cahaya yang diperlukan adalah sebagai berikut :
– Lampu untuk pintu masuk : 25-40 watt
– Lampu langit-langit kamar : 100 watt
– Lampu untuk tirai : 40 watt
– Lampu meja kamar : 40-60 watt
– Lampu baca : 40 watt
– Lampu tidur pojok : 25 watt
– Lampu toilet : 40-60 watt

BAB III. HASIL KEGIATAN

3.1 Analisa Situasi
Hotel Sahid ini memiliki 16 cabang di Indonesia dan di Sulawesi Utara ada 2 cabang Hotel Sahid ini yaitu Hotel Sahid Kawanua yang terletak di Jln. Sam Ratulangi no.1 dan Hotel Sahid Manado yang berada di teling.
Hotel Sahid Kawanua memiliki Nomor Izin pendirian yaitu 18061100771 dan memiliki jumlah karyawan sebanyak 88 orang.

3.2 Hasil Observasi
3.2.1 Persyaratan Kesehatan Lingkungan Dan Bangunan
1. Letak/ lokasi Hotel
Bobot Komponen Penilaian Nilai Skore
2 Terhindar dari Pencemaran Kimia 4 8
Terhindar dari Pencemaran Fisika 3 6
Terhindar dari Pencemaran Bakteri 2 4
Tidak Terletak di Daerah Banjir 1 2
Sumber : Data Primer Sanitasi Hotel Sahid Kawanua, Tahun 2009.
Lokasi Hotel sudah sangat strategis karena selain terletak di pusat kota, juga lokasi terhindar dari pencemaran kimia, fisika, bakteri, dan juga lokasi hotel tidak terletak di area banjir.
2. Lingkungan
Bobot Komponen Penilaian Nilai Skore
2 Bersih 4 8
Tdk memungkinkan sbg temapt bersarang/berkembang biak serangga dan tikus 2 4
Dapat mencegah masuk dan berkembang biak binatang penggangu lain 2 4
berpagar kuat 1 2
Sumber : Data Primer Sanitasi Hotel Sahid Kawanua, Tahun 2009.
Berdasarkan hasil observasi, keadaan lingkungan hotel terlihat cukup bersih karena untuk penjadwalan pembersihan hotel dilakukan hampir setiap hari.

3. Bangunan
Bobot Komponen Penilaian Nilai Skore
1 Kuat/Kokoh 4 4
Tidak memungkinkan sebagai tempat berkembang biaknya serangga dan tikus 4 4
Sumber : Data Primer Sanitasi Hotel Sahid Kawanua, Tahun 2009.
Berdasarkan hasil observasi, keadaan bangunan dari Hotel Sahid Kawanua terlihat kokoh/kuat dan tidak memungkinkan tempat berkembang biaknya binatang pengerat.
4. Pembagian Ruang
Bobot Komponen Penilaian Nilai Skore
1 Dipergunakan sesuai dengan fungsinya : 10 10
– Maesa room
– Maengket Hall
– Puri pingkan
– Matuari room
Sumber : Data Primer Sanitasi Hotel Sahid Kawanua, Tahun 2009.
Pembagian ruang di Hotel Sahid Kawanua, terdiri dari :
– Maesa room : 20 orang
– Matuari room : 20 – 50 orang
– Puri Pingkan : 50 – 60 orang
– Maengket room : 400 orang
Fungsi room tersebut sebagaian besar untuk kegiatan rapat/ pertemuan sedangkan untuk Maengket room di fungsikan selain sebagai tempat untuk rapat/ pertemuan juga sebagai tempat wedding karena ukurannya paling besar dari room yang ada.
5. Lantai
Bobot Komponen Penilaian Nilai Skore
1 Bersih 4 4
bahan kuat, kedap air, permukaan rata 3 3
tidak licin 2 2
yang selalu kontak dgn air tdk memungkinkan terjadinya genangan air 0 0
Sumber : Data Primer Sanitasi Hotel Sahid Kawanua, Tahun 2009.
Berdasarkan syarat lantai yang baik yaitu : bersih, berbahan kuat, kedap air, permukaan rata, tidak licin, tidak terjadinya genangan air, maka sesuai hasil observasi keadaan lantai di Hotel Sahid Kawanua sudah memenuhi syarat tersebu
6. Dinding
Bobot Komponen Penilaian Nilai Skore
1 Bersih 3 3
Permukaan selalu kontak dengan air, kedap air 2 2
Permukaan bagian dalam mudah dibersih 2 2
berwarna terang 1 1
Sumber : Data Primer Sanitasi Hotel Sahid Kawanua, Tahun 2009.
Keadaan dinding di hotel tidak terlalu bersih, akan tetapi permukaan dinding bagian dalam mudah dibersihkan dan berwarna terang
7. Atap
Bobot Komponen Penilaian Nilai Skore
1 Tidak bocor/kuat
Tidak memungkinkan terjadinya genangan air 5
5 5
5
Sumber : Data Primer Sanitasi Hotel Sahid Kawanua, Tahun 2009.
Berdasarkan hasil observasi keadaan Atap hotel tidak bocor dan kuat juga tidak memungkinkan terjadinya genangan air sebab sistem pengaliran air hujan sudah sangat baik.
8. Langit – langit
Bobot Komponen Penilaian Nilai Skore
1 Tinggi dari lantai minimal 2,5 m 6 6
bersih 4 4
Sumber : Data Primer Sanitasi Hotel Sahid Kawanua, Tahun 2009.
Hasil obesrvasi menunjukan bahwa untuk langit – langit gedung hotel sudah memenuhi syarat kesehatan.
9. Pintu
Bobot Komponen Penilaian Nilai Skore
1 Dapat dibuka, ditutup/dikunci dengan baik 5 5
Dapat mencegah masuknya binatang penggangu 5 5
Sumber : Data Primer Sanitasi Hotel Sahid Kawanua, Tahun 2009.

10. Pencahayaan
Bobot Komponen Penilaian Nilai Skore
2 Ruang untuk kegiatan dengan resiko kecelakaan tinggi > 300 lux 2 4
Ruang tamu > 60 lux 2 4
Lampu tidur > 5 lux 2 4
Lampu baca > 100 lux 2 4
Ruang relaks > 30 lux 2 4
Sumber : Data Primer Sanitasi Hotel Sahid Kawanua, Tahun 2009
Sistem pencahayaan di hotel sahid kawanua sudah memenuhi syarat kesehatan. Karena semua tempat – tempat penerangan sudah sesuai dengan stanandar penerangan yang baik.
3.2.2 Persyaratan Kesehatan Kamar/ Ruang
a. Umum
1) Kondisi Ruang
Bobot Komponen Penilaian Nilai Skore
1 tidak pengab 2 2
Bebas kuman alpha streptoccocus haemoliticus & kuman pathohen 2 2
Tidak berbau (H2S & Amoniak) 2 2
Kadar gas beracun tidak melebihi NAB 2 2
Tingkat kebisingan tidak melebihi persyaratan (kamar tidur < 40)dBA, kantor < 75 dBA, dapur < 80 dBA, ruang pertunjukan < 90 dBA 2 2
Sumber : Data Primer Sanitasi Hotel Sahid Kawanua, Tahun 2009
b. Khusus
1) Kamar tidur
Bobot Komponen Penilaian Nilai Skore
2 bersih 4 8
luas minimal bintang 3 = 22 m2 2 4
peralatan ditata rapih 1 2
suhu 18 – 20 C 1 2
Kelembaban 40 – 70 % 1 2
dinding, pintu, jendela, dll yg tembus pandang/ cahaya dilengkapi 1 2
Sumber : Data Primer Sanitasi Hotel Sahid Kawanua, Tahun 2009
Keadaan kamar tidur di hotel sahid kawanua, sangat bersih, dan sesuai untuk syarat kesehatan, dan dari hasil observasi hotel sahid kawanua memiliki 2 suite kamar dan keadaan kamar standar sangat nyaman di tempati.
2) Ruang istrahat karyawan
Bobot Komponen Penilaian Nilai Skore
1 bersih 4 4
Tersedia jamban, kamar mandi & peturasan yg terpisah untk karyawan wanita dan pria 3 3
ruang istrahat karyawan pria terpisah dengan karyawan wanita 2 2
tersedia lemari/loker 1 1
Sumber : Data Primer Sanitasi Hotel Sahid Kawanua, Tahun 2009
Dari hasil wawancara dengan karyawan di hotel sahid kawanua mereka merasa nyaman dengan ruang istrahat karyawan karena ruang istrahat tersebut bersih, dan setiap karyawan memiliki loker penyimpanan sendiri.
3) Kamar lenan
Bobot Komponen Penilaian Nilai Skore
1 bersih 2 2
udara ruang segar 2 2
tersedia lemari tertutup 3 3
Sumber : Data Primer Sanitasi Hotel Sahid Kawanua, Tahun 2009
Hasil observasi menunjukan keadaan kamar lenan di hotel sahid kawanua tidak terlalu bersih karena berhubung saat melakukan kegiatan pemantauan hotel sahid kawanua sedang melakukan renovasi untuk kamar lenan sehingga terlihat tidak terlalu bersih.
4) Ruang cuci
Bobot Komponen Penilaian Nilai Skore
3 bersih 3 9
tidak memungkinkan tercampurnya lena bersih dan lena kotor 2 6
lantai tidak licin 3 9
Sumber : Data Primer Sanitasi Hotel Sahid Kawanua, Tahun 2009
Di hotel sahid kawanua memiliki tempat laundry sendiri dan terpisah dengan gedung dan keadaan sanitasinya sudah cukup baik.

5) Gudang
Bobot Komponen Penilaian Nilai Skore
1 bersih 2 2
gudang bahan makanan, bhn berbahaya, alat kantor, alat rumah tangga, dll terpisah satu sama lain 3 3
barang yang disimpan ditata rapi 2 2
dilengkapi dengan rak 1 1
tinggi rak dan lantai minimal 20 cm 1 1
Sumber : Data Primer Sanitasi Hotel Sahid Kawanua, Tahun 2009
6) – Kualitas air hotel
Bobot Komponen Penilaian Nilai Skore
10 memenuhi syarat fisik 4 40
memenuhi syarat kimia 3 30
memenuhi syarat bakteriologis 2 20
memenuhi syarat radioaktivitas 1 10
Sumber : Data Primer Sanitasi Hotel Sahid Kawanua, Tahun 2009
– Kuantitas air hotel
Bobot Komponen Penilaian Nilai Skore
20 untuk hotel berbintang 3 tersedia air minimal 500 L/hari/t,t 1 20
air tersedia pd setiap tempat kegiatan secara berkesinambungan 6 120
distribusi air mengunakan sistim perpipaan 2 40
terhindar dari cemaran silang 1 20
Sumber : Data Primer Sanitasi Hotel Sahid Kawanua, Tahun 2009
Mengingat air merupakan kebutuhan paling penting untuk kehidupan, sehingga hotel sahid kawanua untuk penyedian air dari segi kualitas maupun kuantitas sudah sangat baik dan sudah memenuhi syarat air bersih.
7) Pembuangan Air Limbah
Bobot Komponen Penilaian Nilai Skore
6 memiliki sarana pengolahan air limbah 3 18
air limbah mengalir dengan lancar 3 18
saluran air limbah sistim tertutup 2 12
saluran inikedap air 2 12
Sumber : Data Primer Sanitasi Hotel Sahid Kawanua, Tahun 2009

8) Pengolahan Sampah
– Tempat sampah
Bobot Komponen Penilaian Nilai Skore
3 terbuat dari bahan yg kuat, ringan tahan karat dan kedap air 1 3
permukaan bagian dalam halus & rata 1 3
mempunyai tutup yg mudah dibuka/ ditutup tanpa mengotor tangan 1 3
jumlah & volume tempat sampah sesuai dgn produksi sampah perhari 1 3
mudah diisi & dikosongkan 1 3
sampah dari tiap ruang diangkut/dikosongkan tiap hari 1 3
Sumber : Data Primer Sanitasi Hotel Sahid Kawanua, Tahun 2009
– Tempat pengumpulan sampah sementara
Bobot Komponen Penilaian Nilai Skore
3 tidak permanen 1 3
tidak menjadi tempat perindukan serangga & binatang 1 3
mudah dijangkau oleh kendaraan 1 3
frekuensi pengosongan/ pengangkutan sampah 3 x 24 jam 1 3
Sumber : Data Primer Sanitasi Hotel Sahid Kawanua, Tahun 2009
Berdasarkan observasi dan wawancara dengan karyawan hotel sahid kawanua, untuk penyediaan tempat sampah sementara sangat baik karena selain kokoh, tempat sampah juga memiliki penutup yang rapat dan mudah dibuka sehingga tidak menjdai tempat bersarang binatang pengerat, dan frekuensi pengosongan sampah bukan hanya 3 x 24 jam tetapi 1 x 24 jam untuk hotel sahid kawanua itu membuktikan bahwa sistim pembuangan sampah di hotel sahid kawanua sudah sangat baik.
3.2.3 Karyawan
Variabel Bobot Komponen Penilaian Nilai Skore
Pakaian kerja 1 karyawan yg dilengkapi dengan pakaian kerja 4 4
dipakai pada saat kerja 3 3
bersih 2 2
utuh/ tidak sobek 1 1
surat keterangan sehat dari dokter yg masih berlaku 1 80 – 100 % jumlah karyawan memiliki 10 10
Sertifikat kursus penyehatan makanan bagi petugas pengolahan makanan 1 80 – 100% karyawan memiliki 10 10
Sumber : Data Primer Sanitasi Hotel Sahid Kawanua, Tahun 2009
3.2.4 Pelayanan Makanan dan Minuman
1. Dapur
Bobot Komponen Penilaian Nilai Skore
3 Diruang dapur minimal tersedia :
– tempat pencucian peralatan
– tempat penyimpanan bahan makanan
– tempat pengolahan
– tempat persiapan 2 6
dilengkapi alat pengeluaran udara panas/ bau 2 6
luar dapur sekurang – kurangnya 40 % dari ruang makan atau 27 % dari luas bangunan 2 6
dilengkapi dengan sungkup asap 2 6
Sumber : Data Primer Sanitasi Hotel Sahid Kawanua, Tahun 2009
2. Ruang Makan
Bobot Komponen Penilaian Nilai Skore
3 tersedia fasilitas penyimpanan makanan panas dan dingin 2 6
perlengkapan ruang makan selalu bersih 3 9
ukuran ruang cukup memadai ( minimal 0,85 % M2/ kursi ) 2 6
Tempat peragaan makanan jadi dapat menjamin tdk tercemarnya makanan 2 6
tersedia fasilitas cuci tangan 2 6
Sumber : Data Primer Sanitasi Hotel Sahid Kawanua, Tahun 2009
3. Bahan makanan dan makanan jadi
Bobot Komponen Penilaian Nilai Skore
5 kondisi bahan makanan baik 3 15
Kondisi makanan baik 3 15
suhu penyimpanan & penyajian makanan memenuhi syarat 2 10
cara penyimpanan memenuhi syarat 2 10
sebelum dipergunakan makanan dalam keadaan bersih 4 20
Sumber : Data Primer Sanitasi Hotel Sahid Kawanua, Tahun 2009
4. Peralatan & Perlengkapan
Bobot Komponen Penilaian Nilai Skore
2 Tahan karat dan tidak mengandung logam beracun 2 4
utuh, tdk retak / gompel & tdk memungkinkan sbg tempat bersarang/ berkembang biak kuman 3 6
Sumber : Data Primer Sanitasi Hotel Sahid Kawanua, Tahun 2009

3.3 Faktor Pendukung dan Penghambat
Setelah kami mengadakan observasi maka yang menjadi faktor pendukungnya yaitu adanya dukungan dari pihak hotel dalam memberikan informasi tentang hal-hal yang kami butuhkan untuk memenuhi tugas sanitasi pariwisata sehingga tidak mengalami hambatan dalam melakukan observasi.

3.4 Hasil Penilaian
Berdasarkan kuisioner penilaian pemeriksaan sanitasi di Hotel Sahid Kawanua, didapatkan hasil sebagai berikut (berdasarkan pemeriksaan 4 orang):
960 + 930+ 945 + 956 = 947.75
4
Hasil pemeriksaan kali 100 dibagi bobot (100) :
947.75x 100 = 947.75
100
Berdasarkan penilaian diatas, maka Hotel Sahid Kawanua masuk digolongkan kategori A (Sangat Baik)

BAB IV. PENUTUP

4.1 Kesimpulan
Keadaan sanitasi di Hotel Sahid Kawanua baik untuk keadaan luar gedung mapun keadaan di dalam gedung sudah sangat baik, begitu juga mengenai anitasi dapur berupa penyimpanan makanan, pengolahan makanan, penyajian makanan sudah sangat baik akan tetapi untuk kelas hotel berbintang 3+ pengunjung di hotel sahid kawanua masih sangat sedikit.

4.2 Saran
Perlu dipertahankan keadaan sanitasi hotel sahid kawanua baik untuk sanitasi di uar gedung maupun untuk sanitasi di dalam hotel, dan juga sanitasi makanan agar supaya akan lebih meningkatkan jumlah kunjungan tetapi harus didukung dengan promosi yang baik sehingga menarik perhatian pengunjung, dan juga kepada pihak manajemen hotel sahid kawanua kirannya dapat melakukan perbaikan ulang keadaan hotel baik dari segi fisik, maupun penampilan hotel. Karena mengingat sudah semakin banyaknya hotel – hotel yang ada di kota Manado.

About kristonimala

studing in Public Health Faculty of Unsrat...
This entry was posted in Sanitarian. Bookmark the permalink.

2 Responses to Sanitasi Hotel Sahid Kawanua Manado

  1. remo says:

    bole mo minta dp contoh kuesioner???
    coz,.qta ley mo biqin analisa sanitasi hotel…
    mhn dibantu..thx

  2. Wonderful website. Plenty of useful info here. I am sending it to some pals ans also sharing in delicious. And naturally, thank you to your sweat!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s