Heroin Dicampur ke Dodol


JAKARTA – Modus peredaran narkoba di Indonesia kian beragam. Baru-baru ini Sat I Narkotika Polda Metro Jaya mengungkap peredaran heroin dan sabu dengan menggunakan kaleng makanan berisi dodol. 

“Heroin itu ditaruh bersama dodol. Tempat kue (kaleng) itu di atasnya dodol, ditaruh bersama barang itu (heroin). Satu kaleng itu bisa dua kilogram heroin yang disita. Kalau tidak cermat, itu bisa lolos,” ujar Direktur Narkoba Kombes Anjan Pramuka Putra di Mapolda Metro, Jumat (15/10/2010).

Selain itu, lanjut Anjan, pelaku juga menaruhnya bersama bungkusan kopi sachet dan makanan kecil, seperti wafer cokelat.

“Sudah sempat terjual, tapi kami belum tahu jumlahnya karena masih sedang didalami oleh penyidik,” ungkap Anjan.

Sebagaimana diketahui, Satuan I Narkotika Direktorat Narkoba Polda Metro berhasil mengungkap peredaran gelap narkotika jenis heroin dan sabu di tiga lokasi berbeda. Empat tersangka pengedar diamankan masing-masing berinisial YA alias YL, DR alias AC, EM dan TSA.

Polisi berhasil menciduk tersangka berinisial YA alias YL dan DR alias AC di Pusat Grosir Cililitan (PGC) pada Selasa 28 September 2010 lalu. Sedangkan tersangka EM ditangkap di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan pada Jumat 8 Oktober 2010 sore. Sementara tersangka TSA diciduk di rumah kontrakannya di Pejaten Timur, Pasar Minggu di hari yang sama.

Dari hasil pengembangan, para tersangka diketahui mendapatkan barang haram tersebut dari seseorang bernama Samuel alias Kris, seorang narapidana WN Nigeria yang mendekam di LP Nusakambangan. Penyidik juga memperoleh keterangan bahwa Samuel ada kaitannya dengan napi lain bernama Kapten.

Total barang bukti yang berhasil disita dari sindikat yang dikendalikan narapidana Nusakambangan atas nama Kapten adalah 3.455 gram heroin dan 254 gram sabu. Semuanya diperkirakan bernilai Rp4,5 miliar.

Para tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 112 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU Nomor 35 dengan ancaman pidana paling lama 20 tahun atau seumur hidup dan hukuman mati.
(ton)

* makin pinter aja para pengedar heroin yeee….*

* pak polisi harus kerja ekstra nie, nyari t42 dodol untuk di periksa,, smngad pak polisi…

About kristonimala

studing in Public Health Faculty of Unsrat...
This entry was posted in Police Line. Bookmark the permalink.

2 Responses to Heroin Dicampur ke Dodol

  1. Fitri says:

    beeeeuugghhhh…. smwa yang fitri suka, kypa so jdi bahaya smwa ????? mulai dari mie… sampe dodol

    btw,,, dodol garut le pake heroin ????

  2. kristonimala says:

    klo dodol garut tdk tau juga,,, itu sic cmn pnemuan dr bapak2 polisi…
    mmng hidup skrng so srba berbahaya sic, tngl trng sndiri yg ator spya aman2,,, btw klo mie jgn smpe jd bahaya soalx itu mknan favorit anak2 kosan…hehehhe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s