Kemajuan Dunia Wi-fi dengan Isu Kesehatan Manusia


Dapat di perkirakan kemajuan teknologi Wi-fi kedepan mampu mencangkup secara menyeluruh di pelosok belahan planet bumi alam semesta ini. Begitu juga dengan canggihnya kemampuan system yang terkomputer yang mampu menggantikan tenaga manusia, persisnya sebuah robot kedepan mampu mengendalikan manusia.

Dimana Internet merupakan sebuah kebutuhan bagi para pebisnis dan dunia hiburan, teknologi internet menggunakan Wi-fi pun merambat ke ragam bentuk alat komunikasi. Di daerah ibu kota berinternet dengan koneksi Wi-fi sudah menjadi trend dan kedepan dapat di perkirankan jaringan Hotspot Home Area akan sangat familiar.

Teknologi gelombang radio yang berkerja Wi-fi lebih dari 100 x rendahnya dari microwave. Tentu hal ini tidak mempunyai efek kesehatan bagi orang dewasa umumnya. Kemajuan terknologi Wi-fi ini masih menjadi isu dan pembahasan para ilmuan untuk memberikan fatwa apakah seberapa besar atau kecilnya perpengaruh dari efek gelombang wi-fi ini.

Beragam situs membahas mengenai dampak negative dari gelombang radiasi wi-fi ini. dan sebagian mengatakan adanya dampak bagi kesehatan manusia dari radiasi gelombang tersebut.

Tidak ada efek negative dari pancaran gelombang radio FM dan wi-fi menjadikan kecendungan orang-orang untuk tidak khawatir untuk beralih wi-fi sebagai sarana paslitas untuk berinternet. Dr. Michael Clark. Penasehat Pemerintah Inggris ketia malakukan uji coba mengukur tingkat radiasi terknologi yang baru dengan terknologi yang lainnya menyimpulkan tidak ada perubahan dan tingkatan radiasinya bahkan dengan peralatan elektronik lainnya.

Namun muculnya wacana lain dimana gelombang radio wi-fi ini berpengaruh terhadap anak membuatnya kita harus waspasa dan membatasi anak-anak untuk berada dalam area radius gelombang wi-fi. Dikatakan oleh Professor Lawrie Challis seorang ilmuan inggris bahwa anak-anak lebih sensitif terhadap radiasi dibandingkan orang dewasa.

Hal senada juga diungkapkan Professor Lawrie Challis, dari Nottingham University. Dalam pernyataannya pada BBC, Senin (21/05), Prof Challis, yang menjabat sebagai ketua Mobile Telecommunications and Health Research (MTHR) menyebutkan Radiasi elektro magnetik dari Wi-fi sangat kecil, pemancarnya juga berkekuatan rendah, selain itu masih ada jarak dengan tubuh.

Radiasi elektro magnet bisa saja terjadi jika kita memangku laptop karena panas yang di hasilkan atau dekatnya jarak antara monitor dan mata berpengaruh terhadap kesehatan anda. Seorang teman yang berkerja di sebuat provider yang menagani bagian service tower dan alat server lainnya mengatakan. Adanya pengaruh jika badan kita di dekatkan dengan bagian titik antenna – antena tertentu yang tidak boleh di dekatkan karena akan mempengaruhi pada gangguan kesehatan. Dan jika mereka berkerja sesuai dengan prosedur maka setidaknya mampu menjaukan dari hal yang sebutkan tadi.

Meski demikian wacana yang ada mengenai kemajuan teknologi wi-fi, tentu, kita tidak boleh berkecil hati untuk terus memajukan sentra kemajuan wi-fi di di indonesia. Meski dalam posisi ketertinggalan kemajuan terknologi dengan Negara lain kita bisa mengatakan indoensia mampu lebih baik dengan Negara manapun jika pemuda-pemuda intelektual di Indonesia mampu bersatu membangun dalam satu misi kemajuan bersama . Dan semua kemajuan teknologi apapun semoga bermamfaat bagi kemaslahan umat.

Referensi :

http://www.bbc.co.uk/indonesian/news/story/2007/05/070510_sainswifi.shtm

About kristonimala

studing in Public Health Faculty of Unsrat...
This entry was posted in Masalah kesehatan Terkini. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s