Produk Indomie berbahayaKah untuk Kesehatan ???


Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) belum akan mengambil kebijakan untuk menarik produk Indomie dari peredaran, meski di Taiwan sedang dipermasalahkan. Produk mi instan andalan PT Indofood Sukses Makmur itu dinilai masih aman dikonsumsi.

Badan POM juga belum mengkaji lebih jauh tentang kemungkinan menjatuhkan sanksi kepada PT Indofood Sukses Makmur. “Untuk memberi sanksi kan harus ada ketentuan yang dilanggar. Selama kandungan nipagin tidak dilanggar, ya kami tidak bisa melarang produksi,” kata Kepala Badan POM Kustantinah di sela rapat dengar pendapat dengan Komisi Kesehatan DPR, Kamis (14/10).
Berdasarkan hasil pengujian Badan POM dalam kurun 5 tahun terakhir terhadap mi instan Indomie, menunjukkan bahwa mi, bumbu, dan minyak tidak mengandung pengawet nipagin (methyl p-hydroxybenzoate).
Sedangkan kecap yang disertakan dalam kemasan mi instan, kata Kustantinah, memang mengandung nipagin, namun tidak melebihi batas maksimum yakni 250 mg/kg. “Produk mi instan yang terdaftar di Indonesia memenuhi standar dan persyaratan yang ditetapkan aman untuk dikonsumsi,” ujarnya.
Vice President PT Indofood Sukses Makmur, Fransiscus Welirang mengatakan, Taiwan sebenarnya juga memperkenankan penggunaan pengawet dalam makanan, tetapi jenisnya berbeda. “Di sini boleh nipagin (methyl), tapi di sana tidak boleh. Harus pakai etil atau butil,” kata dia dalam kesempatan yang sama.
Fransiscus mengkhawatirkan terjadinya salah persepsi tentang penggunaan bahan pengawet ini, antara PT Indofood dan Taiwan. “Standarnya memang berbeda, tapi sebenarnya (jenis pengawetnya) masih satu turunan,” imbuhnya.
Soal kerugian yang diderita perseroan yang dipimpinnya akibat penarikan Indomie di Taiwan, Fransiscus tampak tidak terlalu kecewa. “Kecil lah,” katanya singkat sambil tertawa.
Ekspor mi instan Indomie yang dilakukan PT Indofood ke Taiwan, kata Fransiscus, hanya sekitar 2-5 juta kardus per tahun. Jumlah itu jauh di bawah produksi total yang mencapai 11 miliar kardus Indomie per tahun, serta diekspor ke 80 negara. “Yang diekspor pedagang yang bercampur dengan produk-produk lain itu yang tidak bisa dihitung,” ucapnya.
kita patulah serba hati-hati terhadap segala sesuatu yang kita konsumsi bukan hanya pada produk indomie ini, tapi segala yang kita konsumsi baik makanan maupun minuman yang kita konsumsi.
*salam untuk kemanusiaan*

About kristonimala

studing in Public Health Faculty of Unsrat...
This entry was posted in Masalah kesehatan Terkini. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s